alexametrics
28 C
Sidoarjo
Saturday, 4 December 2021

Pakai Imunomodulator setelah Vaksinasi Covid-19 Bisa Tingkatkan Imun

JAKARTA – Vaksinasi bukan akhir dari pertahanan tubuh terhadap suatu penyakit. Karena tidak ada vaksin yang bisa melindungi tubuh 100 persen. Sehingga sangat penting bagi kita untuk tidak lengah menjaga kondisi imunitas tubuh meskipun sudah divaksin.

Konsultan alergi imunologi Prof. Dr. dr. Iris Rengganis, SpPD, K-AI mengatakan, sistem imunitas atau daya tahan tubuh memiliki peran besar dalam melindungi tubuh dari bakteri dan virus penyebab penyakit. Jika sistem imunitas lemah, tubuh tidak akan mampu untuk melawan berbagai mikroorganisme penyebab penyakit.

“Gaya hidup serta kondisi kesehatan bawaan juga mempengaruhi respons imunitas tubuh kita. Imunitas yang baik berperan lebih dari sekadar mengurangi risiko terkena penyakit seperti Covid-19 atau penyakit ringan seperti flu, namun juga mendukung proses pemulihan apabila terkena penyakit,” ungkap Prof Iris dalam webinar Rhea Health Tone Re-launch Virtual Press Conference: Strategi Mempertahankan Imunitas dengan Suplemen Herbal Alami, Selasa (19/10).

Ia melanjutkan, walaupun kondisi pandemi semakin membaik dan banyak masyarakat telah menerima vaksin, namun kita jangan sampai lengah. Kita diminta tetap berupaya yang terbaik untuk menjaga kesehatan dengan terus mengoptimalkan daya tahan tubuh. “Apalagi imunitas berfungsi penting sebagai garda pertama kesehatan fisik. Selain aktif berolahraga dan pola makan sehat, asupan suplemen yang tepat bisa melengkapi upaya kita mengoptimalkan kesehatan tubuh kita,” lanjut dokter spesialis penyakit dalam itu.

Lebih jauh Prof Iris menjelaskan, penggunaan imunomodulator setelah vaksinasi Covid-19 bisa meningkatkan imunitas atau daya tahan tubuh. Nantinya imunomodulator dan vaksin bekerja sama meningkatkan sistem imun tubuh. Bukannya bertabrakan satu sama lain seperti yang dikhawatirkan sebagian orang. “Imunomodulator dan vaksin akan bekerja bareng meningkatkan sistem imun kita,” sambungnya.

Imunomodulator merupakan suplemen yang mampu memodulasi (meningkatkan atau menekan) level sistem imun sesuai dengan kebutuhan atau kondisi tubuh. Di satu sisi imunomodulator bekerja sebagai imunostimulan dengan menstimulasi level imun ketika mulai sakit, dan saat dibutuhkan bisa sebagai imunosupresif dengan menekan level imun kembali ke level seimbang. Hal ini berbeda dengan imun booster: yang bekerja semata merangsang meningkatkan antibodi.

Prof Iris mengatakan, pada masa pandemi Covid-19 saat ini, sistem imun dan vaksinasi menjadi faktor penting dalam mencegah penularan penyakit virus Corona. Nah, sistem imun yang baik dipengaruhi gaya hidup dan lingkungan.

Untuk meningkatkan sistem imun, seseorang membutuhkan sejumlah hal meliputi konsumsi makanan sehat. Khususnya yang mengandung vitamin A, B, C, D dan E, menjalankan protokol kesehatan seperti rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20-30 detik sebelum menyentuh wajah dan makanan.

Membatasi asupan garam, gula dan lemak. Kemudian tidak lupa tersenyum karena hal ini bisa membantu meningkatkan sistem imun, mengontrol berat badan, tidur cukup (siang dan malam), berhenti merokok, minum air putih 8 gelas atau setara 2 liter per hari, berolahraga 30 menit per hari dan bila perlu konsumsi vitamin dan imunomodulator.

“Imunomodulator zat untuk memodulasi sistem imun dibutuhkan saat sakit, perubahan cuaca, saat menjalankan ibadah haji karena banyak orang berkumpul, travelling dan saat wabah virus corona,” ujar Prof Iris.

Ivan Wibowo Hudyana, President Director Rhea Indonesia mengatakan, dengan sekadar mengurangi risiko terkena penyakit seperti flu di masa pandemi ini, otomatis kita juga mengurangi rasa waswas dan khawatir atas diri sendiri dan keluarga kita. Ada hikmah dibalik pandemi ini, dimana kini semakin banyak masyarakat yang berupaya untuk hidup lebih sehat.

