alexametrics
31 C
Sidoarjo
Tuesday, 24 May 2022

Pengusutan Dugaan Penyelewengan Bansos Dinilai Lambat

SIDOARJO – Kasus dugaan penyelewengan bantuan sosial (bansos) di Sidoarjo masih terus bergulir. DPRD Sidoarjo masih menunggu progres dari dinas terkait soal kasus yang mencuat dalam hearing Komisi D DPRD beberapa waktu lalu itu.

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo Bangun Winarso mengungkapkan, beberapa waktu lalu, saat hearing bersama dewan, pihak Dinsos dan bank terkait menyatakan siap menindaklanjuti persoalan ini. “Tapi sampai sekarang tidak ada pemberitahuan atau laporan apapun dari mereka. Progresnya seperti apa, kami juga menunggu,” keluhnya.

Dia berharap, Dinsos dan bank terkait secepatnya mengambil langkah. Agar peristiwa pemotongan atau persoalan lain dalam pengucuran bansos di Sidoarjo tidak terulang lagi. “Jika memang tetap rumit dan semrawut, Pemkab Sidoarjo bisa mengajukan pergantian bank penyalur. Dan dewan akan merekomendasikan itu, jika persoalan ini tak kunjung selesai,” sambungnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, dugaan penyelewengan bansos itu mencuat dalam hearing Komisi D DPRD Sidoarjo bersama perwakilan PKH, dan Dinsos. Kemudian, Komisi D juga melakukan hearing ulang dengan memanggil pihak bank.

Dalam pertemuan itu, pihak bank menyebut ada 880 agen penyalur di Sidoarjo. Mereka adalah kepanjangan tangan bank tersebut. Khususnya dalam penyaluran bansos. (son/vga)

SIDOARJO – Kasus dugaan penyelewengan bantuan sosial (bansos) di Sidoarjo masih terus bergulir. DPRD Sidoarjo masih menunggu progres dari dinas terkait soal kasus yang mencuat dalam hearing Komisi D DPRD beberapa waktu lalu itu.

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo Bangun Winarso mengungkapkan, beberapa waktu lalu, saat hearing bersama dewan, pihak Dinsos dan bank terkait menyatakan siap menindaklanjuti persoalan ini. “Tapi sampai sekarang tidak ada pemberitahuan atau laporan apapun dari mereka. Progresnya seperti apa, kami juga menunggu,” keluhnya.

Dia berharap, Dinsos dan bank terkait secepatnya mengambil langkah. Agar peristiwa pemotongan atau persoalan lain dalam pengucuran bansos di Sidoarjo tidak terulang lagi. “Jika memang tetap rumit dan semrawut, Pemkab Sidoarjo bisa mengajukan pergantian bank penyalur. Dan dewan akan merekomendasikan itu, jika persoalan ini tak kunjung selesai,” sambungnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, dugaan penyelewengan bansos itu mencuat dalam hearing Komisi D DPRD Sidoarjo bersama perwakilan PKH, dan Dinsos. Kemudian, Komisi D juga melakukan hearing ulang dengan memanggil pihak bank.

Dalam pertemuan itu, pihak bank menyebut ada 880 agen penyalur di Sidoarjo. Mereka adalah kepanjangan tangan bank tersebut. Khususnya dalam penyaluran bansos. (son/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/