alexametrics
26 C
Sidoarjo
Thursday, 26 May 2022

Datangi Panggilan Pemeriksaan, Kades Suko Ditahan Kejari

SIDOARJO – Kades Suko, Kecamatan Sukodono, Rokhayani akhirnya mengenakan rompi tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo. Ia ditahan usai memenuhi panggilan kedua Kejari Sidoarjo, Senin (31/1).

Rokhayani sebenarnya sudah berstatus tersangka atas dugaan kasus pungli Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak minggu lalu. Dalam panggilan pemeriksaan pekan lalu, Rokhayani mangkir.

Senin (31/1), Rokhayani kembali dipanggil untuk pemeriksaan oleh Kejari Sidoarjo. Setibanya di Kejari Sidoarjo, ia langsung diperiksa sebagai tersangka. Ia hadir didampingi penasihat hukum M Sholeh.

Keluar dari kantor di Jalan Sultan Agung itu, Rokhayani sudah nampak memakai rompi tahanan. “Kami lakukan penahanan mulai hari ini (kemarin, Red), untuk penegakan hukum,” kata Kasi Intel Kejari Sidoarjo Aditya Rakatama.

Rakatama menambahkan, ia telah melakukan serangkaian pemeriksaan. Petugas juga mempertimbangkan hak-hak tersangka. Selain itu juga mempertimbangkan sesuai pasal yang disangkakan. Yakni pasal 11 dan pasal 12e UU RI No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Dengan ancaman hukuman penjara di atas lima tahun.

Tersangka Rokhayani dititipkan di Rutan Kejati Jatim. Selama 20 hari ke depan, mulai 31 Januari 2022 sampai dengan 19 Februari 2002. Setelah menahan tersangka Rokhayani, pihak penyidik Kejari Sidoarjo terus melakukan pemeriksaan terhadap beberapa pihak.

Sementara itu, penasihat hukum tersangka M Sholeh mengungkapkan, pihaknya akan mengajukan permohonan penaguhan penahanan. “Karena tersangka masih pejabat aktif,” katanya.

Menurutnya, kasus tersebut juga tidak menyebabkan kerugian negara. Ditambah kasus itu juga tidak berdiri sendiri. Artinya ada beberapa pihak lain yang ikut mendapat uang. Sehingga perlu ditetapkan sebagai tersangka. “Supaya adil,” pungkasnya. (son/vga)

SIDOARJO – Kades Suko, Kecamatan Sukodono, Rokhayani akhirnya mengenakan rompi tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo. Ia ditahan usai memenuhi panggilan kedua Kejari Sidoarjo, Senin (31/1).

Rokhayani sebenarnya sudah berstatus tersangka atas dugaan kasus pungli Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak minggu lalu. Dalam panggilan pemeriksaan pekan lalu, Rokhayani mangkir.

Senin (31/1), Rokhayani kembali dipanggil untuk pemeriksaan oleh Kejari Sidoarjo. Setibanya di Kejari Sidoarjo, ia langsung diperiksa sebagai tersangka. Ia hadir didampingi penasihat hukum M Sholeh.

Keluar dari kantor di Jalan Sultan Agung itu, Rokhayani sudah nampak memakai rompi tahanan. “Kami lakukan penahanan mulai hari ini (kemarin, Red), untuk penegakan hukum,” kata Kasi Intel Kejari Sidoarjo Aditya Rakatama.

Rakatama menambahkan, ia telah melakukan serangkaian pemeriksaan. Petugas juga mempertimbangkan hak-hak tersangka. Selain itu juga mempertimbangkan sesuai pasal yang disangkakan. Yakni pasal 11 dan pasal 12e UU RI No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Dengan ancaman hukuman penjara di atas lima tahun.

Tersangka Rokhayani dititipkan di Rutan Kejati Jatim. Selama 20 hari ke depan, mulai 31 Januari 2022 sampai dengan 19 Februari 2002. Setelah menahan tersangka Rokhayani, pihak penyidik Kejari Sidoarjo terus melakukan pemeriksaan terhadap beberapa pihak.

Sementara itu, penasihat hukum tersangka M Sholeh mengungkapkan, pihaknya akan mengajukan permohonan penaguhan penahanan. “Karena tersangka masih pejabat aktif,” katanya.

Menurutnya, kasus tersebut juga tidak menyebabkan kerugian negara. Ditambah kasus itu juga tidak berdiri sendiri. Artinya ada beberapa pihak lain yang ikut mendapat uang. Sehingga perlu ditetapkan sebagai tersangka. “Supaya adil,” pungkasnya. (son/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/