alexametrics
29 C
Sidoarjo
Friday, 20 May 2022

Seniman Perempuan Tumbuhkan Ekonomi Kreatif

SIDOARJO – Menjelang peringatan Hari Kartini, di bulan April ini komunitas seniman perempuan di Kabupaten Sidoarjo menunjukkan hasil karya mereka. 50 karya seni visual dari 25 perupa perempuan Sidoarjo lintas generasi ini menghasilkan beragam variasi bentuk, medium, obyek, serta berbagai latar belakang ide.

“Pameran ini diharapkan dapat diapresiasi serta menjadi langkah saling menguatkan dan memotivasi sesama manusia, khususnya perempuan untuk meneruskan perjuangan Kartini dalam emansipasi perempuan,” ujar Maria Novita, Ketua Sekar Delta Art Sidoarjo.

Dan “Srikandi Bertaut” dipilih sebagai judul dalam pameran seni rupa ini. Mengambil filosofi Srikandi merupakan sosok tokoh pewayangan perempuan yang tangguh dan pemberani. Sedangkan makna dari kata “bertaut” sendiri yaitu saling bergandengan, juga merapatkan sesuatu yang renggang dan atau terluka. Mengartikan sosok ibu sebagai perempuan kuat yang mengajarkan arti perjuangan dan kasih sayang terhadap anaknya.

Ketua Tim Penggerak PKK Sidoarjo Sa’adah Ahmad Muhdlor menyampaikan bahwa di masa pandemi seperti ini adanya pameran seni rupa menjadi oase yang segar untuk masyarakat serta membuktikan bahwa pekerja seni Sidoarjo masih hidup, berkarya dan berdaya.

Melihat geliat kreatifitas masyarakat mulai muncul, khususnya perempuan pekerja seni seperti Sekar Delta Art Sidoarjo ini, menunjukkan bahwa masyarakat Kota Delta ini mempunyai segudang ide, kreatifitas, dan semangat yang luar biasa untuk saling mendukung dan memberdayakan khususnya bagi perempuan.

Selain itu, perempuan yang memang menggiati kesenian sejak kecil ini menyampaikan bahwa ke depan, TP PKK dan Dekranasda Sidoarjo dengan tangan terbuka mendukung dan mensinergikan program dengan para seniman Sidoarjo.

“Sejak dulu saya suka kesenian, jadi ketika ada pameran saya senang, sehingga ke depan saya ingin pameran-pameran mulai di geliatkan lagi namun tetap sesuai dengan protokol kesehatan,” katanya.

Kepala bidang kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sidoarjo Kartini mengapresiasi perempuan-perempuan ini menyempatkan diri berkarya selain sibuk mengurus rumah tangga.

Menurutnya pameran bagi seniman perempuan ini menjadi ajang menumbuhkan ekonomi kreatif. “Dengan hasil karyanya bisa dipasarkan, pengunjung yang berminat bisa membeli sehingga menambah penghasilan untuk keluarga,” pujinya.

Ia menegaskan Dikbud selalu mendukung kegiatan pegiat seni di Sidoarjo secara umum dan seniman perempuan khususnya. Apalagi setiap tahun Dikbud selalu mengucurkan dana hibah melalui Dewan Kesenian Sidoarjo (Dekesda) sebagai stimulus mengadakan kegiatan seni. “Tahun ini Dikbud menghibahkan Rp 250 juta. Tahun depan akan ditambah,” pungkasnya. (rpp/opi)

 

SIDOARJO – Menjelang peringatan Hari Kartini, di bulan April ini komunitas seniman perempuan di Kabupaten Sidoarjo menunjukkan hasil karya mereka. 50 karya seni visual dari 25 perupa perempuan Sidoarjo lintas generasi ini menghasilkan beragam variasi bentuk, medium, obyek, serta berbagai latar belakang ide.

“Pameran ini diharapkan dapat diapresiasi serta menjadi langkah saling menguatkan dan memotivasi sesama manusia, khususnya perempuan untuk meneruskan perjuangan Kartini dalam emansipasi perempuan,” ujar Maria Novita, Ketua Sekar Delta Art Sidoarjo.

Dan “Srikandi Bertaut” dipilih sebagai judul dalam pameran seni rupa ini. Mengambil filosofi Srikandi merupakan sosok tokoh pewayangan perempuan yang tangguh dan pemberani. Sedangkan makna dari kata “bertaut” sendiri yaitu saling bergandengan, juga merapatkan sesuatu yang renggang dan atau terluka. Mengartikan sosok ibu sebagai perempuan kuat yang mengajarkan arti perjuangan dan kasih sayang terhadap anaknya.

Ketua Tim Penggerak PKK Sidoarjo Sa’adah Ahmad Muhdlor menyampaikan bahwa di masa pandemi seperti ini adanya pameran seni rupa menjadi oase yang segar untuk masyarakat serta membuktikan bahwa pekerja seni Sidoarjo masih hidup, berkarya dan berdaya.

Melihat geliat kreatifitas masyarakat mulai muncul, khususnya perempuan pekerja seni seperti Sekar Delta Art Sidoarjo ini, menunjukkan bahwa masyarakat Kota Delta ini mempunyai segudang ide, kreatifitas, dan semangat yang luar biasa untuk saling mendukung dan memberdayakan khususnya bagi perempuan.

Selain itu, perempuan yang memang menggiati kesenian sejak kecil ini menyampaikan bahwa ke depan, TP PKK dan Dekranasda Sidoarjo dengan tangan terbuka mendukung dan mensinergikan program dengan para seniman Sidoarjo.

“Sejak dulu saya suka kesenian, jadi ketika ada pameran saya senang, sehingga ke depan saya ingin pameran-pameran mulai di geliatkan lagi namun tetap sesuai dengan protokol kesehatan,” katanya.

Kepala bidang kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sidoarjo Kartini mengapresiasi perempuan-perempuan ini menyempatkan diri berkarya selain sibuk mengurus rumah tangga.

Menurutnya pameran bagi seniman perempuan ini menjadi ajang menumbuhkan ekonomi kreatif. “Dengan hasil karyanya bisa dipasarkan, pengunjung yang berminat bisa membeli sehingga menambah penghasilan untuk keluarga,” pujinya.

Ia menegaskan Dikbud selalu mendukung kegiatan pegiat seni di Sidoarjo secara umum dan seniman perempuan khususnya. Apalagi setiap tahun Dikbud selalu mengucurkan dana hibah melalui Dewan Kesenian Sidoarjo (Dekesda) sebagai stimulus mengadakan kegiatan seni. “Tahun ini Dikbud menghibahkan Rp 250 juta. Tahun depan akan ditambah,” pungkasnya. (rpp/opi)

 

Most Read

Berita Terbaru


/