Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Kepala Desa Larangan, Candi, Sidoarjo, Agus Siswanto, Membangun dan Melayani Masyarakat Desa Larangan

M Saiful Rohman • Sabtu, 30 Desember 2023 | 01:31 WIB
Kepala Desa Larangan, Candi, Agus Siswanto.
Kepala Desa Larangan, Candi, Agus Siswanto.

SIDOARJO – Agus Siswanto terpilih dan dilantik pada tanggal 9 Mei 2018 oleh Bupati Sidoarjo sebagai Kepala Desa Larangan, Kecamatan Candi. Sejak saat itu ia ingin memperbaiki Desa Larangan untuk menjadi lebih baik. Salah satunya terkait pelayanan terhadap masyarakat.

Agus memanfaatkan aplikasi Sipraja yakni aplikasi buatan Pemkab Sidoarjo dalam membantu masyarakat pada masalah administrasi. Melalui aplikasi tersebut ia mampu memberikan pelayanan yang lebih prima. Dimanapun dan kapanpun dirinya siap hadir melayani masyarakat.

Kemudian ia juga sangat fokus pada kondisi lingkungan. Terlebih dengan majunya tingkat teknologi di segala bidang. Membuat dirinya tertantang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan yang bersih.

Di RW 9 pada 2018 Perumahan Mutiara Citra Graha Larangan pernah mendapatkan penghargaan dari Program Kampung Iklim (Proklim) Nasional. Ia selalu mendukung penuh aksi masyarakat yang menjaga lingkungan. Sehingga ia langsung memberikan bantuan klaster satu unit mesin penghancur daun.

“Disana sampah tidak boleh dibakar, daun nantinya akan diolah menjadi pupuk,” ucapnya.

Pupuk yang dihasilkan nantinya akan digunakan untuk tanaman warga. Karena hal tersebut pada tahun 2019 ia bersama Ketua RW mendapatkan penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Tak hanya itu ditahun tersebut juga ia bersama ketua RW mendapatkan penghargaan program lestari dari KLH.

Desa Larangan termasuk yang mendongkrak penilaian Kabupaten Sidoarjo dalam mendapatkan penghargaan adipura. Banyak tanaman yang dilestarikan seperti butorantas dan berbagai tanaman herbal lainnya. Selain itu dirinya juga mendukung akan adanya Sollar Cell (Pembangkit Listrik Tenaga Matahari, red). Sehingga pada tahun 2022 ia memberikan satu unit untuk menerangi satu titik yang gelap.

Kemudian ia juga sangat memperhatikan aspek keamanan lingkungan warga. Karena itu ia memasang 9 CCTV diberbagai tempat. Baginya semua itu dilakukan demi keamanan dan kenyamanan warga Desa Larangan.

Tidak hanya itu ia juga sangat getol dalam menjaga cagar budaya yang ada di Desa Larangan. Seperti terhadap pembabat alas desa, Mbah Sampurno, Mbah Stat, Mbah Sindu ataupun tokohlainnya ia perbaiki makamnya. Hal tersebut dilakukan untuk menghidupkan wisata religi dan menjadi pengingat bagi masyarakat agar tak melupakan sejarah.

Dia juga sangat perhatian terhadap kesehatan warga. Terlebih terkait stunting yang menjadi momok bagi Kabupaten Sidoarjo. Pada 2022 stunting di Desa Larangan sangat tinggi. Terdapat 60an bayi terkena gizi buruk.

Melihat kondisi tersebut ia pun khawatir jika masa depan anak-anak Desa Larangan kurang baik. Sehingga ia pun langsung bergerak salah satunya membangun 12 unit Septic Tank komunal untuk warga bantaran sungai.

Setiap Septic Tank tersebut digunakan lima hingga enam rumah warga. Setiap kotoran yang masuk ke Septic Tank nantinya terproses dan keluarnya akan lebih bersih.

“Alhamdulillah cukup berhasil menekan angka stunting, itu salah satu kebanggaan saya, karena saya telah merubah masyarakat yang buang air sembarangan di kali,” tutupnya. (sai/nug)

Editor : Vega Dwi Arista
#Masyarakat #desa larangan #Candi #Pelayanan