alexametrics
26.7 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Gubernur Khofifah Apresiasi Pendirian Boarding School di Pucang

SIDOARJO – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara langsung menghadiri grand opening boarding school dan peresmian gedung tahap IV MIMNU, Pucang, Kamis (6/1).

Dalam kesempatan ini, hadir juga ketua PC Muslimat NU Sidoarjo Hj Ainun Jariyah, yang terus memberikan motivasi dan suport kepada MINU Pucang, untuk terus meningkatkan kapasitasnya dalam menghadapi persiangan teknologi pendidikan.

Boarding school, merupakan sistem pendidikan yang menyediakan tempat tinggal berupa asrama bagi para siswa. Bisa dikatakan, sebagai sekolah berasrama sekaligus lembaga pendidikan yang siswanya tidak hanya belajar tetapi bertempat tinggal di lembaga tersebut.

Boarding School Bilingual Muslimat NU merupakan pendidikan dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) setara SD, Madrasah Tsanawiyah (Mts) setara SMP, dan Madrasah Aliyah (MA) setara dengan SMA.

Gubernur Khofifah mengapresiasi adanya boarding school di Sidoarjo. Dengan metode pendidikan boarding school akan mengajarkan anak untuk bisa menguasai dua bahasa asing. Serta menanamkan kualitas intelektual dan spiritual.

“Anak-anak ini dipersiapkan untuk bisa menguasai dua bahasa asing. Ini bagian dari standar kesiapan masuk pada komunikasi global ditambah dengan proses pendidikan transformasi digital,” ucapnya.

Mengenai Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Sidoarjo, Khofifah mengatakan, berdasarkan penilaian dari 4 menteri yakni Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Menteri Pendidikan, Menteri Agama, dan Menteri Kesehatan, Sidoarjo masuk ke dalam kategori 1.

“Vaksinasi dosis kedua bagi guru dan tenaga pengajar mencapai lebih dari 80 persen, sedangkan vaksinasi lansia di atas 50 persen. Maka PTM di Sidoarjo bisa dilaksanakan 100 persen sekali masuk selama 6 jam namun kantin tutup,” jelasnya.

Kepala MI Pucang Dr. M. Hamim Thohari, S.Pd., MM dalam sambutannya menegaskan, pihaknya akan terus meningkatkan inovasi pembelajaran kepada anak-anak didiknya.

Karena bagaimanapun juga, memasuki revolusi teknologi 4.0, maka generasi muda harus benar-benar mampu dan mumpuni dalam menghadapinya. (rpp/vga)

SIDOARJO – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara langsung menghadiri grand opening boarding school dan peresmian gedung tahap IV MIMNU, Pucang, Kamis (6/1).

Dalam kesempatan ini, hadir juga ketua PC Muslimat NU Sidoarjo Hj Ainun Jariyah, yang terus memberikan motivasi dan suport kepada MINU Pucang, untuk terus meningkatkan kapasitasnya dalam menghadapi persiangan teknologi pendidikan.

Boarding school, merupakan sistem pendidikan yang menyediakan tempat tinggal berupa asrama bagi para siswa. Bisa dikatakan, sebagai sekolah berasrama sekaligus lembaga pendidikan yang siswanya tidak hanya belajar tetapi bertempat tinggal di lembaga tersebut.

Boarding School Bilingual Muslimat NU merupakan pendidikan dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) setara SD, Madrasah Tsanawiyah (Mts) setara SMP, dan Madrasah Aliyah (MA) setara dengan SMA.

Gubernur Khofifah mengapresiasi adanya boarding school di Sidoarjo. Dengan metode pendidikan boarding school akan mengajarkan anak untuk bisa menguasai dua bahasa asing. Serta menanamkan kualitas intelektual dan spiritual.

“Anak-anak ini dipersiapkan untuk bisa menguasai dua bahasa asing. Ini bagian dari standar kesiapan masuk pada komunikasi global ditambah dengan proses pendidikan transformasi digital,” ucapnya.

Mengenai Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Sidoarjo, Khofifah mengatakan, berdasarkan penilaian dari 4 menteri yakni Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Menteri Pendidikan, Menteri Agama, dan Menteri Kesehatan, Sidoarjo masuk ke dalam kategori 1.

“Vaksinasi dosis kedua bagi guru dan tenaga pengajar mencapai lebih dari 80 persen, sedangkan vaksinasi lansia di atas 50 persen. Maka PTM di Sidoarjo bisa dilaksanakan 100 persen sekali masuk selama 6 jam namun kantin tutup,” jelasnya.

Kepala MI Pucang Dr. M. Hamim Thohari, S.Pd., MM dalam sambutannya menegaskan, pihaknya akan terus meningkatkan inovasi pembelajaran kepada anak-anak didiknya.

Karena bagaimanapun juga, memasuki revolusi teknologi 4.0, maka generasi muda harus benar-benar mampu dan mumpuni dalam menghadapinya. (rpp/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/