alexametrics
31 C
Sidoarjo
Friday, 27 May 2022

Bawaslu Panggil Tokoh Agama, Terduga Kampanye Berbau SARA

SIDOARJO – ZH, tokoh agama Kecamatan Tanggulangin akhirnya memenuhi panggilan Badan Pengawas Pemilihan Pemilu (Bawaslu) Sidoarjo Kamis (5/11). Dia hadir untuk memberikan keterangan terkait viralnya dugaan video kampanye berbau Suku Agama Ras dan Antargolongan (SARA).

Agung Nugraha, Kordiv Penindakan Pelanggaran Bawaslu Sidoarjo mengungkapkan, ZH hadir di kantor Bawaslu sekitar pukul 13.00 dan baru tuntas pemeriksaan sekitar pukul 15.00. “Yang bersangkutan memang mengakui telah menyampaikan isi ceramah demikian (sebagaimana video yang beredar, Red) yakni menyebutkan beberapa paslon. Namun, pengakuannya, hal tersebut diungkapkan di akhir ceramah,” katanya.

Dari keterangan yang didapat, lanjut Agung, ZH mengaku tidak masuk dalam tim kampanye paslon manapun. Bahkan menurutnya, acara tersebut sebenarnya merupakan acara rutinan yang digelar MWC NU Tanggulangin. Bukan acara kampanye paslon. “Pengakuannya tidak pernah membuka komunikasi dengan paslon,” imbuhnya.

Agung melanjutkan, hasil pemeriksaan hari ini masih akan dia jadikan bahan kajian bersama para pimpinan Bawaslu Sidoarjo. Untuk itu belum bisa memberikan keputusan apakah akan ada sanksi kepada yang bersangkutan atau tidak. “Kalau terkait yang dugaan SARA dalam isi ceramahnya, tentunya kami juga akan melibatkan ahli yang berkompeten di bidang itu,” pungkasnya. (son/nis)

SIDOARJO – ZH, tokoh agama Kecamatan Tanggulangin akhirnya memenuhi panggilan Badan Pengawas Pemilihan Pemilu (Bawaslu) Sidoarjo Kamis (5/11). Dia hadir untuk memberikan keterangan terkait viralnya dugaan video kampanye berbau Suku Agama Ras dan Antargolongan (SARA).

Agung Nugraha, Kordiv Penindakan Pelanggaran Bawaslu Sidoarjo mengungkapkan, ZH hadir di kantor Bawaslu sekitar pukul 13.00 dan baru tuntas pemeriksaan sekitar pukul 15.00. “Yang bersangkutan memang mengakui telah menyampaikan isi ceramah demikian (sebagaimana video yang beredar, Red) yakni menyebutkan beberapa paslon. Namun, pengakuannya, hal tersebut diungkapkan di akhir ceramah,” katanya.

Dari keterangan yang didapat, lanjut Agung, ZH mengaku tidak masuk dalam tim kampanye paslon manapun. Bahkan menurutnya, acara tersebut sebenarnya merupakan acara rutinan yang digelar MWC NU Tanggulangin. Bukan acara kampanye paslon. “Pengakuannya tidak pernah membuka komunikasi dengan paslon,” imbuhnya.

Agung melanjutkan, hasil pemeriksaan hari ini masih akan dia jadikan bahan kajian bersama para pimpinan Bawaslu Sidoarjo. Untuk itu belum bisa memberikan keputusan apakah akan ada sanksi kepada yang bersangkutan atau tidak. “Kalau terkait yang dugaan SARA dalam isi ceramahnya, tentunya kami juga akan melibatkan ahli yang berkompeten di bidang itu,” pungkasnya. (son/nis)

Most Read

Berita Terbaru


/