alexametrics
28 C
Sidoarjo
Tuesday, 21 September 2021

DPRD Sidoarjo Panggil Eksekutif untuk Bahas RS Darurat

SIDOARJO – DPRD Sidoarjo memberikan atensi serius terkait krisis ruang perawatan untuk pasien Covid-19. Hari ini (14/7), DPRD Sidoarjo rencananya menggelar hearing bersama eksekutif dan instansi terkait untuk mempertanyakan kesiapan dalam penyediaan rumah sakit (RS) darurat.

“Besok (hari ini) kami akan panggil semuanya untuk membahas upaya dan tindakan kongkrit dalam mengatasi pandemi ini,” katanya, kemarin (13/7).

Menurut politisi PKB itu, semua warga harus bersama-sama melakukan tindakan pencegahan Covid-19. Termasuk melakukan lokalisir terhadap wilayah dengan status zona merah. “Harus bergerak semua. Lingkungan harus bergerak. Gotong royong untuk lingkungan masing-masing,” sambungnya.

Usman menambahkan, pihaknya juga akan terus mendorong eksekutif agar penanggulangan pandemi Covid-19 bisa cepat tuntas. Termasuk juga saran refokusing anggaran dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang belum mendesak.
“Tindakan preventif dilakukan dengan lokalisir wilayah. Kuratifnya dari desa dengan menyediakan kebutuhan isoman,” urainya.

Sementara itu, Ketua Panitia Kerja (Panja) Penanganan Covid-19 DPRD Sidoarjo, Choirul Hidayat meminta eksekutif semakin fokus untuk menyelamatkan nyawa wargannya yang sedang terpapar Covid-19.
“Pemkab Sidoarjo harus fokus pada penanganan Covid-19, ini situasinya sudah darurat. Jangan biarkan rakyat berjuang sendirian,” tuturnya.

Menurut Dayat, selain vaksinasi, yang harus dilakukan eksekutif ialah mendirikan RS darurat. Karena korban Covid-19 sudah berjatuhan. Termasuk blak-blakan soal ketersediaan bed di RS rujukan. Sehingga tidak mencemaskan masyarakat. (son/vga)

SIDOARJO – DPRD Sidoarjo memberikan atensi serius terkait krisis ruang perawatan untuk pasien Covid-19. Hari ini (14/7), DPRD Sidoarjo rencananya menggelar hearing bersama eksekutif dan instansi terkait untuk mempertanyakan kesiapan dalam penyediaan rumah sakit (RS) darurat.

“Besok (hari ini) kami akan panggil semuanya untuk membahas upaya dan tindakan kongkrit dalam mengatasi pandemi ini,” katanya, kemarin (13/7).

Menurut politisi PKB itu, semua warga harus bersama-sama melakukan tindakan pencegahan Covid-19. Termasuk melakukan lokalisir terhadap wilayah dengan status zona merah. “Harus bergerak semua. Lingkungan harus bergerak. Gotong royong untuk lingkungan masing-masing,” sambungnya.

Usman menambahkan, pihaknya juga akan terus mendorong eksekutif agar penanggulangan pandemi Covid-19 bisa cepat tuntas. Termasuk juga saran refokusing anggaran dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang belum mendesak.
“Tindakan preventif dilakukan dengan lokalisir wilayah. Kuratifnya dari desa dengan menyediakan kebutuhan isoman,” urainya.

Sementara itu, Ketua Panitia Kerja (Panja) Penanganan Covid-19 DPRD Sidoarjo, Choirul Hidayat meminta eksekutif semakin fokus untuk menyelamatkan nyawa wargannya yang sedang terpapar Covid-19.
“Pemkab Sidoarjo harus fokus pada penanganan Covid-19, ini situasinya sudah darurat. Jangan biarkan rakyat berjuang sendirian,” tuturnya.

Menurut Dayat, selain vaksinasi, yang harus dilakukan eksekutif ialah mendirikan RS darurat. Karena korban Covid-19 sudah berjatuhan. Termasuk blak-blakan soal ketersediaan bed di RS rujukan. Sehingga tidak mencemaskan masyarakat. (son/vga)


Berita HITS

Berita Terbaru

Trending Tags