alexametrics
25.5 C
Sidoarjo
Monday, 23 May 2022

Peredaran Narkotika Meningkat, Polisi Musnahkan Barang Bukti

SIDOARJO – Kasus penyalahgunaan narkotika di Sidoarjo patut menjadi perhatian. Jumlahnya mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro mengungkapkan, sepanjang tahun 2021, polresta beserta polsek jajaran telah mengungkap sejumlah kasus penyalahgunaan narkotika. Total ada 531 kasus dengan tersangka 624 orang.

Jumlah itu naik dibanding tahun sebelumnya. Di mana tahun 2020 hanya 429 kasus dengan tersangka 494 orang.

“Naik sekitar 23,78 persen,” katanya, Kamis (29/12).

Kusumo menambahkan, dengan peningkatan kasus tersebut, Polresta Sidoarjo juga bakal lebih aktif untuk memberantas peredaran narkotika di Kota Delta. Berbagai upaya bakal ditingkatkan. Mulai dari pencegahan hingga penindakan terhadap pelaku penyalahgunaan barang terlarang itu.

Dia menyebutkan, banyaknya kasus narkotika di Sidoarjo juga tidak lepas dari tingginya mobilitas masyarakat. Di Sidoarjo terdapat sejumlah fasilitas publik seperti bandara dan terminal. Tidak jarang itu menjadi akses keluar masuknya peredaran narkotika.

Sejumlah tersangka yang ditangkap juga merupakan tersangka baru dan residivis.

“Yang baru bisa direhabilitasi. Kalau tidak bisa juga akan ditindak pidana dengan tegas,” sambungnya.

Sejumlah barang bukti penyalahgunaan narkotika itu juga telah dimusnahkan, kemarin. Di antaranya, ganja sekitar 5 kilogram, sabu-sabu 8 kilogram, ekstasi 159 butir dan pil dobel L 745.360 butir serta minuman keras. Dalam kesempatan itu, polisi juga memusnahkan ribuan botol minuman keras hasil operasi dan penggerebekan. (son/vga)

SIDOARJO – Kasus penyalahgunaan narkotika di Sidoarjo patut menjadi perhatian. Jumlahnya mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro mengungkapkan, sepanjang tahun 2021, polresta beserta polsek jajaran telah mengungkap sejumlah kasus penyalahgunaan narkotika. Total ada 531 kasus dengan tersangka 624 orang.

Jumlah itu naik dibanding tahun sebelumnya. Di mana tahun 2020 hanya 429 kasus dengan tersangka 494 orang.

“Naik sekitar 23,78 persen,” katanya, Kamis (29/12).

Kusumo menambahkan, dengan peningkatan kasus tersebut, Polresta Sidoarjo juga bakal lebih aktif untuk memberantas peredaran narkotika di Kota Delta. Berbagai upaya bakal ditingkatkan. Mulai dari pencegahan hingga penindakan terhadap pelaku penyalahgunaan barang terlarang itu.

Dia menyebutkan, banyaknya kasus narkotika di Sidoarjo juga tidak lepas dari tingginya mobilitas masyarakat. Di Sidoarjo terdapat sejumlah fasilitas publik seperti bandara dan terminal. Tidak jarang itu menjadi akses keluar masuknya peredaran narkotika.

Sejumlah tersangka yang ditangkap juga merupakan tersangka baru dan residivis.

“Yang baru bisa direhabilitasi. Kalau tidak bisa juga akan ditindak pidana dengan tegas,” sambungnya.

Sejumlah barang bukti penyalahgunaan narkotika itu juga telah dimusnahkan, kemarin. Di antaranya, ganja sekitar 5 kilogram, sabu-sabu 8 kilogram, ekstasi 159 butir dan pil dobel L 745.360 butir serta minuman keras. Dalam kesempatan itu, polisi juga memusnahkan ribuan botol minuman keras hasil operasi dan penggerebekan. (son/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/