alexametrics
27 C
Sidoarjo
Wednesday, 17 August 2022

Ribuan Pelamar Serbu Job Matching SMK YPM 8 Sidoarjo

SIDOARJO – SMK YPM 8 Sidoarjo kembali menggelar job matching. Tahun ini ada 19 industri yang terlibat. Dengan total 737 lowongan dan diikuti oleh 1.930 pelamar.

Kepala SMK YPM 8 Sidoarjo Kisyanto mengatakan, antusiasme tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Selain semakin banyak industri yang terlibat, jumlah pelamar juga semakin banyak.

Dia menjelaskan, jenis pekerjaan yang ditawarkan cukup merata. Mulai dari jurusan administrasi, teknis, hingga pergudangan. Sasarannya pun tidak hanya alumni SMK YPM 8 Sidoarjo, tetapi ada juga yang datang dari luar kota.

Menurut Kisyanto, efektivitas kegiatan job matching tidak hanya diukur dari seberapa banyak yang lowongan yang diterima. Tetapi alumni bisa bertemu dan bertukar informasi dengan alumni dari daerah lain. ”Mereka juga bisa mengukur kemampuan dan membaca kebutuhan di lapangan,” katanya.

Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra M Ainur Rahman mengapresiasi langkah SMK YPM 8 Sidoarjo menggelar kegiatan job matching. Meski SMK merupakan kewenangan provinsi, namun alumninya merupakan kewenangan Sidoarjo. ”Sekolah mampu menghubungkan alumni dengan industri kerja,” katanya.

Begitu juga dengan Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sidoarjo Fenny Apridawati. Diakuinya, upaya untuk mengentas kemiskinan sudah dilakukan secara maksimal oleh pemerintah. Namun setiap tahun jumlah pengangguran bertambah dengan adanya lulusan SMA dan SMK. ”Dengan kegiatan ini bisa membantu mengurangi pengangguran,” pungkasnya. (nis/vga)

 

SIDOARJO – SMK YPM 8 Sidoarjo kembali menggelar job matching. Tahun ini ada 19 industri yang terlibat. Dengan total 737 lowongan dan diikuti oleh 1.930 pelamar.

Kepala SMK YPM 8 Sidoarjo Kisyanto mengatakan, antusiasme tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Selain semakin banyak industri yang terlibat, jumlah pelamar juga semakin banyak.

Dia menjelaskan, jenis pekerjaan yang ditawarkan cukup merata. Mulai dari jurusan administrasi, teknis, hingga pergudangan. Sasarannya pun tidak hanya alumni SMK YPM 8 Sidoarjo, tetapi ada juga yang datang dari luar kota.

Menurut Kisyanto, efektivitas kegiatan job matching tidak hanya diukur dari seberapa banyak yang lowongan yang diterima. Tetapi alumni bisa bertemu dan bertukar informasi dengan alumni dari daerah lain. ”Mereka juga bisa mengukur kemampuan dan membaca kebutuhan di lapangan,” katanya.

Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra M Ainur Rahman mengapresiasi langkah SMK YPM 8 Sidoarjo menggelar kegiatan job matching. Meski SMK merupakan kewenangan provinsi, namun alumninya merupakan kewenangan Sidoarjo. ”Sekolah mampu menghubungkan alumni dengan industri kerja,” katanya.

Begitu juga dengan Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sidoarjo Fenny Apridawati. Diakuinya, upaya untuk mengentas kemiskinan sudah dilakukan secara maksimal oleh pemerintah. Namun setiap tahun jumlah pengangguran bertambah dengan adanya lulusan SMA dan SMK. ”Dengan kegiatan ini bisa membantu mengurangi pengangguran,” pungkasnya. (nis/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/