alexametrics
27 C
Sidoarjo
Wednesday, 17 August 2022

Representasi NU, Erick Thohir Cawapres Pilihan Masyarakat Jatim

JAKARTA – Menteri BUMN Erick Thohir menjadi calon wakil presiden (cawapres) pilihan masyarakat Jawa Timur (Jatim). Salah satu faktornya, Erick Thohir dinilai sebagai figur yang merepresentasikan organisasi Nahdlatul Ulama (NU).

Pada hasil survei terbaru wilayah Jatim yang dirilis oleh lembaga Poltracking Indonesia, elektabilitas cawapres Erick Thohir berada di nomor wahid. Ia digdaya dengan elektabilitas mencapai 14,2 persen.

“Dalam simulasi 15 nama nama Calon Wakil Presiden Indonesia, Erick Thohir memperoleh angka elektabilitas sebesar 14,2 persen. Diikuti Khofifah 13,7 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 7,4 persen, Sandiaga Salahudin Uno 4,9 persen, Puan Maharani 4,3 persen, Tri Rismaharini 3,8 persen dan Ridwan Kamil 3,3 persen,” terang Research Director Poltracking Indonesia, Arya Budi.

Tingginya elektabilitas Erick Thohir di Jatim dikatakan terpengaruh oleh hubungan dekat dengan tokoh-tokoh NU. Erick juga tercatat sebagai Anggota Kehormatan Banser. Seperti diketahui, Banser merupakan sayap dari organisasi Gerakan Pemuda Ansor yang terafiliasi dengan NU.

Apalagi, Erick Thohir juga kerap terlihat akrab dengan Ketua Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf. Terbaru, Erick Thohir dipercaya sebagai Steering Committee (SC) atau Ketua Pengarah Peringatan Harlah ke-100 NU.

Menurut Arya, faktor representasi Erick Thohir sebagai Nahdliyin menjadi salah satu di antara faktor kuat yang menyebabkan elektabilitasnya berkembang pesat di Jatim. Sebab menurutnya, Jatim adalah wilayah yang sangat erat hubungannya dengan kultur NU.

“Menarik, sejauh mana pengaruh NU dalam Pilpres 2024 karena kandidat yang mampu merepresentasikan NU diyakini mampu memenangkan kontestasi pilpres di Jawa Timur,” jelas Arya.

“Jadi preferensi dari tokoh kultural di Jatim yang notabene adalah basis NU dan ada banyak tokoh NU di sana, kiai-kiai yang dihormati dan kata-katanya selalu menjadi rujukan, termasuk pilihan politiknya,” tandasnya. (rud/vga)

JAKARTA – Menteri BUMN Erick Thohir menjadi calon wakil presiden (cawapres) pilihan masyarakat Jawa Timur (Jatim). Salah satu faktornya, Erick Thohir dinilai sebagai figur yang merepresentasikan organisasi Nahdlatul Ulama (NU).

Pada hasil survei terbaru wilayah Jatim yang dirilis oleh lembaga Poltracking Indonesia, elektabilitas cawapres Erick Thohir berada di nomor wahid. Ia digdaya dengan elektabilitas mencapai 14,2 persen.

“Dalam simulasi 15 nama nama Calon Wakil Presiden Indonesia, Erick Thohir memperoleh angka elektabilitas sebesar 14,2 persen. Diikuti Khofifah 13,7 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 7,4 persen, Sandiaga Salahudin Uno 4,9 persen, Puan Maharani 4,3 persen, Tri Rismaharini 3,8 persen dan Ridwan Kamil 3,3 persen,” terang Research Director Poltracking Indonesia, Arya Budi.

Tingginya elektabilitas Erick Thohir di Jatim dikatakan terpengaruh oleh hubungan dekat dengan tokoh-tokoh NU. Erick juga tercatat sebagai Anggota Kehormatan Banser. Seperti diketahui, Banser merupakan sayap dari organisasi Gerakan Pemuda Ansor yang terafiliasi dengan NU.

Apalagi, Erick Thohir juga kerap terlihat akrab dengan Ketua Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf. Terbaru, Erick Thohir dipercaya sebagai Steering Committee (SC) atau Ketua Pengarah Peringatan Harlah ke-100 NU.

Menurut Arya, faktor representasi Erick Thohir sebagai Nahdliyin menjadi salah satu di antara faktor kuat yang menyebabkan elektabilitasnya berkembang pesat di Jatim. Sebab menurutnya, Jatim adalah wilayah yang sangat erat hubungannya dengan kultur NU.

“Menarik, sejauh mana pengaruh NU dalam Pilpres 2024 karena kandidat yang mampu merepresentasikan NU diyakini mampu memenangkan kontestasi pilpres di Jawa Timur,” jelas Arya.

“Jadi preferensi dari tokoh kultural di Jatim yang notabene adalah basis NU dan ada banyak tokoh NU di sana, kiai-kiai yang dihormati dan kata-katanya selalu menjadi rujukan, termasuk pilihan politiknya,” tandasnya. (rud/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/