alexametrics
24 C
Sidoarjo
Wednesday, 17 August 2022

Juragan rongsokan, Korban Penembakan Akhirnya Meninggal 

SIDOARJO – Korban penembakan di bawah Flyover Tenggulunan, Moh Sabar, 37, akhirnya meninggal, Rabu (29/6) malam. Korban sebelumnya dirawat intensif di RSUD Sidoarjo selama sekitar dua hari.

Selama di RSUD Sidoarjo, Sabar diketahui dalam kondisi kritis. Kabar meninggalnya korban dibenarkan Kepala Humas RSUD Sidoarjo, Sri Yuliati. “Benar, pasien meninggal sekitar pukul 22.10 malam tadi,” kata Sri Yuliati, Kamis (30/6).

Wadir Pelayanan RSUD Sidoarjo, dr. Wasis Nuripso mengatakan, pasien yang telah dirawat sejak Senin (27/6) itu mengalami sejumlah luka di tubuhnya. Yaitu di lengan, dada dan lehernya.

Sedikitnya ada empat luka di tubuh korban. Dua di antaranya adalah luka akibat tembusan. Hal itu diketahui setelah tim medis melakukan otopsi ulang. Korban kemudian diberikan alat pernapasan.

“Dua luka di antaranya sepertinya akibat peluru tembus. Menurut petugas medis yang menangani, pasien tak sadarkan diri dan kerap gagal bernapas,” imbuhnya.

Menurutnya, masalah pernapasan akibat ada luka pada bagian leher dan paru-paru. Hal itu terjadi karena lentingan proyektil yang sempat mengenai sebuah organ. Sejatinya pihak RSUD Sidoarjo berencana untuk merujuk pasien.

Namun, lantaran kondisi pasien yang kurang stabil, sehingga rencana tersebut urung dilakukan. Sebab dinilai akan berbahaya bagi pasien jika harus dimobilisasi. Tim medis pun berusaha untuk membuat kondisi pasien stabil terlebih dahulu di ruang ICU.

Sayangnya, upaya untuk menstabilkan kondisi pasien gagal. Meski begitu, usaha tim medis mengangkat sebuah proyektil dari tubuh pasien berhasil. Tim medis juga sempat berusaha untuk melakukan CT Scan.

“Itu untuk langkah lanjutan. Tapi ya karena kondisinya kurang stabil, akhirnya tindakan tersebut ditunda,” jelasnya.

Di sisi lain, usai dimandikan atau disucikan, jenazah Sabar langsung dibawa pihak keluarga menuju rumah asalnya di Desa Watestani Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan. Korban dimakamkan sekitar pukul 07.00.

“Tidak dimakamkan di sini (Sidoarjo, Red). Dibawa ke rumahnya di Pasuruan. Karena disini kan hanya mengontrak rumah,” ujar Umi, tetangga korban.

Sementara itu, hingga saat ini polisi masih terus melakukan penyelidikan terhadap motif penembakan itu. Salah satu terduga pelaku berisinial JO juga telah ditangkap di Sampang. (far/vga)

SIDOARJO – Korban penembakan di bawah Flyover Tenggulunan, Moh Sabar, 37, akhirnya meninggal, Rabu (29/6) malam. Korban sebelumnya dirawat intensif di RSUD Sidoarjo selama sekitar dua hari.

Selama di RSUD Sidoarjo, Sabar diketahui dalam kondisi kritis. Kabar meninggalnya korban dibenarkan Kepala Humas RSUD Sidoarjo, Sri Yuliati. “Benar, pasien meninggal sekitar pukul 22.10 malam tadi,” kata Sri Yuliati, Kamis (30/6).

Wadir Pelayanan RSUD Sidoarjo, dr. Wasis Nuripso mengatakan, pasien yang telah dirawat sejak Senin (27/6) itu mengalami sejumlah luka di tubuhnya. Yaitu di lengan, dada dan lehernya.

Sedikitnya ada empat luka di tubuh korban. Dua di antaranya adalah luka akibat tembusan. Hal itu diketahui setelah tim medis melakukan otopsi ulang. Korban kemudian diberikan alat pernapasan.

“Dua luka di antaranya sepertinya akibat peluru tembus. Menurut petugas medis yang menangani, pasien tak sadarkan diri dan kerap gagal bernapas,” imbuhnya.

Menurutnya, masalah pernapasan akibat ada luka pada bagian leher dan paru-paru. Hal itu terjadi karena lentingan proyektil yang sempat mengenai sebuah organ. Sejatinya pihak RSUD Sidoarjo berencana untuk merujuk pasien.

Namun, lantaran kondisi pasien yang kurang stabil, sehingga rencana tersebut urung dilakukan. Sebab dinilai akan berbahaya bagi pasien jika harus dimobilisasi. Tim medis pun berusaha untuk membuat kondisi pasien stabil terlebih dahulu di ruang ICU.

Sayangnya, upaya untuk menstabilkan kondisi pasien gagal. Meski begitu, usaha tim medis mengangkat sebuah proyektil dari tubuh pasien berhasil. Tim medis juga sempat berusaha untuk melakukan CT Scan.

“Itu untuk langkah lanjutan. Tapi ya karena kondisinya kurang stabil, akhirnya tindakan tersebut ditunda,” jelasnya.

Di sisi lain, usai dimandikan atau disucikan, jenazah Sabar langsung dibawa pihak keluarga menuju rumah asalnya di Desa Watestani Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan. Korban dimakamkan sekitar pukul 07.00.

“Tidak dimakamkan di sini (Sidoarjo, Red). Dibawa ke rumahnya di Pasuruan. Karena disini kan hanya mengontrak rumah,” ujar Umi, tetangga korban.

Sementara itu, hingga saat ini polisi masih terus melakukan penyelidikan terhadap motif penembakan itu. Salah satu terduga pelaku berisinial JO juga telah ditangkap di Sampang. (far/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/