alexametrics
31 C
Sidoarjo
Tuesday, 24 May 2022

Dua Kali Dipenjara di Bali, Tujuh Kali Curi Motor Di Sidoarjo Kota

SIDOARJO – Kepolisian akhirnya mengungkap fakta baru terkait pelaku pencurian motor, Arik Hermanto, 28, warga Desa Yoso Wilangun Lor RT 09/RW 03 Kecamatan Yoso, Wilangun Kabupaten Lumajang. Pelaku rupanya sudah tujuh kali mencuri di wilayah Kota Sidoarjo.

Wakasat Reskrim Polresta Sidoarjo AKP. Imam Yuwono menjelaskan, jika tersangka mengaku pertama kali mencuri motor Mio di Jalan Hasanudin Kelurahan Celep Selatan, Kota Sidoarjo. Namun awalnya, tersangka enggan mengakui perbuatannya itu. “Namun setelah petugas menunjukkan video rekaman CCTV di jalan tersebut, akhirnya pelaku mengakui perbuatannya,” katanya Jumat (30/10).

Petugas terus mencecar pertanyaan kepada tersangka. Terutama menyangkut pencurian dalam sebuah terakhir. Tersangka akhirnya mengakui, sudah mencuri sebanyak tujuh kali. Sayangnya hanya empat peristiwa yang dilaporkan ke polisi. Dua ke Polresta dan dua sisanya ke Polsekta.

Kamis (1/10) pukul 14.30 lalu, tersangka berhasil menggondol Honda Beat warna hitam tahun 2014 di Kelurahan Sidowayah RT 16/RW 05. Motor tersebut milik korban Puryanto. Sayangnya, korban tak melapor ke polisi jika motornya dicuri.

Lokasi kedua berada di Jalan Jetis 1 RT 11/RW 03, Kelurahan Lemahputro. Korbannya yaitu Wahyudi. Tersangka Arik berhasil membawa lari motor Honda Vario 125 tahun 2014. “Kejadian pencurian tersebut terjadi pada Selasa (6/10) sekitar jam 17.30 wib,” ujarnya.

Merasa lolos, Arik kembali mencuri untuk yang ketiga kalinya. Lokasinya di Jalan Gajah Mada, tepat sebelah Selatan Mall Matahari. Namun kali ini Arik gagal membawa kabur motor, karena mesin motor tidak menyala. Namun dia rupanya tak menyerah, dan kembali melancarkan aksinya.

Lokasi keempat di Kelurahan Celep RT 09/RW 03. Lagi-lagi, tersangka berhasil mencuri motor Honda Beat milik Miftakul Rohman. Saat itu, Arik mencuri pada Minggu (25/10) sekitar jam 14.30. “Kejadian terekam CCTV yang ada di sekitar tempat kejadian perkara,” ujarnya Imam Yuwono.

Sementara pencurian kelima rupanya gagal. Motor yang diincarnya mengalami kerusakan di bagian lubang kunci. Mesin motor rupanya juga tak bisa menyala. Sayangnya saat dia ditanya lokasinya, tersangka mengaku lupa. Polisi kemudian mencecar lokasi keenam.

Aksi pencurian keenam, berada di Jalan Hasanudin Kelurahan Celep Selatan. Korban pencuriannya Rizka. Motor Yamaha Mio milik Rizka berhasil digondol pelaku. Namun saat itu, korban melapor ke polisi menyertakan rekaman CCTV yang ada di sekitar TKP.

Sementara lokasi ketujuh, di Jalan Jetis II Kelurahan Lemah Putro, Kota Sidoarjo. Kali ini korbannya adalah Fafan Rahmad Akbar, 28. Pada aksi yang ketujuh inilah tersangka apes dan berhasil diamankan warga hingga babak belur. “Tersangka seorang residivis kasus yang sama. Bahkan dua kali tertangkap di Pulau Dewata, yang pertama divonis 1 tahun 2 bulan dan yang kedua divonis 2 tahun,” jelas Imam Yuwono.

