alexametrics
25 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

Erick Thohir Sosok yang Peduli Terhadap Perkembangan Pesantren

PASURUAN – Menteri BUMN Erick Thohir memberikan perhatian khusus kepada pesantren untuk berkembang. Banyak program digagas Erick Thohir untuk membuat pesantren bisa mandiri.

“Bapak Erick Thohir selaku Menteri BUMN yang mana beliau cukup memberikan perhatian kepada seluruh pesantren yang ada di Indonesia dan tentunya ini adalah suatu hal yang luar biasa untuk pengembangan perekonomian di pesantren,” kata pengasuh Pesantren Putri KH Wachid Hasyim Bangil, Pasuruan.

Gus Wildan, sapaan akrab KH Ahmad Wildan Khoiron, menilai Erick Thohir sosok yang mau memberikan perhatian kepada pesantren. Sehingga menurutnya, Erick Thohir layak jika didukung maju menjadi capres 2024.

“Pak Erick Thohir ini adalah sosok yang luar biasa, sosok yang kompeten, sosok yang cakap untuk memimpin dan kami berharap ke depannya beliau menjadi pemimpin terbaik, ideal untuk negara Indonesia,” ungkapnya.

Di bawah kepemimpinan Erick Thohir, Kementerian BUMN telah merancang beberapa program khusus. Salah satunya BUMNU (Badan Usaha Milik Nahdlatul Ulama), merupakan program kolaborasi antara BUMN dan unit usaha di bawah Ormas NU, yang diluncurkan pada akhir Februari 2022, saat peringatan hari lahir NU ke-99.

Program tersebut dimulai dari pendirian 250 badan usaha. Erick tentu berharap BUMNU yang dimentori oleh BUMN dapat menjadi faktor pendorong perekonomian umat berbasis pesantren.

Ada pula Program Santripreneur dan Santri Magang di BUMN, yang diharapkan dapat memberdayakan para santri dalam pengembangan ekosistem bisnis dan ekonomi syariah melalui perspektif ilmu fiqih yang dikuasai.

Kemudian, Program Makmur yang menyasar sektor agribisnis. Dalam program ini, santri dapat menjadi petani mandiri setelah diberi pendampingan, akses pembiayaan, dan pasar yang dituju. Program Makmur diharapkan dapat membina dan membantu petani maupun kalangan pesantren dalam pengembangan kapasitas bisnis.

Beberapa program ini dilengkapi dengan program vokasi melalui tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) di 15 pesantren sebagai percontohan. Selain itu, ada juga program beasiswa pendidikan S2 yang dapat diikuti guru dan pengajar di pesantren. (rud/vga)

PASURUAN – Menteri BUMN Erick Thohir memberikan perhatian khusus kepada pesantren untuk berkembang. Banyak program digagas Erick Thohir untuk membuat pesantren bisa mandiri.

“Bapak Erick Thohir selaku Menteri BUMN yang mana beliau cukup memberikan perhatian kepada seluruh pesantren yang ada di Indonesia dan tentunya ini adalah suatu hal yang luar biasa untuk pengembangan perekonomian di pesantren,” kata pengasuh Pesantren Putri KH Wachid Hasyim Bangil, Pasuruan.

Gus Wildan, sapaan akrab KH Ahmad Wildan Khoiron, menilai Erick Thohir sosok yang mau memberikan perhatian kepada pesantren. Sehingga menurutnya, Erick Thohir layak jika didukung maju menjadi capres 2024.

“Pak Erick Thohir ini adalah sosok yang luar biasa, sosok yang kompeten, sosok yang cakap untuk memimpin dan kami berharap ke depannya beliau menjadi pemimpin terbaik, ideal untuk negara Indonesia,” ungkapnya.

Di bawah kepemimpinan Erick Thohir, Kementerian BUMN telah merancang beberapa program khusus. Salah satunya BUMNU (Badan Usaha Milik Nahdlatul Ulama), merupakan program kolaborasi antara BUMN dan unit usaha di bawah Ormas NU, yang diluncurkan pada akhir Februari 2022, saat peringatan hari lahir NU ke-99.

Program tersebut dimulai dari pendirian 250 badan usaha. Erick tentu berharap BUMNU yang dimentori oleh BUMN dapat menjadi faktor pendorong perekonomian umat berbasis pesantren.

Ada pula Program Santripreneur dan Santri Magang di BUMN, yang diharapkan dapat memberdayakan para santri dalam pengembangan ekosistem bisnis dan ekonomi syariah melalui perspektif ilmu fiqih yang dikuasai.

Kemudian, Program Makmur yang menyasar sektor agribisnis. Dalam program ini, santri dapat menjadi petani mandiri setelah diberi pendampingan, akses pembiayaan, dan pasar yang dituju. Program Makmur diharapkan dapat membina dan membantu petani maupun kalangan pesantren dalam pengembangan kapasitas bisnis.

Beberapa program ini dilengkapi dengan program vokasi melalui tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) di 15 pesantren sebagai percontohan. Selain itu, ada juga program beasiswa pendidikan S2 yang dapat diikuti guru dan pengajar di pesantren. (rud/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/