alexametrics
30 C
Sidoarjo
Tuesday, 17 May 2022

Rawan Penipuan, Polisi Imbau Masyarakat Cermat Beli Rumah

SIDOARJO – Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro mengimbau masyarakat agar lebih cermat ketika akan membeli rumah. Hal itu untuk mengantisipasi menjadi korban penipuan jual beli rumah oleh pengembang yang tidak bertanggung jawab.

Kusumo mengingatkan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat masyarakat hendak membeli rumah. Pertama memastikan legal perusahaan atau pengembang. Hingga status tanah yang akan dibangun.

“Jangan tergoda harga murah dan metode pembayaran yang ringan. Kalau salah masyarakat sendiri yang rugi,” katanya, Minggu (27/3).

Beberapa hari yang lalu, Polresta Sidoarjo juga telah menangkap seorang direktur pengembang perumahan. Ia dilaporkan warga karena tidak kunjung merealisasikan rumah yang dijanjikan.

Pembeli dari empat komplek perumahan yang ditawarkan tersangka mencapai 1.500 orang. Korban yang melapor baru sembilan orang dalam lima laporan polisi.

”Korban diperkirakan juga masih bisa bertambah,” imbuh Kusumo.

Sebagai aparat penegak hukum, Polresta Sidoarjo juga akan menindak tegas jika ada tindak kriminalitas khususnya dalam jual beli rumah. Karena itu, warga juga diminta tidak segan melapor ke polisi jika menjadi korban penipuan bisnis properti di Sidoarjo.

Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Sidoarjo buka 24 jam menerima aduan masyarakat. Polisi akan melakukan serangkaian penyelidikan dari laporan yang masuk. Jika bukti dan saksi sudah lengkap, polisi juga bakal menangkap tersangka yang terlibat. (son/vga)

SIDOARJO – Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro mengimbau masyarakat agar lebih cermat ketika akan membeli rumah. Hal itu untuk mengantisipasi menjadi korban penipuan jual beli rumah oleh pengembang yang tidak bertanggung jawab.

Kusumo mengingatkan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat masyarakat hendak membeli rumah. Pertama memastikan legal perusahaan atau pengembang. Hingga status tanah yang akan dibangun.

“Jangan tergoda harga murah dan metode pembayaran yang ringan. Kalau salah masyarakat sendiri yang rugi,” katanya, Minggu (27/3).

Beberapa hari yang lalu, Polresta Sidoarjo juga telah menangkap seorang direktur pengembang perumahan. Ia dilaporkan warga karena tidak kunjung merealisasikan rumah yang dijanjikan.

Pembeli dari empat komplek perumahan yang ditawarkan tersangka mencapai 1.500 orang. Korban yang melapor baru sembilan orang dalam lima laporan polisi.

”Korban diperkirakan juga masih bisa bertambah,” imbuh Kusumo.

Sebagai aparat penegak hukum, Polresta Sidoarjo juga akan menindak tegas jika ada tindak kriminalitas khususnya dalam jual beli rumah. Karena itu, warga juga diminta tidak segan melapor ke polisi jika menjadi korban penipuan bisnis properti di Sidoarjo.

Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Sidoarjo buka 24 jam menerima aduan masyarakat. Polisi akan melakukan serangkaian penyelidikan dari laporan yang masuk. Jika bukti dan saksi sudah lengkap, polisi juga bakal menangkap tersangka yang terlibat. (son/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/