alexametrics
27 C
Sidoarjo
Wednesday, 17 August 2022

Smamda Bekali Siswa Keterampilan Entrepreneur Melalui Koperasi Siswa

SIDOARJO – SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo (Smamda) turut membekali siswanya keterampilan entrepreneur sejak dini. Salah satunya dengan pendirian koperasi siswa (kopsis) di sekolah.

Kepala Smamda Wigatiningsih mengungkapkan, kegiatan kopsis di kalangan siswa saat ini mulai melemah. Karena itu Smamda ingin kembali membangkitkan kegiatan positif tersebut.

Kopsis yang bakal dikelola siswa di Smamda itu juga mulai dicanangkan, Jumat (5/8). Dengan hadirnya kopsis itu diharapkan bisa menjadi media pembelajaran siswa Smamda terkait pengelolaan keuangan hingga manajemen koperasi di tingkat sekolah.

“Siswa perlu dibekali dunia entrepreneur sejak dini,” katanya.

Pencanangan kopsis itu juga sempat dihadiri Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan dan Prestasi Olahraga Kemenko PMK, Didik Suhardi. Dalam kesempatan itu Didik mengungkapkan, pembangunan koperasi menjadi salah satu bagian gerakan revolusi mental.

Di mana dalam gerakan revolusi mental salah satunya semangat untuk menciptakan Indonesia Mandiri. “Perlu menyadarkan masyarakat untuk menggiatkan lagi koperasi,” sebutnya.

Dia menambahkan, untuk menyemarakkan kegiatan koperasi di masyarakat maka perlu dimulai dari sekolah. “Perlu dibiasakan dari sekolah,” sambungnya.

Diharapkan koperasi dapat tumbuh pesat di masyarakat. Sehingga bisa mengurangi monopoli kapitalisme dan liberalisme di masyarakat. Koperasi juga mengajarkan anggotanya untuk berkolaborasi dan bergotong royong. (son/vga)

SIDOARJO – SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo (Smamda) turut membekali siswanya keterampilan entrepreneur sejak dini. Salah satunya dengan pendirian koperasi siswa (kopsis) di sekolah.

Kepala Smamda Wigatiningsih mengungkapkan, kegiatan kopsis di kalangan siswa saat ini mulai melemah. Karena itu Smamda ingin kembali membangkitkan kegiatan positif tersebut.

Kopsis yang bakal dikelola siswa di Smamda itu juga mulai dicanangkan, Jumat (5/8). Dengan hadirnya kopsis itu diharapkan bisa menjadi media pembelajaran siswa Smamda terkait pengelolaan keuangan hingga manajemen koperasi di tingkat sekolah.

“Siswa perlu dibekali dunia entrepreneur sejak dini,” katanya.

Pencanangan kopsis itu juga sempat dihadiri Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan dan Prestasi Olahraga Kemenko PMK, Didik Suhardi. Dalam kesempatan itu Didik mengungkapkan, pembangunan koperasi menjadi salah satu bagian gerakan revolusi mental.

Di mana dalam gerakan revolusi mental salah satunya semangat untuk menciptakan Indonesia Mandiri. “Perlu menyadarkan masyarakat untuk menggiatkan lagi koperasi,” sebutnya.

Dia menambahkan, untuk menyemarakkan kegiatan koperasi di masyarakat maka perlu dimulai dari sekolah. “Perlu dibiasakan dari sekolah,” sambungnya.

Diharapkan koperasi dapat tumbuh pesat di masyarakat. Sehingga bisa mengurangi monopoli kapitalisme dan liberalisme di masyarakat. Koperasi juga mengajarkan anggotanya untuk berkolaborasi dan bergotong royong. (son/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/