alexametrics
28 C
Sidoarjo
Sunday, 3 July 2022

Membanggakan, Smamda Sidoarjo Wisuda 467 Siswanya, Puluhan Siswa Masuk SNMPTN

SIDOARJO – SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo (Smamda) menggelar prosesi wisuda ke-43 di Aula KH AR Fachruddin, Kamis (26/5). Para siswa yang diwisuda sebanyak 467 siswa yang terdiri 28 siswa IBB, 303 siswa MIPA, dan 136 siswa IPS. Proses wisuda ini dipimpin langsung oleh Kepala Smamda Sidoarjo, Wigatiningsih, M.Pd.

Dalam  sambutanya, Wigatiningsih yang juga Ketua MKKS Sekolah Swasta Sidoarjo ini menegaskan bahwa, Smamda telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari sejarah pendidikan di Sidoarjo. Terlebih di usia 46 tahun, Smamda semakin konsisten terhadap visinya.

“Adapun visi Smamda yang pertama, menghasilkan lulusan yang menguasai IPTEK berlandaskan nilai-nilai Islam. Kedua, mewujudkan sekolah berkarakter berlandaskan nilai-nilai Islam dan spirit ber-Muhammadiyah. Ketiga, mewujudkan kemandirian sekolah dan tata kelola yang profesional. Keempat, meningkatkan prestasi akademik dan non akademik guru, tenaga kependidikan dan siswa. Kelima, meningkatkan kerjasama sekolah dan lembaga lain di dalam dan di luar negeri,” ungkapnya.

Wigatiningsih juga menyampaikan selamat kepada wisudawan yang telah berhasil menuntaskan kegiatan pembelajaran.

“Semoga lulusan Smamda dapat mengamalkan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di bangku sekolah, sehingga dapat bermanfaat bagi kepentingan bangsa, agama dan negara. Ingat khoirunnas anfauhum linnas yakni sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain,” pesan ibu dua anak itu.

“Langkahkan kakimu menuju cita-cita tertinggi, menjadi orang sukses di bidangnya masing-masing namun tetap menjalankan agama dan syariat yang dibekalkan oleh kalian. Sehingga dimanapun kalian berada senantiasa mendapatkan perlindungan dari Allah SWT. Saya titip jaga nama baik kalian, orang tua kalian dan alamamater kalian, karena bagaimanapun semua itu adalah bagian dari perjalanan hidup kalian,” imbuhnya.

Puluhan Siswa Masuk Jalur SNMPTN

Sementara itu, dalam wisuda ini disebutkan 39 yang sudah diterima di sejumlah perguruan negeri ternama tanpa tes. Para siswa ini masuk perguruan tinggi negeri ternama, melalui dua jalur seleksi. Yakni Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan program seleksi Prestasi dan Pemerataan Kesempatan Belajar (PPKB).

Kampus itu seperti di Universitas Brawijaya (UB) Malang, Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Universitas Negeri Jember (Unej), Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung, Universitas Indonesia (UI) serta Institut Teknologi Bandung (ITB). Selain itu, juga ada di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Negeri Malang (UNM), Universitas Diponegoro (Undip) Semarang dan Universitas Negeri Trunojoyo Madura.

Satu siswa diterima di dua kampus PTN ternama, Mazaya Candra Aqila Huda dari kelas XII IBB. Menurut pengakuannya ia sempat menangis kebingungan. Harus memilih yang mana antara UI dan Unpad, dengan prodi sama, Sastra Perancis Fakultas Ilmu Bahasa (FIB). Sebuah jurusan yang sudah didambakan sejak awal.

Remaja yang kerap disapa Aya ini mengaku diterima Unpad melalui jalur SNMPTN 2022. Sedangkan di UI melalui program seleksi PPKB.

“Saya akhirnya harus memilih UI karena peringkatnya lebih tinggi dari Unpad. Begitu juga saran guru, teman dan orang tua mengarahkan untuk memilih di UI,” ungkap siswi yang suka main musik itu.

