alexametrics
27 C
Sidoarjo
Wednesday, 17 August 2022

Erick Thohir Berantas Korupsi, Kinerja BUMN Semakin Optimal

JAKARTA – Menteri BUMN RI Erick Thohir bersikeras memberikan yang terbaik untuk bangsa. Erick Thohir terus melakukan bersih-bersih BUMN untuk bisa tetap optimal memberi dampak ekonomi untuk rakyat.

Terbaru, Erick Thohir berhasil menetapkan empat orang tersangka penyidikan dugaan korupsi dan penyelewengan dana pembangunan PT Waskita Beton Precast. Selain itu, kolaborasi BUMN dan Kejagung juga membuka penyidikan baru terkait dugaan korupsi pengadaan tower transmisi Perusahaan Listrik Negara (PLN) 2016 senilai Rp 2,25 triliun.

“Tentu sejak awal, kami di Kementerian BUMN terus bersinergi dan berkolaborasi dengan Kejakgung. Saya dan Pak Jaksa Agung punya visi yang sama dalam program bersih-bersih BUMN,” kata Erick Thohir.

Eks Presiden Inter Milan itu mengatakan, kolaborasi dengan Kejagung sebagai lembaga penegakan hukum sangat dibutuhkan oleh BUMN. Dengan cara itu, Erick Thohir optimis mampu menyelesaikan persoalan-persoalan korupsi yang sudah mangkrak lama di tubuh BUMN.

“Kita tidak mau lagi BUMN jadi menara gading, ini eranya kolaborasi, itu alasannya sejak awal kami dan Kejakgung terus berkolaborasi dalam menyelesaikan sejumlah persoalan yang ada di BUMN,” ungkapnya.

Erick Thohir juga menegaskan upaya bersih-bersih BUMN tidak hanya sekedar pengungkapan kasus penyelewengan dan korupsi. Namun juga upaya memperbaiki tata kelola perusahaan-perusahaan BUMN ke depan agar menjadi lebih baik, profesional dan transparan.

Dengan demikian, perusahaan-perusahaan milik negara dapat memberikan kontribusi lebih kepada negara dan seluruh masyarakat di Indonesia.

“BUMN sebagai penggerak sepertiga ekonomi kita itu punya peranan vital, kalau tata kelolanya enggak benar, dikorupsi lah, itu yang rugi bukan perusahaan BUMN-nya saja, tapi juga masyarakat dan negara,” pungkas Erick  (Thohir yang juga Ketum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES). (rud/vga)

JAKARTA – Menteri BUMN RI Erick Thohir bersikeras memberikan yang terbaik untuk bangsa. Erick Thohir terus melakukan bersih-bersih BUMN untuk bisa tetap optimal memberi dampak ekonomi untuk rakyat.

Terbaru, Erick Thohir berhasil menetapkan empat orang tersangka penyidikan dugaan korupsi dan penyelewengan dana pembangunan PT Waskita Beton Precast. Selain itu, kolaborasi BUMN dan Kejagung juga membuka penyidikan baru terkait dugaan korupsi pengadaan tower transmisi Perusahaan Listrik Negara (PLN) 2016 senilai Rp 2,25 triliun.

“Tentu sejak awal, kami di Kementerian BUMN terus bersinergi dan berkolaborasi dengan Kejakgung. Saya dan Pak Jaksa Agung punya visi yang sama dalam program bersih-bersih BUMN,” kata Erick Thohir.

Eks Presiden Inter Milan itu mengatakan, kolaborasi dengan Kejagung sebagai lembaga penegakan hukum sangat dibutuhkan oleh BUMN. Dengan cara itu, Erick Thohir optimis mampu menyelesaikan persoalan-persoalan korupsi yang sudah mangkrak lama di tubuh BUMN.

“Kita tidak mau lagi BUMN jadi menara gading, ini eranya kolaborasi, itu alasannya sejak awal kami dan Kejakgung terus berkolaborasi dalam menyelesaikan sejumlah persoalan yang ada di BUMN,” ungkapnya.

Erick Thohir juga menegaskan upaya bersih-bersih BUMN tidak hanya sekedar pengungkapan kasus penyelewengan dan korupsi. Namun juga upaya memperbaiki tata kelola perusahaan-perusahaan BUMN ke depan agar menjadi lebih baik, profesional dan transparan.

Dengan demikian, perusahaan-perusahaan milik negara dapat memberikan kontribusi lebih kepada negara dan seluruh masyarakat di Indonesia.

“BUMN sebagai penggerak sepertiga ekonomi kita itu punya peranan vital, kalau tata kelolanya enggak benar, dikorupsi lah, itu yang rugi bukan perusahaan BUMN-nya saja, tapi juga masyarakat dan negara,” pungkas Erick  (Thohir yang juga Ketum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES). (rud/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/