alexametrics
24 C
Sidoarjo
Wednesday, 17 August 2022

Bursa Kerja Khusus di SMKN 3 Buduran Diserbu Alumni

SIDOARJO – Upaya menekan pengangguran terus dilakukan Pemkab Sidoarjo dengan menggelar Bursa Kerja Khusus (BKK). Rabu (29/6) kegiatan tersebut digelar di SMKN 3 Buduran. Banyak alumni yang memanfaatkan kegiatan itu untuk mencari kerja.

Kepala SMK Negeri 3 Buduran Eko Budi Agus Priatna mengatakan, BKK atau job matching mempertemukan perusahaan penyedia pekerjaan dan para pencari kerja. Menurut dia, alumni membutuhkan kegiatan tersebut. Perusahaan datang bertemu dan mewawancarai langsung para pencari kerja. Alumni yang hadir pun juga bisa melihat langsung peluang lapangan kerja apa yang tersedia. Diakuinya, selama ini yang terserap sekitar 70 persen siswa.

Dia pun berharap kegiatan tersebut terus dilakukan secara berkelanjutan. ”Sebab sangat membantu proses penempatan alumni sebagai tenaga kerja baik yang sesuai dengan kompetensi atau tidak,” katanya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sidoarjo Fenny Apridawati mengatakan, lulusan SMK menjadi tanggung jawab Pemkab Sidoarjo. Sehingga jangan sampai menambah angka pengangguran. Untuk itu upaya yang dilakukan pemkab adalah dengan menggelar BKK tersebut.

Diakuinya, antusiasme program BKK sangat tinggi. Baik dari perusahaan maupun pencari kerjanya. ”Semoga terus berlanjut dan membawa manfaat bagi kedua pihak,” ujarnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Wakil Ketua DPRD Sidoarjo Emir Firdaus. Dia berharap BKK bisa diperbanyak programnya. Karena mampu mempertemukan pencari dan penerima kerja. Dampaknya bisa menekan angka pengangguran. ”Harus ada fasilitator yang menempatkan mereka,” pungkasnya. (nis/vga)

SIDOARJO – Upaya menekan pengangguran terus dilakukan Pemkab Sidoarjo dengan menggelar Bursa Kerja Khusus (BKK). Rabu (29/6) kegiatan tersebut digelar di SMKN 3 Buduran. Banyak alumni yang memanfaatkan kegiatan itu untuk mencari kerja.

Kepala SMK Negeri 3 Buduran Eko Budi Agus Priatna mengatakan, BKK atau job matching mempertemukan perusahaan penyedia pekerjaan dan para pencari kerja. Menurut dia, alumni membutuhkan kegiatan tersebut. Perusahaan datang bertemu dan mewawancarai langsung para pencari kerja. Alumni yang hadir pun juga bisa melihat langsung peluang lapangan kerja apa yang tersedia. Diakuinya, selama ini yang terserap sekitar 70 persen siswa.

Dia pun berharap kegiatan tersebut terus dilakukan secara berkelanjutan. ”Sebab sangat membantu proses penempatan alumni sebagai tenaga kerja baik yang sesuai dengan kompetensi atau tidak,” katanya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sidoarjo Fenny Apridawati mengatakan, lulusan SMK menjadi tanggung jawab Pemkab Sidoarjo. Sehingga jangan sampai menambah angka pengangguran. Untuk itu upaya yang dilakukan pemkab adalah dengan menggelar BKK tersebut.

Diakuinya, antusiasme program BKK sangat tinggi. Baik dari perusahaan maupun pencari kerjanya. ”Semoga terus berlanjut dan membawa manfaat bagi kedua pihak,” ujarnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Wakil Ketua DPRD Sidoarjo Emir Firdaus. Dia berharap BKK bisa diperbanyak programnya. Karena mampu mempertemukan pencari dan penerima kerja. Dampaknya bisa menekan angka pengangguran. ”Harus ada fasilitator yang menempatkan mereka,” pungkasnya. (nis/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/