alexametrics
27 C
Sidoarjo
Wednesday, 17 August 2022

Perbaiki Sistem, Erick Thohir Kolaborasi dengan Kejagung Bersih-Bersih BUMN

JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir kembali menggebrak penegakan hukum di lingkungan BUMN. Erick Thohir membuka babak baru untuk membenahi sistem perusahaan BUMN.

“Program bersih-bersih BUMN ini bukan program seperti istilah kita hanya menangkap. Tetapi yang terpenting bagaimana program ini kita memperbaiki sistem yang ada di pusat-pusat BUMN. Karena kita tahu jika bicara korupsi pasti setiap tahun terjadi,” ujar Erick Thohir di Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (27/2/2022).

Erick Thohir mengatakan dengan dibentuknya sistem yang baik, kasus-kasus korupsi ke depan bakal mampu diminimalisir. Sehingga program-program BUMN berjalan secara berkesinambungan.

“Yang terpenting bagaimana kita meminimize kasus-ksus korupsi itu dengan sistem yang diperbaiki. Sehingga bisa berjalan kontinu jangka panjang,” kata Erick Thohir.

Selain itu, program bersih-bersih ini juga bagi dari restrukturisasi perusahaan-perusahaan BUMN. Sehingga, bukan hanya berhenti pada penangkapan, namun juga menjadi solusi untuk setiap permasalahan ke depan.

“Program ini juga bukan hanya program penangkapan. Tetapi bagaimana program ini bisa menyelamatkan, merestrukturasi dan sebuah solusi yang baik untuk kita semua,” pungkasnya.

Pada kasus perkara PT Garuda Indonesia, Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar dan Mantan Direktur Utama PT Mugi Rekso Abadi Soetikno Soedardjo sebagai tersangka. Mereka ditetapkan sebagai tersangka anyar kasus dugaan korupsi penyewaan pesawat ATR 72-600.

Bukan kali ini saja Erick berani blak-blakan melaporkan dugaan korupsi di tubuh BUMN. Sebelumnya, Erick juga berhasil mengungkap kasus korupsi yang terjadi di PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) dan PT ASABRI (Persero). Dari dua kasus korupsi tersebut, negara mengalami kerugian hingga Rp39,58 triliun.  (rud/vga)

JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir kembali menggebrak penegakan hukum di lingkungan BUMN. Erick Thohir membuka babak baru untuk membenahi sistem perusahaan BUMN.

“Program bersih-bersih BUMN ini bukan program seperti istilah kita hanya menangkap. Tetapi yang terpenting bagaimana program ini kita memperbaiki sistem yang ada di pusat-pusat BUMN. Karena kita tahu jika bicara korupsi pasti setiap tahun terjadi,” ujar Erick Thohir di Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (27/2/2022).

Erick Thohir mengatakan dengan dibentuknya sistem yang baik, kasus-kasus korupsi ke depan bakal mampu diminimalisir. Sehingga program-program BUMN berjalan secara berkesinambungan.

“Yang terpenting bagaimana kita meminimize kasus-ksus korupsi itu dengan sistem yang diperbaiki. Sehingga bisa berjalan kontinu jangka panjang,” kata Erick Thohir.

Selain itu, program bersih-bersih ini juga bagi dari restrukturisasi perusahaan-perusahaan BUMN. Sehingga, bukan hanya berhenti pada penangkapan, namun juga menjadi solusi untuk setiap permasalahan ke depan.

“Program ini juga bukan hanya program penangkapan. Tetapi bagaimana program ini bisa menyelamatkan, merestrukturasi dan sebuah solusi yang baik untuk kita semua,” pungkasnya.

Pada kasus perkara PT Garuda Indonesia, Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar dan Mantan Direktur Utama PT Mugi Rekso Abadi Soetikno Soedardjo sebagai tersangka. Mereka ditetapkan sebagai tersangka anyar kasus dugaan korupsi penyewaan pesawat ATR 72-600.

Bukan kali ini saja Erick berani blak-blakan melaporkan dugaan korupsi di tubuh BUMN. Sebelumnya, Erick juga berhasil mengungkap kasus korupsi yang terjadi di PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) dan PT ASABRI (Persero). Dari dua kasus korupsi tersebut, negara mengalami kerugian hingga Rp39,58 triliun.  (rud/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/