alexametrics
25 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

Boleh Mudik, Daya Beli Masyarakat untuk Beli Baju Baru Meningkat

SIDOARJO – Ramadan menjadi berkah bagi pusat perbelanjaan. Apalagi pemerintah mengizinkan masyarakat melakukan perjalanan mudik Lebaran. Momentum tersebut jadi pemantik meningkatnya penjualan di toko baju dan busana muslim yang ada di Sidoarjo.

Adina asal Gempol, Pasuruan ini misalnya, dia membeli baju muslim juga mukenah sebagai bentuk rasa senangnya menjalani ibadah bulan Ramadan. Meski jarak rumah terbilang jauh tak membuat niatnya urung untuk belanja di toko busana di Kota Delta.

“Ini saya beli gamis dari sekarang biar enggak kehabisan model yang lagi trendi ya, sama mukena soalnya sekarang sudah boleh tarawih tanpa pembatasan,” ucapnya saat ditemui disela memilih gamis di salah satu toko baju di pusat kota Sidoarjo.

Senada dengan Adina, Nino Devina juga datang untuk memborong perlengkapan ibadah dan pakaian sarimbit yang akan dipakai satu keluarga besar.

“Iya apalagi sudah boleh mudik kan. Jadi pingin kembaran baju satu keluarga. Tahun lalu tidak beli baju Lebaran karena masih ada larangan mudik,” jelasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait ramainya pembeli di bulan Ramadan tahun ini, Vitri Widhiasmaningsih pengelola salatu satu toko baju mengatakan, tahun ini ada peningkatan pembeli dibanding dua tahun lalu dan hari biasanya.

“Lumayan meningkat ya dibanding dua tahun lalu pas pandemi Covid-19 lagi tinggi itu,” ungkapnya, Kamis (21/4).

Dari berbagai pilihan baju dan busana muslim yang ada, baju koko, peci, mukena, sarung dan gamis paling diminati pembeli.

“Yang paling diminati ya itu baju koko, peci, sarung dan bahkan 5 kodi mukena habis dalam waktu 3 hari,” katanya.

Bahkan sebelum masuk bulan Ramadan, kata dia, pihaknya sudah menambah banyak stok untuk mengantisipasi barang habis lebih awal atau produsen menutup lebih awal orderan pakaian karena kewalahan menerima pesanan.

Vitri mengungkapkan, jumlah pengunjung bisa mencapai 6 ribu saat akhir pekan. “Untuk melayani pembeli bahkan sampai kita tambah 40 tenaga kasual,” imbuhnya.

Sementara itu ramainya pembeli baju Lebaran juga terlihat di sejumlah mal. Staf Ramayana, Parini Musmina mengatakan, tingkat kunjungan paling ramai ketika akhir pekan. Tunik, gamis, baju koko dan celana jeans banyak borong pembeli. “Kebijakan boleh mudik, pengaruh banget buat kita,” jelasnya.

Selain itu meningkatnya penjualan juga dipengaruhi dari status PPKM Sidoarjo berada di level 1. Terutama customer belanjanya bisa lebih malam, karena jam tutup toko diperpanjang. Dari tutup pukul 21.00, lalu tutup jam 22.00 di weekday dan weekend tutup pukul 23.00. “Alhamdulillah Sidoarjo PPKM Level 1 ya ada pengaruhnya untuk omzet kita,” jelasnya. (rpp/vga)

 

 

SIDOARJO – Ramadan menjadi berkah bagi pusat perbelanjaan. Apalagi pemerintah mengizinkan masyarakat melakukan perjalanan mudik Lebaran. Momentum tersebut jadi pemantik meningkatnya penjualan di toko baju dan busana muslim yang ada di Sidoarjo.

Adina asal Gempol, Pasuruan ini misalnya, dia membeli baju muslim juga mukenah sebagai bentuk rasa senangnya menjalani ibadah bulan Ramadan. Meski jarak rumah terbilang jauh tak membuat niatnya urung untuk belanja di toko busana di Kota Delta.

“Ini saya beli gamis dari sekarang biar enggak kehabisan model yang lagi trendi ya, sama mukena soalnya sekarang sudah boleh tarawih tanpa pembatasan,” ucapnya saat ditemui disela memilih gamis di salah satu toko baju di pusat kota Sidoarjo.

Senada dengan Adina, Nino Devina juga datang untuk memborong perlengkapan ibadah dan pakaian sarimbit yang akan dipakai satu keluarga besar.

“Iya apalagi sudah boleh mudik kan. Jadi pingin kembaran baju satu keluarga. Tahun lalu tidak beli baju Lebaran karena masih ada larangan mudik,” jelasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait ramainya pembeli di bulan Ramadan tahun ini, Vitri Widhiasmaningsih pengelola salatu satu toko baju mengatakan, tahun ini ada peningkatan pembeli dibanding dua tahun lalu dan hari biasanya.

“Lumayan meningkat ya dibanding dua tahun lalu pas pandemi Covid-19 lagi tinggi itu,” ungkapnya, Kamis (21/4).

Dari berbagai pilihan baju dan busana muslim yang ada, baju koko, peci, mukena, sarung dan gamis paling diminati pembeli.

“Yang paling diminati ya itu baju koko, peci, sarung dan bahkan 5 kodi mukena habis dalam waktu 3 hari,” katanya.

Bahkan sebelum masuk bulan Ramadan, kata dia, pihaknya sudah menambah banyak stok untuk mengantisipasi barang habis lebih awal atau produsen menutup lebih awal orderan pakaian karena kewalahan menerima pesanan.

Vitri mengungkapkan, jumlah pengunjung bisa mencapai 6 ribu saat akhir pekan. “Untuk melayani pembeli bahkan sampai kita tambah 40 tenaga kasual,” imbuhnya.

Sementara itu ramainya pembeli baju Lebaran juga terlihat di sejumlah mal. Staf Ramayana, Parini Musmina mengatakan, tingkat kunjungan paling ramai ketika akhir pekan. Tunik, gamis, baju koko dan celana jeans banyak borong pembeli. “Kebijakan boleh mudik, pengaruh banget buat kita,” jelasnya.

Selain itu meningkatnya penjualan juga dipengaruhi dari status PPKM Sidoarjo berada di level 1. Terutama customer belanjanya bisa lebih malam, karena jam tutup toko diperpanjang. Dari tutup pukul 21.00, lalu tutup jam 22.00 di weekday dan weekend tutup pukul 23.00. “Alhamdulillah Sidoarjo PPKM Level 1 ya ada pengaruhnya untuk omzet kita,” jelasnya. (rpp/vga)

 

 

Most Read

Berita Terbaru


/