“Gaya hidup sehat ini akan menjadi sebuah kebiasaan baru setelah pandemi usai. Untuk mengimbangi kebutuhan konsumen dalam melengkapi gaya hidup sehat dengan suplemen yang teruji bisa meningkatkan imunitas, maka Rhea Indonesia pun mulai memproduksi Rhea Health Tone dalam negeri agar memudahkan konsumen untuk mengaksesnya,” kata Ivan. (ebi/opi)


JAKARTA – Vaksinasi bukan akhir dari pertahanan tubuh terhadap suatu penyakit. Karena tidak ada vaksin yang bisa melindungi tubuh 100 persen. Sehingga sangat penting bagi kita untuk tidak lengah menjaga kondisi imunitas tubuh meskipun sudah divaksin.

Konsultan alergi imunologi Prof. Dr. dr. Iris Rengganis, SpPD, K-AI mengatakan, sistem imunitas atau daya tahan tubuh memiliki peran besar dalam melindungi tubuh dari bakteri dan virus penyebab penyakit. Jika sistem imunitas lemah, tubuh tidak akan mampu untuk melawan berbagai mikroorganisme penyebab penyakit.

“Gaya hidup serta kondisi kesehatan bawaan juga mempengaruhi respons imunitas tubuh kita. Imunitas yang baik berperan lebih dari sekadar mengurangi risiko terkena penyakit seperti Covid-19 atau penyakit ringan seperti flu, namun juga mendukung proses pemulihan apabila terkena penyakit,” ungkap Prof Iris dalam webinar Rhea Health Tone Re-launch Virtual Press Conference: Strategi Mempertahankan Imunitas dengan Suplemen Herbal Alami, Selasa (19/10).

Ia melanjutkan, walaupun kondisi pandemi semakin membaik dan banyak masyarakat telah menerima vaksin, namun kita jangan sampai lengah. Kita diminta tetap berupaya yang terbaik untuk menjaga kesehatan dengan terus mengoptimalkan daya tahan tubuh. “Apalagi imunitas berfungsi penting sebagai garda pertama kesehatan fisik. Selain aktif berolahraga dan pola makan sehat, asupan suplemen yang tepat bisa melengkapi upaya kita mengoptimalkan kesehatan tubuh kita,” lanjut dokter spesialis penyakit dalam itu.

Lebih jauh Prof Iris menjelaskan, penggunaan imunomodulator setelah vaksinasi Covid-19 bisa meningkatkan imunitas atau daya tahan tubuh. Nantinya imunomodulator dan vaksin bekerja sama meningkatkan sistem imun tubuh. Bukannya bertabrakan satu sama lain seperti yang dikhawatirkan sebagian orang. “Imunomodulator dan vaksin akan bekerja bareng meningkatkan sistem imun kita,” sambungnya.

Imunomodulator merupakan suplemen yang mampu memodulasi (meningkatkan atau menekan) level sistem imun sesuai dengan kebutuhan atau kondisi tubuh. Di satu sisi imunomodulator bekerja sebagai imunostimulan dengan menstimulasi level imun ketika mulai sakit, dan saat dibutuhkan bisa sebagai imunosupresif dengan menekan level imun kembali ke level seimbang. Hal ini berbeda dengan imun booster: yang bekerja semata merangsang meningkatkan antibodi.

Prof Iris mengatakan, pada masa pandemi Covid-19 saat ini, sistem imun dan vaksinasi menjadi faktor penting dalam mencegah penularan penyakit virus Corona. Nah, sistem imun yang baik dipengaruhi gaya hidup dan lingkungan.

Untuk meningkatkan sistem imun, seseorang membutuhkan sejumlah hal meliputi konsumsi makanan sehat. Khususnya yang mengandung vitamin A, B, C, D dan E, menjalankan protokol kesehatan seperti rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20-30 detik sebelum menyentuh wajah dan makanan.

Membatasi asupan garam, gula dan lemak. Kemudian tidak lupa tersenyum karena hal ini bisa membantu meningkatkan sistem imun, mengontrol berat badan, tidur cukup (siang dan malam), berhenti merokok, minum air putih 8 gelas atau setara 2 liter per hari, berolahraga 30 menit per hari dan bila perlu konsumsi vitamin dan imunomodulator.

“Imunomodulator zat untuk memodulasi sistem imun dibutuhkan saat sakit, perubahan cuaca, saat menjalankan ibadah haji karena banyak orang berkumpul, travelling dan saat wabah virus corona,” ujar Prof Iris.

Ivan Wibowo Hudyana, President Director Rhea Indonesia mengatakan, dengan sekadar mengurangi risiko terkena penyakit seperti flu di masa pandemi ini, otomatis kita juga mengurangi rasa waswas dan khawatir atas diri sendiri dan keluarga kita. Ada hikmah dibalik pandemi ini, dimana kini semakin banyak masyarakat yang berupaya untuk hidup lebih sehat.

“Gaya hidup sehat ini akan menjadi sebuah kebiasaan baru setelah pandemi usai. Untuk mengimbangi kebutuhan konsumen dalam melengkapi gaya hidup sehat dengan suplemen yang teruji bisa meningkatkan imunitas, maka Rhea Indonesia pun mulai memproduksi Rhea Health Tone dalam negeri agar memudahkan konsumen untuk mengaksesnya,” kata Ivan. (ebi/opi)


Most Read

Berita Terbaru