alexametrics
27 C
Sidoarjo
Wednesday, 17 August 2022

Waow, LSM Mutiara Rindang Bangun Perpustakaan Ramah Anak SDN Terung Wetan

SIDOARJO – LSM Mutiara Rindang terus bergerak untuk meningkatkan literasi pada anak. Salah satunya dengan turut membangun Perpustakaan Ramah Anak SDN Terung Wetan, Kecamatan Krian.

Perpustakaan yang dulunya kurang menarik untuk didatangi, kini telah disulap menjadi tempat membaca yang menyenangkan. Beragam jenis buku tertata rapi di rak, dinding perpustakaan didekorasi dengan cat dan gambar yang menarik. Serta ada karpet sebagai tempat duduk yang nyaman untuk membaca.

Kepala SDN Terung Wetan, Riris Estri Lestari mengungkapkan, sebelum Mutiara Rindang datang, pihak sekolah masih dengan asal menata buku di perpustakaan. “Asal ditumpuk, tanpa desain tertentu,” katanya.

Kepala SDN Terung Wetan, Riris Estri Lestari. (HENDRIK MUCHLISON/RADAR SIDOARJO)

Riris melanjutkan, dari sisi kualitas buku, pihak sekolah juga masih belum terlalu memperhatikan. Bahkan saat itu masih ada buku yang secara konten belum tepat untuk anak usia SD. Misalnya buku cara berternak lele, cara berwirausaha, atau cara berkebun.

“Kami tidak terpikirkan perlu menyediakan buku sesuai perkembangan siswa. Kami baru paham dari Mutiara Rindang,” imbuhnya.

Karena itu pihak sekolah sangat menyambut baik langkah Mutiara Rindang dalam perannya membangun Perpustakaan Ramah Anak di sekolah. Di samping itu, langkah perbaikan pada perpustakaan sekolah itu juga memberikan efek positif pada siswa. Sekarang, siswa lebih antusias untuk datang ke perpustakaan.

Untuk menampung antusiasme siswa berkunjung ke perpustakaan, pihak sekolah juga membuat jadwal khusus. Caranya dengan jadwal bergilir setiap kelas dari Senin sampai Sabtu.

Guru Kelas 6, Ifa Lutfiah Hanim juga merespon baik program dari Mutiara Rindang itu. Menurutnya, siswa yang lebih antusias ke perpustakaan juga dapat meningkatkan prestasi mereka khususnya dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia.

“Siswa kadang minta jadwal lebih dari yang sudah dijadwalkan ,” imbuhnya.

Senada dengan itu, Hartatik, guru kelas 4 juga mengaku cukup terbantu dengan adanya Perpustakaan Ramah Anak dari Mutiara Rindang. Hal itu mampu meningkatkan minat membaca siswa. “Bukunya banyak, bergambar lucu, sehingga anak-anak senang membaca,” sambungnya.

MENYENANGKAN: Siswa SDN Terung Wetan sedang mendengarkan Hartatik, guru kelas 4 yang sedang bercerita di perpustakaan sekolah. (HENDRIK MUCHLISON/RADAR SIDOARJO)

Direktur LSM Mutiara Rindang, Kuswanto menambahkan, program Perpustakaan Ramah Anak itu sudah dibangun sejak 2017 lalu. Mutiara Rindang telah bermitra dengan 50 sekolah di Sidoarjo. Tahun ini ada tambahan 66 sekolah lagi. Salah satunya di SDN Terung Wetan, Krian.

“Jadi ada di hampir semua kecamatan di Sidoarjo. Paling banyak masih di Waru dan Sidoarjo,” terangnya.

Kuswanto menguraikan, tujuan utama dari program itu adalah untuk membantu pemerintah dalam program literasi terhadap anak. “Harapannya anak-anak bisa mengakses buku cerita bermutu melalui kegiatan membaca yang terprogram,” imbuhnya.

