alexametrics
29 C
Sidoarjo
Friday, 20 May 2022

Perias Muda Lestarikan Pakem Rias Pengantin Adat

SIDOARJO – Berkembangnya tren fashion dan kecantikan membawa konsep busana pernikahan di era modern ini semakin beragam. Namun, dengan modernitas memunculkan sedikit kekhawatiran bahwa busana pengantin tradisional akan semakin ditinggalkan.

Di sisi lain, mengikuti modernisasi bukan berarti harus meninggalkan pakem-pakem pernikahan adat yang sudah terjaga sejak ratusan tahun lalu. Dengan melibatkan perias muda, Himpunan Ahli Rias Pengantin (Harpi) Sidoarjo bahu membahu memperkenalkan pada generasi milenial akan berbagai pakem pernikahan adat itu.

Salah satunya Egar Siregar. Pria yang sudah 10 tahun malang melintang di dunia rias pengantin ini, menaruh perhatian pada pelestarian busana pengantin Batak Mandailing.

“Sebagai keturunan Batak, bahwa penting ikut melestarikan busana adat sendiri. Apalagi untuk pengantin wanita muslim, bisa dikombinasikan dengan model hijab,” katanya.

Seluruh aksesoris yang digunakan sama. Hanya saja ada tambahan hijab untuk menutup rambut. Kemudian tetap ditambah sanggul yang terbungkus rangkaian bunga melati. Aksesoris mahkota berwarna emas menjadi daya pikat pengantin Batak Mandailing.

“Sementara itu, busana pria Mandailing menggunakan baju godang. Berbentuk jas tutup terbuat dengan kain beludru berwarna hitam,” ujar lulusan Universitas Negeri Surabaya itu.

Selain itu baju godang dipadankan dengan kain kesamping yang terbuat dari songket. Atau tenun yang dipakaikan dengan dibelitkan dari batas pinggang sampai ke lutut dengan menggunakan ikat pinggang warna keemasan atau disebut bobar.

“Lengkap dengan penutup kepala yang terbuat dari bahan beludru hitam yang dihiasi dengan ornamen warna emas,” sebutnya.

Ketua DPC Harpi Melati Sidoarjo Nasucha menjelaskan, perias pengantin merupakan salah satu pihak yang berjasa melestarikan bagian dari budaya ini. Dirinya meminta agar perias senior terus menularkan ilmunya pada perias-perias muda.

Nasucha berharap, para perias punya wawasan khusus akan pakem-pakem busana pengantin tradisional, berkompetensi sehingga bisa jadi agen edukasi para calon pengantin. (rpp/vga)

SIDOARJO – Berkembangnya tren fashion dan kecantikan membawa konsep busana pernikahan di era modern ini semakin beragam. Namun, dengan modernitas memunculkan sedikit kekhawatiran bahwa busana pengantin tradisional akan semakin ditinggalkan.

Di sisi lain, mengikuti modernisasi bukan berarti harus meninggalkan pakem-pakem pernikahan adat yang sudah terjaga sejak ratusan tahun lalu. Dengan melibatkan perias muda, Himpunan Ahli Rias Pengantin (Harpi) Sidoarjo bahu membahu memperkenalkan pada generasi milenial akan berbagai pakem pernikahan adat itu.

Salah satunya Egar Siregar. Pria yang sudah 10 tahun malang melintang di dunia rias pengantin ini, menaruh perhatian pada pelestarian busana pengantin Batak Mandailing.

“Sebagai keturunan Batak, bahwa penting ikut melestarikan busana adat sendiri. Apalagi untuk pengantin wanita muslim, bisa dikombinasikan dengan model hijab,” katanya.

Seluruh aksesoris yang digunakan sama. Hanya saja ada tambahan hijab untuk menutup rambut. Kemudian tetap ditambah sanggul yang terbungkus rangkaian bunga melati. Aksesoris mahkota berwarna emas menjadi daya pikat pengantin Batak Mandailing.

“Sementara itu, busana pria Mandailing menggunakan baju godang. Berbentuk jas tutup terbuat dengan kain beludru berwarna hitam,” ujar lulusan Universitas Negeri Surabaya itu.

Selain itu baju godang dipadankan dengan kain kesamping yang terbuat dari songket. Atau tenun yang dipakaikan dengan dibelitkan dari batas pinggang sampai ke lutut dengan menggunakan ikat pinggang warna keemasan atau disebut bobar.

“Lengkap dengan penutup kepala yang terbuat dari bahan beludru hitam yang dihiasi dengan ornamen warna emas,” sebutnya.

Ketua DPC Harpi Melati Sidoarjo Nasucha menjelaskan, perias pengantin merupakan salah satu pihak yang berjasa melestarikan bagian dari budaya ini. Dirinya meminta agar perias senior terus menularkan ilmunya pada perias-perias muda.

Nasucha berharap, para perias punya wawasan khusus akan pakem-pakem busana pengantin tradisional, berkompetensi sehingga bisa jadi agen edukasi para calon pengantin. (rpp/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/