alexametrics
26.7 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Pembunuhan Jadi Kasus Paling Menonjol di Tahun 2020

SIDOARJO – Polresta Sidoarjo membeberkan kasus tindak kriminalitas di Sidoarjo selama 2020. Hasilnya, pembunuhan menjadi kasus paling menonjol. Selain narkotika, curas serta pembakaran mobil Via Vallen. Namun begitu, secara keseluruhan, jumlah kasus kriminalitas mengalami penurunan.

Kasus pembunuhan sendiri ada tujuh kasus yang dilaporkan, dan saat ini sudah berhasil diungkap seluruhnya. Bahkan ada kasus di 2019 yang juga berhasil diungkap. Totalnya ada delapan kasus yang berhasil diungkap di 2020 atau 133 persen.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji mengatakan, kasus kriminalitas menurun 346 kasus atau 30,37 persen jika dibanding tahun 2019. Crime total pada 2019 sebanyak 1.130 kasus turun menjadi 793 kasus pada 2020. Sementara crime clearance pada 949 kasus menjadi 664 kasus.

“Kalau kasus narkoba yang berhasil diungkap sebanyak 429 kasus, atau turun 23,39 persen dari 2019,” katanya, Selasa (29/12).

Jumlah tersangka kasus narkotika juga mengalami penurunan 30,12 persen atau 494 tersangka. Sementara tahun 2019 ada 707 tersangka. Seluruh kasus narkotika di tahun 2020 seluruh berhasil diungkap.

Bahkan barang bukti hasil narkotika ikut dimusnahkan. Yaitu ganja 3.395,74 gram, sabu 2.747,77 gram, ekstasi 2.611 butir, pil dobel L sebanyak 267.489 butir. “Kami akan terus berusaha untuk memerangi narkotika khususnya di Sidoarjo,” ujarnya.

Sementara curas ada sebanyak 13 kasus yang dilaporkan dan beehasil diiselesaikan 28 kasus. Sementara curat dari 110 kasus yang dilaporkan ada 79 kasus yang berhasil diselesaikan. Jika dipresentasikan sekitar 71,8 persen. Sehingga masih menyisakan pekerjaan rumah di tahun 2021.

Bagaimana dengan kasus pelanggaran lalu lintas? Pada 2020 mengalami penurunan tilang sebanyak 71,8 persen dari 120.285 kasus tilang di 20129 menjadi 33.857 kasus tilang di 2020. Sementara terkait teguran pelanggaran lalu lintas menurun sebanyak 68,07 persen.

Sedangkan kasus laka lantas, kalau di 2019, ada 1792 kasus. sementara di 2020 ada 1743 kasus atau trennya menurun sebanyak 2,73 persen. “Jika melihat tahun 2019 ada 240 jiwa, sedangkan 2020 ada 226 korban jiwa yang melayang sia-sia atau turun 5,87 persen,” jelasnya. (far/nis)

SIDOARJO – Polresta Sidoarjo membeberkan kasus tindak kriminalitas di Sidoarjo selama 2020. Hasilnya, pembunuhan menjadi kasus paling menonjol. Selain narkotika, curas serta pembakaran mobil Via Vallen. Namun begitu, secara keseluruhan, jumlah kasus kriminalitas mengalami penurunan.

Kasus pembunuhan sendiri ada tujuh kasus yang dilaporkan, dan saat ini sudah berhasil diungkap seluruhnya. Bahkan ada kasus di 2019 yang juga berhasil diungkap. Totalnya ada delapan kasus yang berhasil diungkap di 2020 atau 133 persen.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji mengatakan, kasus kriminalitas menurun 346 kasus atau 30,37 persen jika dibanding tahun 2019. Crime total pada 2019 sebanyak 1.130 kasus turun menjadi 793 kasus pada 2020. Sementara crime clearance pada 949 kasus menjadi 664 kasus.

“Kalau kasus narkoba yang berhasil diungkap sebanyak 429 kasus, atau turun 23,39 persen dari 2019,” katanya, Selasa (29/12).

Jumlah tersangka kasus narkotika juga mengalami penurunan 30,12 persen atau 494 tersangka. Sementara tahun 2019 ada 707 tersangka. Seluruh kasus narkotika di tahun 2020 seluruh berhasil diungkap.

Bahkan barang bukti hasil narkotika ikut dimusnahkan. Yaitu ganja 3.395,74 gram, sabu 2.747,77 gram, ekstasi 2.611 butir, pil dobel L sebanyak 267.489 butir. “Kami akan terus berusaha untuk memerangi narkotika khususnya di Sidoarjo,” ujarnya.

Sementara curas ada sebanyak 13 kasus yang dilaporkan dan beehasil diiselesaikan 28 kasus. Sementara curat dari 110 kasus yang dilaporkan ada 79 kasus yang berhasil diselesaikan. Jika dipresentasikan sekitar 71,8 persen. Sehingga masih menyisakan pekerjaan rumah di tahun 2021.

Bagaimana dengan kasus pelanggaran lalu lintas? Pada 2020 mengalami penurunan tilang sebanyak 71,8 persen dari 120.285 kasus tilang di 20129 menjadi 33.857 kasus tilang di 2020. Sementara terkait teguran pelanggaran lalu lintas menurun sebanyak 68,07 persen.

Sedangkan kasus laka lantas, kalau di 2019, ada 1792 kasus. sementara di 2020 ada 1743 kasus atau trennya menurun sebanyak 2,73 persen. “Jika melihat tahun 2019 ada 240 jiwa, sedangkan 2020 ada 226 korban jiwa yang melayang sia-sia atau turun 5,87 persen,” jelasnya. (far/nis)

Most Read

Berita Terbaru


/