alexametrics
31 C
Sidoarjo
Monday, 23 May 2022

Di Sekolah Penggerak SMAN 1 Sidoarjo, Siswa Gali Puluhan Kearifan Lokal

SIDOARJO – Kurikulum sekolah penggerak sudah mulai diterapkan di Sidoarjo. Salah satu kegiatan di dalamnya antara guru dan siswa bekerjasama membangun rasa ingin tahu dan kemampuan eksplorasi tentang budaya dan kearifan lokal.

Seperti di SMAN 1 Sidoarjo. Ada 72 kearifan lokal yang mulai digali. Di antaranya ada makanan, permainan tradisional hingga kesenian.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor mengapresiasi penerapan kurikulum sekolah penggerak ini.

“Harapannya kemudian menjadi kebanggaan dan menjadi satu ciri khas yang bisa ditampilkan dimana pun itu,” katanya saat berkunjung ke SMAN 1 Sidoarjo, Selasa (18/1).

Dari keberhasilan menggali kebudayaan tersebut dapat membantu pemerintah daerah menelusuri jejak penciptaan sebuah kearifan lokal itu. Dengan demikian kesenian tersebut nantinya dapat didaftarkan pada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM.

“Ketika budaya itu dikaji dan diinventarisasi menjadi kearifan lokal akan kita ajukan pada Dirjen Kekayaan Intelektual minimal diakui legalitasnya ini milik Sidoarjo. Agar budaya itu tidak hilang. Sedikit banyak menutup kemungkinan dicuri,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Sidoarjo Eko Redjo Sunariyanto menjelaskan, dengan kurikulum sekolah penggerak, mulai struktur kurikulum, materinya sudah menuju konsep merdeka belajar.

Dia mengungkapkan, kelas 10 sudah mengawalinya dengan menggali kearifan lokal. Pihaknya mengangkat 72 tema kearifan lokal di Sidoarjo. Mulai tarian, dan makanan semua tugas kelompok.

Satu yang unik dan sudah digali, kata Eko, adalah tarian Cokronegoro. Tari itu sudah hampir punah. Namun, digali dan ketemu penciptanya.

“Satu ketemu pewaris dan satu penari yang punya riwayat. Rekaman tidak ada tapi dikreasi ditampilkan. Selain Banjarkemuning dan lainnya,” pungkasnya. (rpp/vga)

 

SIDOARJO – Kurikulum sekolah penggerak sudah mulai diterapkan di Sidoarjo. Salah satu kegiatan di dalamnya antara guru dan siswa bekerjasama membangun rasa ingin tahu dan kemampuan eksplorasi tentang budaya dan kearifan lokal.

Seperti di SMAN 1 Sidoarjo. Ada 72 kearifan lokal yang mulai digali. Di antaranya ada makanan, permainan tradisional hingga kesenian.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor mengapresiasi penerapan kurikulum sekolah penggerak ini.

“Harapannya kemudian menjadi kebanggaan dan menjadi satu ciri khas yang bisa ditampilkan dimana pun itu,” katanya saat berkunjung ke SMAN 1 Sidoarjo, Selasa (18/1).

Dari keberhasilan menggali kebudayaan tersebut dapat membantu pemerintah daerah menelusuri jejak penciptaan sebuah kearifan lokal itu. Dengan demikian kesenian tersebut nantinya dapat didaftarkan pada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM.

“Ketika budaya itu dikaji dan diinventarisasi menjadi kearifan lokal akan kita ajukan pada Dirjen Kekayaan Intelektual minimal diakui legalitasnya ini milik Sidoarjo. Agar budaya itu tidak hilang. Sedikit banyak menutup kemungkinan dicuri,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Sidoarjo Eko Redjo Sunariyanto menjelaskan, dengan kurikulum sekolah penggerak, mulai struktur kurikulum, materinya sudah menuju konsep merdeka belajar.

Dia mengungkapkan, kelas 10 sudah mengawalinya dengan menggali kearifan lokal. Pihaknya mengangkat 72 tema kearifan lokal di Sidoarjo. Mulai tarian, dan makanan semua tugas kelompok.

Satu yang unik dan sudah digali, kata Eko, adalah tarian Cokronegoro. Tari itu sudah hampir punah. Namun, digali dan ketemu penciptanya.

“Satu ketemu pewaris dan satu penari yang punya riwayat. Rekaman tidak ada tapi dikreasi ditampilkan. Selain Banjarkemuning dan lainnya,” pungkasnya. (rpp/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/