“Sebenarnya nilai saya standar saja, tapi dalam esai saya tertulis bahwa saya bercita-cita ingin menjadi diplomat atau masuk dalam organisasi UNESCO. Mungkin hal itu yang menjadikan pertimbangan khusus bagi penyeleksi untuk menerima Saya. Makanya Saya akan mendalami lagi Bahasa Inggris dan Perancis saat di kampus nanti. Semoga semua dimudahkan sama Allah SWT,” ucapnya. (vga)

SIDOARJO – SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo (Smamda) menggelar prosesi wisuda ke-43 di Aula KH AR Fachruddin, Kamis (26/5). Para siswa yang diwisuda sebanyak 467 siswa yang terdiri 28 siswa IBB, 303 siswa MIPA, dan 136 siswa IPS. Proses wisuda ini dipimpin langsung oleh Kepala Smamda Sidoarjo, Wigatiningsih, M.Pd.

Dalam  sambutanya, Wigatiningsih yang juga Ketua MKKS Sekolah Swasta Sidoarjo ini menegaskan bahwa, Smamda telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari sejarah pendidikan di Sidoarjo. Terlebih di usia 46 tahun, Smamda semakin konsisten terhadap visinya.

“Adapun visi Smamda yang pertama, menghasilkan lulusan yang menguasai IPTEK berlandaskan nilai-nilai Islam. Kedua, mewujudkan sekolah berkarakter berlandaskan nilai-nilai Islam dan spirit ber-Muhammadiyah. Ketiga, mewujudkan kemandirian sekolah dan tata kelola yang profesional. Keempat, meningkatkan prestasi akademik dan non akademik guru, tenaga kependidikan dan siswa. Kelima, meningkatkan kerjasama sekolah dan lembaga lain di dalam dan di luar negeri,” ungkapnya.

Wigatiningsih juga menyampaikan selamat kepada wisudawan yang telah berhasil menuntaskan kegiatan pembelajaran.

“Semoga lulusan Smamda dapat mengamalkan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di bangku sekolah, sehingga dapat bermanfaat bagi kepentingan bangsa, agama dan negara. Ingat khoirunnas anfauhum linnas yakni sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain,” pesan ibu dua anak itu.

“Langkahkan kakimu menuju cita-cita tertinggi, menjadi orang sukses di bidangnya masing-masing namun tetap menjalankan agama dan syariat yang dibekalkan oleh kalian. Sehingga dimanapun kalian berada senantiasa mendapatkan perlindungan dari Allah SWT. Saya titip jaga nama baik kalian, orang tua kalian dan alamamater kalian, karena bagaimanapun semua itu adalah bagian dari perjalanan hidup kalian,” imbuhnya.

Puluhan Siswa Masuk Jalur SNMPTN

Sementara itu, dalam wisuda ini disebutkan 39 yang sudah diterima di sejumlah perguruan negeri ternama tanpa tes. Para siswa ini masuk perguruan tinggi negeri ternama, melalui dua jalur seleksi. Yakni Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan program seleksi Prestasi dan Pemerataan Kesempatan Belajar (PPKB).

Kampus itu seperti di Universitas Brawijaya (UB) Malang, Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Universitas Negeri Jember (Unej), Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung, Universitas Indonesia (UI) serta Institut Teknologi Bandung (ITB). Selain itu, juga ada di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Negeri Malang (UNM), Universitas Diponegoro (Undip) Semarang dan Universitas Negeri Trunojoyo Madura.

Satu siswa diterima di dua kampus PTN ternama, Mazaya Candra Aqila Huda dari kelas XII IBB. Menurut pengakuannya ia sempat menangis kebingungan. Harus memilih yang mana antara UI dan Unpad, dengan prodi sama, Sastra Perancis Fakultas Ilmu Bahasa (FIB). Sebuah jurusan yang sudah didambakan sejak awal.

Remaja yang kerap disapa Aya ini mengaku diterima Unpad melalui jalur SNMPTN 2022. Sedangkan di UI melalui program seleksi PPKB.

“Saya akhirnya harus memilih UI karena peringkatnya lebih tinggi dari Unpad. Begitu juga saran guru, teman dan orang tua mengarahkan untuk memilih di UI,” ungkap siswi yang suka main musik itu.

“Sebenarnya nilai saya standar saja, tapi dalam esai saya tertulis bahwa saya bercita-cita ingin menjadi diplomat atau masuk dalam organisasi UNESCO. Mungkin hal itu yang menjadikan pertimbangan khusus bagi penyeleksi untuk menerima Saya. Makanya Saya akan mendalami lagi Bahasa Inggris dan Perancis saat di kampus nanti. Semoga semua dimudahkan sama Allah SWT,” ucapnya. (vga)

Most Read

Berita Terbaru


/