Dalam program ini, Mutiara Rindang membantu sejumlah perubahan dalam perpustakaan sekolah. Mulai dari renovasi ringan, penambahan koleksi buku, hingga pelatihan dalam pengelolaan perpustakaan. (son/vga)

SIDOARJO – LSM Mutiara Rindang terus bergerak untuk meningkatkan literasi pada anak. Salah satunya dengan turut membangun Perpustakaan Ramah Anak SDN Terung Wetan, Kecamatan Krian.

Perpustakaan yang dulunya kurang menarik untuk didatangi, kini telah disulap menjadi tempat membaca yang menyenangkan. Beragam jenis buku tertata rapi di rak, dinding perpustakaan didekorasi dengan cat dan gambar yang menarik. Serta ada karpet sebagai tempat duduk yang nyaman untuk membaca.

Kepala SDN Terung Wetan, Riris Estri Lestari mengungkapkan, sebelum Mutiara Rindang datang, pihak sekolah masih dengan asal menata buku di perpustakaan. “Asal ditumpuk, tanpa desain tertentu,” katanya.

Kepala SDN Terung Wetan, Riris Estri Lestari. (HENDRIK MUCHLISON/RADAR SIDOARJO)

Riris melanjutkan, dari sisi kualitas buku, pihak sekolah juga masih belum terlalu memperhatikan. Bahkan saat itu masih ada buku yang secara konten belum tepat untuk anak usia SD. Misalnya buku cara berternak lele, cara berwirausaha, atau cara berkebun.

“Kami tidak terpikirkan perlu menyediakan buku sesuai perkembangan siswa. Kami baru paham dari Mutiara Rindang,” imbuhnya.

Karena itu pihak sekolah sangat menyambut baik langkah Mutiara Rindang dalam perannya membangun Perpustakaan Ramah Anak di sekolah. Di samping itu, langkah perbaikan pada perpustakaan sekolah itu juga memberikan efek positif pada siswa. Sekarang, siswa lebih antusias untuk datang ke perpustakaan.

Untuk menampung antusiasme siswa berkunjung ke perpustakaan, pihak sekolah juga membuat jadwal khusus. Caranya dengan jadwal bergilir setiap kelas dari Senin sampai Sabtu.

Guru Kelas 6, Ifa Lutfiah Hanim juga merespon baik program dari Mutiara Rindang itu. Menurutnya, siswa yang lebih antusias ke perpustakaan juga dapat meningkatkan prestasi mereka khususnya dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia.

“Siswa kadang minta jadwal lebih dari yang sudah dijadwalkan ,” imbuhnya.

Senada dengan itu, Hartatik, guru kelas 4 juga mengaku cukup terbantu dengan adanya Perpustakaan Ramah Anak dari Mutiara Rindang. Hal itu mampu meningkatkan minat membaca siswa. “Bukunya banyak, bergambar lucu, sehingga anak-anak senang membaca,” sambungnya.

MENYENANGKAN: Siswa SDN Terung Wetan sedang mendengarkan Hartatik, guru kelas 4 yang sedang bercerita di perpustakaan sekolah. (HENDRIK MUCHLISON/RADAR SIDOARJO)

Direktur LSM Mutiara Rindang, Kuswanto menambahkan, program Perpustakaan Ramah Anak itu sudah dibangun sejak 2017 lalu. Mutiara Rindang telah bermitra dengan 50 sekolah di Sidoarjo. Tahun ini ada tambahan 66 sekolah lagi. Salah satunya di SDN Terung Wetan, Krian.

“Jadi ada di hampir semua kecamatan di Sidoarjo. Paling banyak masih di Waru dan Sidoarjo,” terangnya.

Kuswanto menguraikan, tujuan utama dari program itu adalah untuk membantu pemerintah dalam program literasi terhadap anak. “Harapannya anak-anak bisa mengakses buku cerita bermutu melalui kegiatan membaca yang terprogram,” imbuhnya.

Dalam program ini, Mutiara Rindang membantu sejumlah perubahan dalam perpustakaan sekolah. Mulai dari renovasi ringan, penambahan koleksi buku, hingga pelatihan dalam pengelolaan perpustakaan. (son/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/