alexametrics
25 C
Sidoarjo
Friday, 28 January 2022

Kedai Djengsrie, Tempat Nongkrong ala Cafe dengan Harga Kaki Lima

SIDOARJO-Pandemi yang melanda hampir dua tahun belakangan tak membuat usaha di bidang food and beverage di Kota Delta mati. Justru banyak kafe, restoran, dan berbagai bisnis baru bermunculan di Sidoarjo.

Di kawasan Kavling DPR misalnya, puluhan kafe dan resto banyak bermunculan. Belum lagi di kawasan Taman Pinang, Pondok Jati, dan sebagainya.

Yang terbaru ada Kedai Djengsrie. Kafe yang berada di selatan Mako Polresta Sidoarjo lama ini mengusung menu-menu ala kaki lima. Namun nuansa kedai bak kafe kekinian.

Ya, dari berbagai kafe dan resto yang ada, semua memiliki keunikan dan keunggulan masing-masing untuk menggaet pembelinya.

“Iya, buka di tengah pandemi memang keputusan yang berani. Namun kami percaya bahwa usaha di bidang FnB di Sidoarjo tidak akan pernah mati,” ujar Manajer Kedai Djengsrie, Ardian Yudhi, Kamis (2/12).

Secara bangunan, kedai yang terletak di Jalan Monginsidi Nomor 142 Sidoarjo ini tak ada bedanya dengan kafe kekinian. Fasad maupun interior kedai kental dengan tema industrial kekinian lengkap dengan beragam ornamennya.

Namun, untuk urusan harga makanan dan minuman, Kedai Djengsrie berani membanderol lebih murah dibandingkan kafe-kafe lainnya. Menu-menu yang ditawarkan juga ala warung kaki lima. Contohnya nasi paru dan nasi ayam yang hanya dibanderol Rp 15 ribu, kopi hitam Rp 5 ribu, dan es teh manis Rp 4 ribu.

“Memang sejak awal kami ingin menawarkan kedai ala kafe yang bisa dijangkau oleh masyarakat. Jadi harganya memang harus lebih murah. Untuk minuman, mulai dari harga Rp 4 ribu. Sedangkan makanan berat, kami ada menu nasi paru, harganya hanya Rp 15 ribu,” imbuhnya.

Selain itu, ada juga menu makanan ringan seperti lumpia, siomay, dan kentang goreng yang siap menemani nongkrong. Lumpia dan dimsum menjadi snack andalan Djengsrie untuk memikat pelanggannya.

Dengan konsep itu, Kedai Djengsrie menjadi pendatang baru yang mewarnai bisnis FnB di Kota Delta. Menjadi alternatif bagi masyarakat Sidoarjo yang ingin merasakan nyamannya nongkrong di kafe namun tak harus menguras kantong dalam-dalam. (son/vga)

SIDOARJO-Pandemi yang melanda hampir dua tahun belakangan tak membuat usaha di bidang food and beverage di Kota Delta mati. Justru banyak kafe, restoran, dan berbagai bisnis baru bermunculan di Sidoarjo.

Di kawasan Kavling DPR misalnya, puluhan kafe dan resto banyak bermunculan. Belum lagi di kawasan Taman Pinang, Pondok Jati, dan sebagainya.

Yang terbaru ada Kedai Djengsrie. Kafe yang berada di selatan Mako Polresta Sidoarjo lama ini mengusung menu-menu ala kaki lima. Namun nuansa kedai bak kafe kekinian.

Ya, dari berbagai kafe dan resto yang ada, semua memiliki keunikan dan keunggulan masing-masing untuk menggaet pembelinya.

“Iya, buka di tengah pandemi memang keputusan yang berani. Namun kami percaya bahwa usaha di bidang FnB di Sidoarjo tidak akan pernah mati,” ujar Manajer Kedai Djengsrie, Ardian Yudhi, Kamis (2/12).

Secara bangunan, kedai yang terletak di Jalan Monginsidi Nomor 142 Sidoarjo ini tak ada bedanya dengan kafe kekinian. Fasad maupun interior kedai kental dengan tema industrial kekinian lengkap dengan beragam ornamennya.

Namun, untuk urusan harga makanan dan minuman, Kedai Djengsrie berani membanderol lebih murah dibandingkan kafe-kafe lainnya. Menu-menu yang ditawarkan juga ala warung kaki lima. Contohnya nasi paru dan nasi ayam yang hanya dibanderol Rp 15 ribu, kopi hitam Rp 5 ribu, dan es teh manis Rp 4 ribu.

“Memang sejak awal kami ingin menawarkan kedai ala kafe yang bisa dijangkau oleh masyarakat. Jadi harganya memang harus lebih murah. Untuk minuman, mulai dari harga Rp 4 ribu. Sedangkan makanan berat, kami ada menu nasi paru, harganya hanya Rp 15 ribu,” imbuhnya.

Selain itu, ada juga menu makanan ringan seperti lumpia, siomay, dan kentang goreng yang siap menemani nongkrong. Lumpia dan dimsum menjadi snack andalan Djengsrie untuk memikat pelanggannya.

Dengan konsep itu, Kedai Djengsrie menjadi pendatang baru yang mewarnai bisnis FnB di Kota Delta. Menjadi alternatif bagi masyarakat Sidoarjo yang ingin merasakan nyamannya nongkrong di kafe namun tak harus menguras kantong dalam-dalam. (son/vga)

Most Read

Berita Terbaru