alexametrics
29 C
Sidoarjo
Friday, 20 May 2022

Dewan Pendidikan Minta Jumlah Pengumuman PPDB Tak Beratkan Sekolah Swasta

SIDOARJO – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Sidoarjo segera dimulai. Sejumlah usulan pun mulai bermunculan. Salah satunya, dari Dewan Pendidikan Sidoarjo untuk mendorong agar pengumuman siswa yang diterima di sekolah negeri, terutama jenjang SMP Negeri, dipadatkan menjadi dua kali pengumuman.

Usulan itu disampaikan Ketua Dewan Pendidikan Sidoarjo Abdul Mukhlis kemarin. Menurut dia, PPDB merupakan rutinitas tahunan tapi masih saja mendebarkan untuk sekolah swasta.

“Sekolah negeri jadi satu tumpuan warga. Karena pertimbangan banyak. Kualitas, mutunya bagus, biaya juga lebih terjangkau. Ini pertimbangan masyarakat pilih negeri,” jelasnya.

Jumlah SMPN di Sidoarjo sebanyak 44 SMPN dan ada 132 SMP swasta. Dimana sekolah swasta ini, menurutnya jadi mitra dari sekolah yang diselenggarakan pemerintah kabupaten.

“Sekolah swasta, jadi mitra yang harus diperhatikan,” katanya.

Jika merujuk pada jadwal PPDB yang telah disosialisasikan Senin (11/4) lalu, terdapat empat kali pengumuman PPDB SMPN. Yaitu pengumuman peserta didik yang diterima jalur kelas khusus olahraga (KKO), jalur prestasi hasil perlombaan, prestasi hasil penilaian sekolah dan perpindahan tugas wali, jalur zonasi dan afirmasi.

“Oleh karena itu saya harapkan pengumumannya jangan terlalu banyak,” katanya.

Dirinya menyarankan bahwa pengumuman PPDB SMPN dipadatkan jadi dua saja.

“Prestasi. Lalu zonasi, afirmasi perpindahan orangtua jadi satu saja. KKO karena program khusus, maka pengumuman terpisah tidak masalah,” imbuhnya.

Sebab berkaca dari tahun sebelumnya ia menerima laporan dari sekolah swasta yang kehilangan banyak calon peserta didik ketika PPDB sekolah negeri diumumkan.

“Ketika ada pengumuman di negeri, biasanya mundur dari sekolah swasta. Sudah di tata rombongan belajarnya. Jadi bongkar lagi rombelnya,” ungkapnya. (rpp/vga)

 

SIDOARJO – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Sidoarjo segera dimulai. Sejumlah usulan pun mulai bermunculan. Salah satunya, dari Dewan Pendidikan Sidoarjo untuk mendorong agar pengumuman siswa yang diterima di sekolah negeri, terutama jenjang SMP Negeri, dipadatkan menjadi dua kali pengumuman.

Usulan itu disampaikan Ketua Dewan Pendidikan Sidoarjo Abdul Mukhlis kemarin. Menurut dia, PPDB merupakan rutinitas tahunan tapi masih saja mendebarkan untuk sekolah swasta.

“Sekolah negeri jadi satu tumpuan warga. Karena pertimbangan banyak. Kualitas, mutunya bagus, biaya juga lebih terjangkau. Ini pertimbangan masyarakat pilih negeri,” jelasnya.

Jumlah SMPN di Sidoarjo sebanyak 44 SMPN dan ada 132 SMP swasta. Dimana sekolah swasta ini, menurutnya jadi mitra dari sekolah yang diselenggarakan pemerintah kabupaten.

“Sekolah swasta, jadi mitra yang harus diperhatikan,” katanya.

Jika merujuk pada jadwal PPDB yang telah disosialisasikan Senin (11/4) lalu, terdapat empat kali pengumuman PPDB SMPN. Yaitu pengumuman peserta didik yang diterima jalur kelas khusus olahraga (KKO), jalur prestasi hasil perlombaan, prestasi hasil penilaian sekolah dan perpindahan tugas wali, jalur zonasi dan afirmasi.

“Oleh karena itu saya harapkan pengumumannya jangan terlalu banyak,” katanya.

Dirinya menyarankan bahwa pengumuman PPDB SMPN dipadatkan jadi dua saja.

“Prestasi. Lalu zonasi, afirmasi perpindahan orangtua jadi satu saja. KKO karena program khusus, maka pengumuman terpisah tidak masalah,” imbuhnya.

Sebab berkaca dari tahun sebelumnya ia menerima laporan dari sekolah swasta yang kehilangan banyak calon peserta didik ketika PPDB sekolah negeri diumumkan.

“Ketika ada pengumuman di negeri, biasanya mundur dari sekolah swasta. Sudah di tata rombongan belajarnya. Jadi bongkar lagi rombelnya,” ungkapnya. (rpp/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/