alexametrics
31 C
Sidoarjo
Thursday, 19 May 2022

Rakerda PKS Sidoarjo 2022, Usung Transformasi dan Kolaborasi

SIDOARJO – PKS Sidoarjo menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pada, Minggu (13/3). Kegiatan tersebut untuk menguatkan gaung struktur PKS mulai dari pusat, dengan tajuk “Semangat  Transformasi dan Kolaborasi”. Tema tersebut akan menjadi roh setiap kegiatan PKS Sidoarjo selama setahun ke depan.

Ketua DPD PKS Sidoarjo Deny Haryanto dalam sambutannya menyebutkan, kolaborasi adalah sebuah tuntutan. Sebagai bangsa yang besar dan beragam, yang sebenarnya telah tercermin dalam salah satu identitas budaya bangsa Indonesia, yaitu gotong royong. PKS siap berkolaborasi demi melayani rakyat, baik itu lintas partai, lintas agama, entitas pemerintahan, kampus, dan lainnya.

Deny menambahkan, PKS ingin membangun budaya politik kebangsaan. Walaupun secara sikap politik PKS berada sebagai oposisi, tapi PKS tetap bisa berkolaborasi untuk banyak hal. Hal tersebut telah dibuktikan di banyak kegiatan. Termasuk ketika penanganan Covid-19,  PKS Sidoarjo bekerjasama dengan Dinkes Sidoarjo mendistribusikan vaksin. Juga dengan PMI Sidoarjo menyelenggarakan kegiatan donor konvalesen.

Ada juga kegiatan penanganan bencana, yang memerlukan kerjasama seluruh elemen masyarakat, PKS rutin terlibat.

“Melalui acara Rakerda ini, kami menghadirkan kesenian masyarakat. Penampilan tersebut memiliki pesan, bahwa dalam memajukan Sidoarjo, kami siap kolaborasi dengan siapapun,” kata Deny.

Dalam hal transformasi, PKS Sidoarjo juga berkomitmen mengedepankan pemanfaatan teknologi dan media sosial. Tahun lalu, PKS Sidoarjo telah melaunching Whatsapp Hotline di Hari Aspirasi. Dengan bantuan teknologi tersebut, masyarakat Sidoarjo mudah menyampaikan aspirasinya kapanpun dan dimanapun.

Selain itu, pendaftaran anggota PKS saat ini dapat dilakukan secara daring, yang berlanjut dengan terobosan metode penjaringan Bakal Calon Anggota Dewan (BCAD) menggunakan aplikasi PKS BCAD. Fasilitas digital ini memungkinkan anggota PKS menjaring sebanyak mungkin calon anggota legislatif yang berkualitas dari pusat hingga daerah dengan gawainya masing-masing.

“Pemanfaatan teknologi atau transformasi digital pada esensinya adalah soal kemudahan akses dan transparansi,” ujar Deny.

PKS ingin upaya tersebut membuka peluang partisipasi yang lebih luas. Sehingga politik di Indonesia menjadi relevan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali dalam sambutannya menyampaikan, di era saat ini, suasana pertarungan tak lagi relevan. Terutama soal pemulihan ekonomi pasca Covid-19. Tuntutannya adalah kolaborasi, termasuk oleh partai politik yang punya tugas edukasi masyakarat. Minimnya kolaborasi yang berisiko memperlambat pemulihan.

“Minimarket yang selalu ada berdekatan atau bahkan bersebelahan itu sebenarnya esensinya bukan rivalitas, tapi justru kolaborasi dalam menumbuhkan pasar,” ujar Muhdlor memberi contoh.

Selain dihadiri Bupati, Rakerda PKS juga dihadiri oleh para pimpinan partai politik di Sidoarjo. (nis/vga)

SIDOARJO – PKS Sidoarjo menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pada, Minggu (13/3). Kegiatan tersebut untuk menguatkan gaung struktur PKS mulai dari pusat, dengan tajuk “Semangat  Transformasi dan Kolaborasi”. Tema tersebut akan menjadi roh setiap kegiatan PKS Sidoarjo selama setahun ke depan.

Ketua DPD PKS Sidoarjo Deny Haryanto dalam sambutannya menyebutkan, kolaborasi adalah sebuah tuntutan. Sebagai bangsa yang besar dan beragam, yang sebenarnya telah tercermin dalam salah satu identitas budaya bangsa Indonesia, yaitu gotong royong. PKS siap berkolaborasi demi melayani rakyat, baik itu lintas partai, lintas agama, entitas pemerintahan, kampus, dan lainnya.

Deny menambahkan, PKS ingin membangun budaya politik kebangsaan. Walaupun secara sikap politik PKS berada sebagai oposisi, tapi PKS tetap bisa berkolaborasi untuk banyak hal. Hal tersebut telah dibuktikan di banyak kegiatan. Termasuk ketika penanganan Covid-19,  PKS Sidoarjo bekerjasama dengan Dinkes Sidoarjo mendistribusikan vaksin. Juga dengan PMI Sidoarjo menyelenggarakan kegiatan donor konvalesen.

Ada juga kegiatan penanganan bencana, yang memerlukan kerjasama seluruh elemen masyarakat, PKS rutin terlibat.

“Melalui acara Rakerda ini, kami menghadirkan kesenian masyarakat. Penampilan tersebut memiliki pesan, bahwa dalam memajukan Sidoarjo, kami siap kolaborasi dengan siapapun,” kata Deny.

Dalam hal transformasi, PKS Sidoarjo juga berkomitmen mengedepankan pemanfaatan teknologi dan media sosial. Tahun lalu, PKS Sidoarjo telah melaunching Whatsapp Hotline di Hari Aspirasi. Dengan bantuan teknologi tersebut, masyarakat Sidoarjo mudah menyampaikan aspirasinya kapanpun dan dimanapun.

Selain itu, pendaftaran anggota PKS saat ini dapat dilakukan secara daring, yang berlanjut dengan terobosan metode penjaringan Bakal Calon Anggota Dewan (BCAD) menggunakan aplikasi PKS BCAD. Fasilitas digital ini memungkinkan anggota PKS menjaring sebanyak mungkin calon anggota legislatif yang berkualitas dari pusat hingga daerah dengan gawainya masing-masing.

“Pemanfaatan teknologi atau transformasi digital pada esensinya adalah soal kemudahan akses dan transparansi,” ujar Deny.

PKS ingin upaya tersebut membuka peluang partisipasi yang lebih luas. Sehingga politik di Indonesia menjadi relevan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali dalam sambutannya menyampaikan, di era saat ini, suasana pertarungan tak lagi relevan. Terutama soal pemulihan ekonomi pasca Covid-19. Tuntutannya adalah kolaborasi, termasuk oleh partai politik yang punya tugas edukasi masyakarat. Minimnya kolaborasi yang berisiko memperlambat pemulihan.

“Minimarket yang selalu ada berdekatan atau bahkan bersebelahan itu sebenarnya esensinya bukan rivalitas, tapi justru kolaborasi dalam menumbuhkan pasar,” ujar Muhdlor memberi contoh.

Selain dihadiri Bupati, Rakerda PKS juga dihadiri oleh para pimpinan partai politik di Sidoarjo. (nis/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/