alexametrics
27 C
Sidoarjo
Wednesday, 17 August 2022

Erick Thohir Dampingi Presiden Jokowi di Abu Dhabi untuk Kerjasama Ekonomi

JAKARTA – Menteri BUMN, Erick Thohir salah satu menteri pendamping dalam lawatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Uni Emirat Arab (UEA). Erick Thohir menyatakan lawatan kali adalah upaya pemerintah Indonesia untuk mempererat hubungan kerja sama antar dua negara.

Dalam lawatan kali ini, ia juga menyatakan investor dan pengusaha UEA optimis untuk terus menjalin kerja sama bilateral yang sama-sama menguntungkan.

“Alhamdulillah tadi pertemuan Bapak Presiden dengan beberapa perusahaan investasi dari Abu Dhabi, mereka sangat optimistis bekerja sama dalam beberapa proyek yang bisa disinergikan antara UAE, dengan Indonesia,” tutur Erick Thohir di Hotel Emirates Palace, Abu Dhabi, UEA.

Menteri kepercayaan Presiden Jokowi ini kemudan membeberkan terdapat empat poin yang menjadi pembahasan utama dalam pertemuan tersebut yakni kerja sama di bidang logistik udara, Ibu Kota Nusantara (IKN), pembangunan wisata laut dalam konteks ekonomi biru, dan perbandingan kebijakan keuangan Indonesia dengan banyak negara.

Erick Thohir menjelaskan kerja sama Indonesia bersama UEA bisa menjadi sangat strategis di tengah ketidakjelasan rantai pasok dan logistik dunia. Mengingat potensi SDA seperti energi hingga pangan yang dimiliki Indonesia, posisi nusantara menjadi sangat strategis dalam peta rantai pasok dan logistik dunia.

Dengan peningkatan peran sentral Indonesia ini, masyarakat juga akan mendapatkan banyak manfaat. Salah satu di anatranya adalah dengan pembukaan lapangan kerja baru.

“Secara bersamaan UAE ini bisa menjadi jendela untuk Indonesia untuk melakukan transaksional dari barang-barang kita ke luar negeri. Ini juga jadi bagian pembukaan lapangan kerja yang sangat besar untuk Indonesia dan tentu bagaimana kita bisa memaksimalkan kerja sama ekonomi,” pungkas Erick Thohir.

Seperti diketahui, para pengusaha dan investor yang hadir dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi antara lain National Security Advisor Sheikh Tahnoun bin Zayed Al Nahyan, CEO Abu Dhabi Holding Mohamed Hassan Al Suwaidi, dan Executive Director Lulu Group Ashraf Ali.

Selain itu, sebelumnya Erick Thohir juga telah bertemu beberapa petinggi perusahaan di Abu Dhabi untuk melakukan kolaborasi bersama BUMN. Di antaranya adalah Direktur Utama DP World Sultan Ahmed bin Sulayem dan Direktur Utama Etihad, H.E Mohammed Ali Al Shorafa. (rud/vga)

JAKARTA – Menteri BUMN, Erick Thohir salah satu menteri pendamping dalam lawatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Uni Emirat Arab (UEA). Erick Thohir menyatakan lawatan kali adalah upaya pemerintah Indonesia untuk mempererat hubungan kerja sama antar dua negara.

Dalam lawatan kali ini, ia juga menyatakan investor dan pengusaha UEA optimis untuk terus menjalin kerja sama bilateral yang sama-sama menguntungkan.

“Alhamdulillah tadi pertemuan Bapak Presiden dengan beberapa perusahaan investasi dari Abu Dhabi, mereka sangat optimistis bekerja sama dalam beberapa proyek yang bisa disinergikan antara UAE, dengan Indonesia,” tutur Erick Thohir di Hotel Emirates Palace, Abu Dhabi, UEA.

Menteri kepercayaan Presiden Jokowi ini kemudan membeberkan terdapat empat poin yang menjadi pembahasan utama dalam pertemuan tersebut yakni kerja sama di bidang logistik udara, Ibu Kota Nusantara (IKN), pembangunan wisata laut dalam konteks ekonomi biru, dan perbandingan kebijakan keuangan Indonesia dengan banyak negara.

Erick Thohir menjelaskan kerja sama Indonesia bersama UEA bisa menjadi sangat strategis di tengah ketidakjelasan rantai pasok dan logistik dunia. Mengingat potensi SDA seperti energi hingga pangan yang dimiliki Indonesia, posisi nusantara menjadi sangat strategis dalam peta rantai pasok dan logistik dunia.

Dengan peningkatan peran sentral Indonesia ini, masyarakat juga akan mendapatkan banyak manfaat. Salah satu di anatranya adalah dengan pembukaan lapangan kerja baru.

“Secara bersamaan UAE ini bisa menjadi jendela untuk Indonesia untuk melakukan transaksional dari barang-barang kita ke luar negeri. Ini juga jadi bagian pembukaan lapangan kerja yang sangat besar untuk Indonesia dan tentu bagaimana kita bisa memaksimalkan kerja sama ekonomi,” pungkas Erick Thohir.

Seperti diketahui, para pengusaha dan investor yang hadir dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi antara lain National Security Advisor Sheikh Tahnoun bin Zayed Al Nahyan, CEO Abu Dhabi Holding Mohamed Hassan Al Suwaidi, dan Executive Director Lulu Group Ashraf Ali.

Selain itu, sebelumnya Erick Thohir juga telah bertemu beberapa petinggi perusahaan di Abu Dhabi untuk melakukan kolaborasi bersama BUMN. Di antaranya adalah Direktur Utama DP World Sultan Ahmed bin Sulayem dan Direktur Utama Etihad, H.E Mohammed Ali Al Shorafa. (rud/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/