alexametrics
25 C
Sidoarjo
Friday, 28 January 2022

Ajang Silaturahmi, Cak Dollah Cup Diikuti Kicau Mania Luar Daerah

SIDOARJO – Cak Dollah Cup kembali digelar, Minggu (28/11). Ajang kompetisi pecinta burung itu diikuti ribuan kekek mania dan kicau mania dari berbagai daerah. Bertempat di Gantangan ASF Desa Sawocangkring, Wonoayu, kompetisi berbagai jenis burung itu dilakukan dengan protokol kesehatan ketat.

Mulai pukul 10.00, para kekek dan kicau mania mulai berdatangan ke gantangan yang berada di pinggiran Jalan Raya Sawocangkring itu. Pesertanya tidak hanya dari Sidoarjo. Tetapi juga dari Pasuruan, Mojokerto, Lamongan, hingga Gresik.

Owner Gantangan ASF, Abdullah mengatakan, ada beberapa jenis burung yang diadu dalam kompetisi itu. Mulai dari murai batu, cucak ijo, love bird, dan kenari.

“Masing masing burung juga ada beberapa kelas. Misal fighter atau kicauan paling bagus,” sambung pria yang akrab disapa Cak Dollah itu.

Calon Ketua DPC Hanura Sidoarjo itu menambahkan, Cak Dollah Cup memang rutin digelar tiap tahun. Dan tahun ini sudah yang ketiga kalinya.

“Semangatnya untuk mengakomodir dan silaturahmi dengan teman-teman kicau mania,” imbuhnya.

Menurutunya, jumlah pecinta burung di Sidoarjo cukup banyak. Ada sekitar 30 lebih gantangan berdiri di Kota Delta. Karena itu, jika event gantangan digelar maka bakal ramai diikuti pecinta burung.

Dengan besarnya penghobi burung di Sidoarjo, Cak Dollah juga berharap kepada pihak pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih. Misalnya soal wadah kompetisi maupun sarana dan prasarana yang menunjang para pecinta burung.

Cak Dollah Cup, imbuhnya, akan berusaha untuk terus digelar secara berkelanjutan. Karena itu menjadi salah satu wadah menjalin persaudaraan sesama pecinta burung.

Karena masih pandemi Covid-19, pelaksanaan kompetisi tetap mengedepankan protokol kesehatan. Mulai dari penggunaan masker dan sarana mencuci tangan. (son/vga)

SIDOARJO – Cak Dollah Cup kembali digelar, Minggu (28/11). Ajang kompetisi pecinta burung itu diikuti ribuan kekek mania dan kicau mania dari berbagai daerah. Bertempat di Gantangan ASF Desa Sawocangkring, Wonoayu, kompetisi berbagai jenis burung itu dilakukan dengan protokol kesehatan ketat.

Mulai pukul 10.00, para kekek dan kicau mania mulai berdatangan ke gantangan yang berada di pinggiran Jalan Raya Sawocangkring itu. Pesertanya tidak hanya dari Sidoarjo. Tetapi juga dari Pasuruan, Mojokerto, Lamongan, hingga Gresik.

Owner Gantangan ASF, Abdullah mengatakan, ada beberapa jenis burung yang diadu dalam kompetisi itu. Mulai dari murai batu, cucak ijo, love bird, dan kenari.

“Masing masing burung juga ada beberapa kelas. Misal fighter atau kicauan paling bagus,” sambung pria yang akrab disapa Cak Dollah itu.

Calon Ketua DPC Hanura Sidoarjo itu menambahkan, Cak Dollah Cup memang rutin digelar tiap tahun. Dan tahun ini sudah yang ketiga kalinya.

“Semangatnya untuk mengakomodir dan silaturahmi dengan teman-teman kicau mania,” imbuhnya.

Menurutunya, jumlah pecinta burung di Sidoarjo cukup banyak. Ada sekitar 30 lebih gantangan berdiri di Kota Delta. Karena itu, jika event gantangan digelar maka bakal ramai diikuti pecinta burung.

Dengan besarnya penghobi burung di Sidoarjo, Cak Dollah juga berharap kepada pihak pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih. Misalnya soal wadah kompetisi maupun sarana dan prasarana yang menunjang para pecinta burung.

Cak Dollah Cup, imbuhnya, akan berusaha untuk terus digelar secara berkelanjutan. Karena itu menjadi salah satu wadah menjalin persaudaraan sesama pecinta burung.

Karena masih pandemi Covid-19, pelaksanaan kompetisi tetap mengedepankan protokol kesehatan. Mulai dari penggunaan masker dan sarana mencuci tangan. (son/vga)

Most Read

Berita Terbaru