alexametrics
28 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

Sekolah Daring, Ibu dan Anak Harus Punya Komitmen

SIDOARJO – Belajar di depan perangkat canggih memang tidak bisa menggantikan kebersamaan belajar dengan teman dan guru, seperti saat di sekolah. Anak harus beradaptasi belajar dengan model baru ini. Jenuh dan terkadang tidak betah harus menjalani pembelajaran daring setiap hari.

Psikolog klinis RSUD Sidoarjo Elok Kartika Sari mengatakan, untuk mencegah anak stres, maka orang tua perlu memposisikan dirinya sebagai teman. Mendengar keluh kesah mereka. Jika perlu nasihat, maka berikanlah nasihat sesuai dengan usia anak. “Pakai bahasa yang mudah dipahami,” kata Elok.

Maka dari itu, di satu sisi, perlu ada kesiapan orang tua untuk menerima perubahan dalam pembelajaran ini. Ketika orang tua paham akan kondisi saat ini, maka orang tua bisa memberikan edukasi yang baik pada anak.

Memberikan pengertian kondisi saat ini dengan bijak, tidak mengancam dan tidak melebih-lebihkan. “Ini bisa mengurangi beban stres pada anak,” imbuhnya. Sehingga komunikasi antar orang tua dan anak berjalan seimbang.

Agar anak semakin nyaman, orang tua dan anak bisa bekerja sama menyusun jadwal aktivitas sehari-hari. Membagi waktu antara belajar daring, mengerjakan tugas, dan bermain. Ada komitmen yang tegas antara orang tua dan anak. Bahwa selama proses belajar, anak harus dijauhkan dari benda-benda yang bisa memecah konsentrasinya. (rpp/nis/opi)

SIDOARJO – Belajar di depan perangkat canggih memang tidak bisa menggantikan kebersamaan belajar dengan teman dan guru, seperti saat di sekolah. Anak harus beradaptasi belajar dengan model baru ini. Jenuh dan terkadang tidak betah harus menjalani pembelajaran daring setiap hari.

Psikolog klinis RSUD Sidoarjo Elok Kartika Sari mengatakan, untuk mencegah anak stres, maka orang tua perlu memposisikan dirinya sebagai teman. Mendengar keluh kesah mereka. Jika perlu nasihat, maka berikanlah nasihat sesuai dengan usia anak. “Pakai bahasa yang mudah dipahami,” kata Elok.

Maka dari itu, di satu sisi, perlu ada kesiapan orang tua untuk menerima perubahan dalam pembelajaran ini. Ketika orang tua paham akan kondisi saat ini, maka orang tua bisa memberikan edukasi yang baik pada anak.

Memberikan pengertian kondisi saat ini dengan bijak, tidak mengancam dan tidak melebih-lebihkan. “Ini bisa mengurangi beban stres pada anak,” imbuhnya. Sehingga komunikasi antar orang tua dan anak berjalan seimbang.

Agar anak semakin nyaman, orang tua dan anak bisa bekerja sama menyusun jadwal aktivitas sehari-hari. Membagi waktu antara belajar daring, mengerjakan tugas, dan bermain. Ada komitmen yang tegas antara orang tua dan anak. Bahwa selama proses belajar, anak harus dijauhkan dari benda-benda yang bisa memecah konsentrasinya. (rpp/nis/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/