alexametrics
25 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

Belum Rekam E-KTP, 11 Ribu Pemilih Tak Bisa Nyoblos

SIDOARJO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sidoarjo telah mempublikasikan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada Sidoarjo. Namun, sejumlah warga Sidoarjo terancam tidak bisa nyoblos meskipun sudah masuk dalam DPT. Karena mereka belum melakukan rekam e-KTP.

Komisioner KPU Sidoarjo Musonif Afandi mengungkapkan, data DPT yang belum rekam e-KTP di Sidoarjo jumlahnya mencapai sekitar 11 ribu. Dia menjabarkan, kepemilikan e-KTP menjadi perlu saat memberikan hak suara karena mengikuti ketentuan yang ada. Dalam regulasi yang ada saat ini mengatur bahwa pemilih yang bisa menggunakan hak pilih hanya yang mempunyai e-KTP.

Pihak KPU sendiri juga masih menunggu perkembangan regulasi terkait penggunaan hak suara terkait pemasalahan data tersebut. Apakah dimungkinkan pengunaan Surat Keterangan (Suket) dapat dilakukan sebagaimana pemilu sebelumnya. “Kami masih menunggu perkembangan,” katanya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, KPU Sidoarjo telah menetapkan DPT untuk Pilkada Sidoarjo sebanyak 1.404.887 pemilih. DPT itu terdiri dari 692.500 pemilih laki-laki dan 712.387 pemilih perempuan.

Penyusunan DPT itu juga telah melalui berbagai tahapan. Mulai dari proses coklit pada pertengahan juli lalu, hingga penetapan DPS dan DPT.

Selama proses penyusunan DPT, Bawaslu juga terus melakukan pengawasan secara melekat. Beberapa hal yang sempat menjadi perhatian diantaranya sejumlah data pengurus PDIP yang belum masuk DPs, hingga data orang meninggal dunia yang tercatat masuk DPS. (son/nis)

SIDOARJO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sidoarjo telah mempublikasikan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada Sidoarjo. Namun, sejumlah warga Sidoarjo terancam tidak bisa nyoblos meskipun sudah masuk dalam DPT. Karena mereka belum melakukan rekam e-KTP.

Komisioner KPU Sidoarjo Musonif Afandi mengungkapkan, data DPT yang belum rekam e-KTP di Sidoarjo jumlahnya mencapai sekitar 11 ribu. Dia menjabarkan, kepemilikan e-KTP menjadi perlu saat memberikan hak suara karena mengikuti ketentuan yang ada. Dalam regulasi yang ada saat ini mengatur bahwa pemilih yang bisa menggunakan hak pilih hanya yang mempunyai e-KTP.

Pihak KPU sendiri juga masih menunggu perkembangan regulasi terkait penggunaan hak suara terkait pemasalahan data tersebut. Apakah dimungkinkan pengunaan Surat Keterangan (Suket) dapat dilakukan sebagaimana pemilu sebelumnya. “Kami masih menunggu perkembangan,” katanya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, KPU Sidoarjo telah menetapkan DPT untuk Pilkada Sidoarjo sebanyak 1.404.887 pemilih. DPT itu terdiri dari 692.500 pemilih laki-laki dan 712.387 pemilih perempuan.

Penyusunan DPT itu juga telah melalui berbagai tahapan. Mulai dari proses coklit pada pertengahan juli lalu, hingga penetapan DPS dan DPT.

Selama proses penyusunan DPT, Bawaslu juga terus melakukan pengawasan secara melekat. Beberapa hal yang sempat menjadi perhatian diantaranya sejumlah data pengurus PDIP yang belum masuk DPs, hingga data orang meninggal dunia yang tercatat masuk DPS. (son/nis)

Most Read

Berita Terbaru


/