alexametrics
29 C
Sidoarjo
Friday, 20 May 2022

Dana Kampanye Paslon Maksimal Rp 31 Miliar

SIDOARJO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sidoarjo tengah merumuskan batas dana kampanye pasangan calon di (paslon) Pilkada Sidoarjo 2020. Batas maksimal dana kampanye masing-masing paslon yakni Rp 31 miliar.

Komisioner KPU Sidoarjo Divisi Teknis Penyelenggaraan, Miftakul Rohmah mengungkapkan, nilai tersebut masih belum menjadi ketetapan karena perlu diplenokan secara internal. Besaran angka itu juga didapat berdasarkan masukan para perwakilan paslon dalam rapat bersama. “Tinggal nanti kami pleno dulu baru dibuat SK penetapannya,” ujarnya.

Mifta menambahkan, dalam PKPU 12/2020 disebutkan agar KPU menetapkan besaran dana kampanye. Penetapan tersebut menurutnya juga harus dikoordinasikan kepada masing-masing paslon. Penentuannya pun menurutnya tidak bisa sembarangan.

Karena harus mengakomodir seluruh kebutuhan kampanye dari paslon. “Termasuk juga mempertimbangkan terkait berapa kali tatap muka digelar, rapat terbatas, alat peraga, dan juga jasa konsultan yang dipakai,” katanya.

Seperti yang diketahui, tahapan kampanye di pilkada 2020 sudah dimulai sejak 26 September lalu. Batas waktu tahapan kampanye dijadwalkan hingga 5 Desember 2020 mendatang.

Selain memfasilitasi APK, KPU Sidoarjo juga bakal menggelar 3 kali debat publik. Hal itu untuk memberi kesempatan para paslon memaparkan visi dan misinya ke masyarakat Sidoarjo. (son/vga)

SIDOARJO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sidoarjo tengah merumuskan batas dana kampanye pasangan calon di (paslon) Pilkada Sidoarjo 2020. Batas maksimal dana kampanye masing-masing paslon yakni Rp 31 miliar.

Komisioner KPU Sidoarjo Divisi Teknis Penyelenggaraan, Miftakul Rohmah mengungkapkan, nilai tersebut masih belum menjadi ketetapan karena perlu diplenokan secara internal. Besaran angka itu juga didapat berdasarkan masukan para perwakilan paslon dalam rapat bersama. “Tinggal nanti kami pleno dulu baru dibuat SK penetapannya,” ujarnya.

Mifta menambahkan, dalam PKPU 12/2020 disebutkan agar KPU menetapkan besaran dana kampanye. Penetapan tersebut menurutnya juga harus dikoordinasikan kepada masing-masing paslon. Penentuannya pun menurutnya tidak bisa sembarangan.

Karena harus mengakomodir seluruh kebutuhan kampanye dari paslon. “Termasuk juga mempertimbangkan terkait berapa kali tatap muka digelar, rapat terbatas, alat peraga, dan juga jasa konsultan yang dipakai,” katanya.

Seperti yang diketahui, tahapan kampanye di pilkada 2020 sudah dimulai sejak 26 September lalu. Batas waktu tahapan kampanye dijadwalkan hingga 5 Desember 2020 mendatang.

Selain memfasilitasi APK, KPU Sidoarjo juga bakal menggelar 3 kali debat publik. Hal itu untuk memberi kesempatan para paslon memaparkan visi dan misinya ke masyarakat Sidoarjo. (son/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/