alexametrics
30 C
Sidoarjo
Monday, 8 August 2022

MINU KH Mukmin Sidoarjo Wisuda 105 Siswa

SIDOARJO – Sebanyak 105 siswa MINU KH Mukmin Sidoarjo diwisuda, Kamis (9/6). Mereka adalah siswa yang duduk di bangku kelas VI. Secara resmi pengumuman kelulusan baru diumumkan pada 15 Juni mendatang.

Kepala MINU KH Mukmin Sidoarjo Nurul Hamamah mengatakan, pihaknya ingin memberikan apresiasi kepada para siswa yang sudah menyelesaikan pendidikan dasar. Selain itu kegiatan seremonial itu juga digelar untuk mengucapkan terima kasih kepada para wali murid karena telah mempercayakan anaknya menempuh pendidikan di MINU KH Mukmin.

”Saat ini kami kembalikan para siswa yang menjadi amanah kami selama enam tahun,” katanya.

Nurul berharap para siswa yang sudah lulus bisa memperkuat generasi NU yang berkarakter, inovatif, dan kreatif dalam menghadapi reformasi industri 5.0.

Selain itu juga para siswa diharapkan menjadi tangguh. ”Tidak hanya keilmuan yang harus dimiliki, tetapi karakter baik yang terbentuk agar anak-anak mampu menghadapi masa depan,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Nurul menyebutkan bahwa mayoritas lulusan sudah diterima di sekolah pilihan pertama. Yakni sebanyak 90 orang. Ada juga yang masuk pondok pesantren. Menurut dia, setiap siswa memiliki potensi masing-masing. ”Tidak bisa disamakan tetapi setiap anak punya kelebihan sendiri-sendiri,” pungkasnya. (nis/vga)

SIDOARJO – Sebanyak 105 siswa MINU KH Mukmin Sidoarjo diwisuda, Kamis (9/6). Mereka adalah siswa yang duduk di bangku kelas VI. Secara resmi pengumuman kelulusan baru diumumkan pada 15 Juni mendatang.

Kepala MINU KH Mukmin Sidoarjo Nurul Hamamah mengatakan, pihaknya ingin memberikan apresiasi kepada para siswa yang sudah menyelesaikan pendidikan dasar. Selain itu kegiatan seremonial itu juga digelar untuk mengucapkan terima kasih kepada para wali murid karena telah mempercayakan anaknya menempuh pendidikan di MINU KH Mukmin.

”Saat ini kami kembalikan para siswa yang menjadi amanah kami selama enam tahun,” katanya.

Nurul berharap para siswa yang sudah lulus bisa memperkuat generasi NU yang berkarakter, inovatif, dan kreatif dalam menghadapi reformasi industri 5.0.

Selain itu juga para siswa diharapkan menjadi tangguh. ”Tidak hanya keilmuan yang harus dimiliki, tetapi karakter baik yang terbentuk agar anak-anak mampu menghadapi masa depan,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Nurul menyebutkan bahwa mayoritas lulusan sudah diterima di sekolah pilihan pertama. Yakni sebanyak 90 orang. Ada juga yang masuk pondok pesantren. Menurut dia, setiap siswa memiliki potensi masing-masing. ”Tidak bisa disamakan tetapi setiap anak punya kelebihan sendiri-sendiri,” pungkasnya. (nis/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/