Modus tersangka cukup sederhana. Arik hanya perlu berjalan kaki dari kosnya untuk berkeliling kampung dan masuk ke sejumlah gang. Saat warga tengah lengah dan kondisi sepi, tersangka melancarkan aksinya. Paling banyak saat sedang salat. “Maka kami imbau warga kalau sedang salat motor dibawa masuk,” imbuhnya. (far/opi)

SIDOARJO – Kepolisian akhirnya mengungkap fakta baru terkait pelaku pencurian motor, Arik Hermanto, 28, warga Desa Yoso Wilangun Lor RT 09/RW 03 Kecamatan Yoso, Wilangun Kabupaten Lumajang. Pelaku rupanya sudah tujuh kali mencuri di wilayah Kota Sidoarjo.

Wakasat Reskrim Polresta Sidoarjo AKP. Imam Yuwono menjelaskan, jika tersangka mengaku pertama kali mencuri motor Mio di Jalan Hasanudin Kelurahan Celep Selatan, Kota Sidoarjo. Namun awalnya, tersangka enggan mengakui perbuatannya itu. “Namun setelah petugas menunjukkan video rekaman CCTV di jalan tersebut, akhirnya pelaku mengakui perbuatannya,” katanya Jumat (30/10).

Petugas terus mencecar pertanyaan kepada tersangka. Terutama menyangkut pencurian dalam sebuah terakhir. Tersangka akhirnya mengakui, sudah mencuri sebanyak tujuh kali. Sayangnya hanya empat peristiwa yang dilaporkan ke polisi. Dua ke Polresta dan dua sisanya ke Polsekta.

Kamis (1/10) pukul 14.30 lalu, tersangka berhasil menggondol Honda Beat warna hitam tahun 2014 di Kelurahan Sidowayah RT 16/RW 05. Motor tersebut milik korban Puryanto. Sayangnya, korban tak melapor ke polisi jika motornya dicuri.

Lokasi kedua berada di Jalan Jetis 1 RT 11/RW 03, Kelurahan Lemahputro. Korbannya yaitu Wahyudi. Tersangka Arik berhasil membawa lari motor Honda Vario 125 tahun 2014. “Kejadian pencurian tersebut terjadi pada Selasa (6/10) sekitar jam 17.30 wib,” ujarnya.

Merasa lolos, Arik kembali mencuri untuk yang ketiga kalinya. Lokasinya di Jalan Gajah Mada, tepat sebelah Selatan Mall Matahari. Namun kali ini Arik gagal membawa kabur motor, karena mesin motor tidak menyala. Namun dia rupanya tak menyerah, dan kembali melancarkan aksinya.

Lokasi keempat di Kelurahan Celep RT 09/RW 03. Lagi-lagi, tersangka berhasil mencuri motor Honda Beat milik Miftakul Rohman. Saat itu, Arik mencuri pada Minggu (25/10) sekitar jam 14.30. “Kejadian terekam CCTV yang ada di sekitar tempat kejadian perkara,” ujarnya Imam Yuwono.

Sementara pencurian kelima rupanya gagal. Motor yang diincarnya mengalami kerusakan di bagian lubang kunci. Mesin motor rupanya juga tak bisa menyala. Sayangnya saat dia ditanya lokasinya, tersangka mengaku lupa. Polisi kemudian mencecar lokasi keenam.

Aksi pencurian keenam, berada di Jalan Hasanudin Kelurahan Celep Selatan. Korban pencuriannya Rizka. Motor Yamaha Mio milik Rizka berhasil digondol pelaku. Namun saat itu, korban melapor ke polisi menyertakan rekaman CCTV yang ada di sekitar TKP.

Sementara lokasi ketujuh, di Jalan Jetis II Kelurahan Lemah Putro, Kota Sidoarjo. Kali ini korbannya adalah Fafan Rahmad Akbar, 28. Pada aksi yang ketujuh inilah tersangka apes dan berhasil diamankan warga hingga babak belur. “Tersangka seorang residivis kasus yang sama. Bahkan dua kali tertangkap di Pulau Dewata, yang pertama divonis 1 tahun 2 bulan dan yang kedua divonis 2 tahun,” jelas Imam Yuwono.

Modus tersangka cukup sederhana. Arik hanya perlu berjalan kaki dari kosnya untuk berkeliling kampung dan masuk ke sejumlah gang. Saat warga tengah lengah dan kondisi sepi, tersangka melancarkan aksinya. Paling banyak saat sedang salat. “Maka kami imbau warga kalau sedang salat motor dibawa masuk,” imbuhnya. (far/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/