alexametrics
29 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Karyawan Pabrik Nyambi Jual Pil Koplo

SIDOARJO – Muchammad Irwan, 25, menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Sidoarjo, Selasa (28/12). Warga Dusun Gedangpulut, Desa Gedangrowo, Kecamatan Prambon itu diadili lantaran menyimpan 50 butir pil dobel L di rumahnya.

Keseharian terdakwa adalah seorang karyawan pabrik. Tapi di sela pekerjaan itu, ia melakoni bisnis terlarang yakni dengan menjual pil dobel L.

Di persidangan itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Assri Susantina menghadirkan dua polisi yang meringkus terdakwa. Yakni, Puji dan Budi.

Di hadapan ketua Majelis Hakim Teguh Sarosa, saksi Puji mengungkapkan jika jejak terdakwa berhasil diendus polisi dari pengembangan seorang pria yang bernama Handoyo.

“Awalnya kami menangkap Handoyo,” katanya.

Di hadapan polisi, Handoyo mengaku jika membeli pil dobel L kepada terdakwa Muchammad Irwan. Dari informasi itulah, polisi langsung mendatangi rumah terdakwa.

Terdakwa berhasil ditangkap. Polisi juga menemukan sejumlah barang bukti dari bisnis terlarang itu. Yakni 50 butir pil dobel L. “Ditemukan di dalam kamar,” imbuhnya.

Selain itu, polisi juga menyita uang Rp 25 ribu sebagai barang bukti. Selanjutnya persidangan untuk terdakwa bakal digelar pekan depan. Agendanya masih pemeriksaan saksi dalam perkara itu. (son/vga)

 

SIDOARJO – Muchammad Irwan, 25, menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Sidoarjo, Selasa (28/12). Warga Dusun Gedangpulut, Desa Gedangrowo, Kecamatan Prambon itu diadili lantaran menyimpan 50 butir pil dobel L di rumahnya.

Keseharian terdakwa adalah seorang karyawan pabrik. Tapi di sela pekerjaan itu, ia melakoni bisnis terlarang yakni dengan menjual pil dobel L.

Di persidangan itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Assri Susantina menghadirkan dua polisi yang meringkus terdakwa. Yakni, Puji dan Budi.

Di hadapan ketua Majelis Hakim Teguh Sarosa, saksi Puji mengungkapkan jika jejak terdakwa berhasil diendus polisi dari pengembangan seorang pria yang bernama Handoyo.

“Awalnya kami menangkap Handoyo,” katanya.

Di hadapan polisi, Handoyo mengaku jika membeli pil dobel L kepada terdakwa Muchammad Irwan. Dari informasi itulah, polisi langsung mendatangi rumah terdakwa.

Terdakwa berhasil ditangkap. Polisi juga menemukan sejumlah barang bukti dari bisnis terlarang itu. Yakni 50 butir pil dobel L. “Ditemukan di dalam kamar,” imbuhnya.

Selain itu, polisi juga menyita uang Rp 25 ribu sebagai barang bukti. Selanjutnya persidangan untuk terdakwa bakal digelar pekan depan. Agendanya masih pemeriksaan saksi dalam perkara itu. (son/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/