alexametrics
25 C
Sidoarjo
Friday, 30 July 2021

Memastikan Tumbuh Kembang Buah Hati di Masa New Normal

SIDOARJO – Fungsi kognitif anak berada dalam masa puncak pada usia 2 tahun dan terus berkembang hingga usia 5 tahun . Oleh karena itu kecukupan nutrisi, stimulasi, kasih sayang dan pemantauan tumbuh kembang anak pada masa ini sangat penting untuk mencapai perkembangan yang optimal.

Hal ini menjadi semakin penting pada situasi pandemi Covid-19 saat ini. Dimana orang tua harus menghadapi berbagai tantangan baru. Serta terbatasnya interaksi anak dengan lingkungannya, yang seringkali membuat tumbuh kembang si kecil terlewat dari pantauan orang tua.

Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang Dr. dr. Bernie Endyarni Medise, Sp.A(K), MPH menjelaskan, 1000 hari pertama kehidupan anak yang juga disebut sebagai periode emas adalah masa yang sangat penting untuk tumbuh kembangnya. Pada anak usia tersebut terjadi perkembangan otak yang sangat pesat. Masa ini disebut dengan periode kritis perkembangan dan masa ini tidak dapat tergantikan.

“Untuk itu, orang tua harus cermat dalam memahami tahap-tahap perkembangan anak sesuai tahap usianya serta memberikan nutrisi dan stimulasi yang tepat untuk mengoptimalkan tumbuh kembang si Kecil agar ia siap belajar terutama dalam situasi yang kurang kondusif seperti pandemi saat ini,” ungkap dr. Bernie di acara #CaraPintarMam Play & Talk: Pentingnya Memastikan Tumbuh Kembang Anak Sesuai Tahapan Usianya di Masa New Normal, yang digelar secara virtual, Rabu (7/7).

Brand Manager S-26 Procal Vera Niki Gozali mengatakan, tumbuh kembang anak secara keseluruhan harus mendapat perhatian orang tua, meskipun saat ini kita berada dalam situasi pandemi. Selain membutuhkan stimulasi dan kasih sayang yang penting untuk mengoptimalkan proses tumbuh kembang dan proses belajar, anak juga membutuhkan nutrisi untuk siap memasuki tahap perkembangan selanjutnya dan mendukung tumbuh kembangnya.

“S-26 Procal Nutrissentials berkomitmen mendampingi orang tua dalam memastikan tumbuh kembang si kecil berjalan sesuai tahap usianya. Salah satunya dengan menghadirkan nutrisi yang mendukung pertumbuhan si Kecil, S-26 Procal Nutrissentials rasa madu yang lezat dan disukai si Kecil,” urainya.

Lebih jauh ia menjelaskan, walaupun saat ini para orang tua berada dalam situasi yang cukup menantang, namun pihaknya berharap mereka tetap dapat mendampingi dan mencukupi kebutuhan nutrisi, stimulasi dan kasih sayang yang dibutuhkan si Kecil, terutama pada periode emasnya.

“Untuk membantu para orang tua memahami kebutuhan dalam setiap perkembangan si Kecil untuk tumbuh kembangnya yang optimal, Wyeth Nutrition juga memberikan informasi untuk orang tua mengenai nutrisi, stimulasi, tumbuh kembang dan tips parenting bersama para pakar melalui platform Instagram,” imbuh Vera.

Psikolog Pritta Tyas Mangestuti, M.Psi, menjelaskan, masa pandemi ini tanpa disadari berdampak pada hubungan emosional antara orang tua dan anak. Meskipun kuantitas pertemuan anak dan orang tua bertambah, namun seringkali koneksi tersebut berkurang. Untuk itu, sebaiknya kedua orang tua bekerja sama untuk mengembalikan kehangatan hubungan bersama anak, serta menghadirkan stabilitas dalam keluarga meskipun banyak tantangan baru.

“Misalnya dengan menemukan cara baru membangun kembali koneksi emosional dengan anak atau rutin mengajak anak berdiskusi mengenai peraturan yang disepakati di dalam keluarga,” jelas Pritta. (awa/opi)

 

SIDOARJO – Fungsi kognitif anak berada dalam masa puncak pada usia 2 tahun dan terus berkembang hingga usia 5 tahun . Oleh karena itu kecukupan nutrisi, stimulasi, kasih sayang dan pemantauan tumbuh kembang anak pada masa ini sangat penting untuk mencapai perkembangan yang optimal.

Hal ini menjadi semakin penting pada situasi pandemi Covid-19 saat ini. Dimana orang tua harus menghadapi berbagai tantangan baru. Serta terbatasnya interaksi anak dengan lingkungannya, yang seringkali membuat tumbuh kembang si kecil terlewat dari pantauan orang tua.

Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang Dr. dr. Bernie Endyarni Medise, Sp.A(K), MPH menjelaskan, 1000 hari pertama kehidupan anak yang juga disebut sebagai periode emas adalah masa yang sangat penting untuk tumbuh kembangnya. Pada anak usia tersebut terjadi perkembangan otak yang sangat pesat. Masa ini disebut dengan periode kritis perkembangan dan masa ini tidak dapat tergantikan.

“Untuk itu, orang tua harus cermat dalam memahami tahap-tahap perkembangan anak sesuai tahap usianya serta memberikan nutrisi dan stimulasi yang tepat untuk mengoptimalkan tumbuh kembang si Kecil agar ia siap belajar terutama dalam situasi yang kurang kondusif seperti pandemi saat ini,” ungkap dr. Bernie di acara #CaraPintarMam Play & Talk: Pentingnya Memastikan Tumbuh Kembang Anak Sesuai Tahapan Usianya di Masa New Normal, yang digelar secara virtual, Rabu (7/7).

Brand Manager S-26 Procal Vera Niki Gozali mengatakan, tumbuh kembang anak secara keseluruhan harus mendapat perhatian orang tua, meskipun saat ini kita berada dalam situasi pandemi. Selain membutuhkan stimulasi dan kasih sayang yang penting untuk mengoptimalkan proses tumbuh kembang dan proses belajar, anak juga membutuhkan nutrisi untuk siap memasuki tahap perkembangan selanjutnya dan mendukung tumbuh kembangnya.

“S-26 Procal Nutrissentials berkomitmen mendampingi orang tua dalam memastikan tumbuh kembang si kecil berjalan sesuai tahap usianya. Salah satunya dengan menghadirkan nutrisi yang mendukung pertumbuhan si Kecil, S-26 Procal Nutrissentials rasa madu yang lezat dan disukai si Kecil,” urainya.

Lebih jauh ia menjelaskan, walaupun saat ini para orang tua berada dalam situasi yang cukup menantang, namun pihaknya berharap mereka tetap dapat mendampingi dan mencukupi kebutuhan nutrisi, stimulasi dan kasih sayang yang dibutuhkan si Kecil, terutama pada periode emasnya.

“Untuk membantu para orang tua memahami kebutuhan dalam setiap perkembangan si Kecil untuk tumbuh kembangnya yang optimal, Wyeth Nutrition juga memberikan informasi untuk orang tua mengenai nutrisi, stimulasi, tumbuh kembang dan tips parenting bersama para pakar melalui platform Instagram,” imbuh Vera.

Psikolog Pritta Tyas Mangestuti, M.Psi, menjelaskan, masa pandemi ini tanpa disadari berdampak pada hubungan emosional antara orang tua dan anak. Meskipun kuantitas pertemuan anak dan orang tua bertambah, namun seringkali koneksi tersebut berkurang. Untuk itu, sebaiknya kedua orang tua bekerja sama untuk mengembalikan kehangatan hubungan bersama anak, serta menghadirkan stabilitas dalam keluarga meskipun banyak tantangan baru.

“Misalnya dengan menemukan cara baru membangun kembali koneksi emosional dengan anak atau rutin mengajak anak berdiskusi mengenai peraturan yang disepakati di dalam keluarga,” jelas Pritta. (awa/opi)

 


Berita HITS

Berita Terbaru

Trending Tags