alexametrics
30 C
Sidoarjo
Saturday, 21 May 2022

Perketat Pengamanan, Kapolresta Sidoarjo Imbau Sekolah Tambah CCTV

SIDOARJO – Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro mengimbau agar sekolah dapat meningkatkan pengamanan. Hal itu menyikapi maraknya aksi pencurian yang menyasar gedung- gedung sekolah.

Kusumo menegaskan, langkah pengamanan yang dapat dilakukan adalah dengan menambah CCTV di sekolah.

“Baiknya lagi jika ada petugas keamanan,” katanya.

Selain itu, pihak sekolah juga disarankan tidak menyimpan uang tunai di sekolah. Lebih baik disimpan di bank atau jika ada tempat penyimpanan khusus seperti brankas.

Mantan Wakapolresta Banyuwangi itu juga mengingatkan kepada para orang tua agar lebih ketat mengawasi anak-anaknya. Hal itu menyikapi adanya aksi pencurian di sejumlah sekolah yang dilakukan anak-anak di bawah umur.

“Kadang anak ketika di rumah baik, tapi saat di luar rumah nakal. Tolong orang tua ikut mengawasi,” imbuhnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, polisi berhasil meringkus dua jaringan maling spesialis sekolah beberapa waktu lalu. Komplotan pertama terdiri dari empat orang. Mereka adalah Noval Mahendra, 21, warga Bringin Harapan Gang V, Sambikerep, Surabaya. Kemudian CT, 21, AMH, 21, dan MY, 17, yang juga warga Surabaya.

Komplotan kedua terdiri dari 3 orang yang masih di bawah umur. Mereka adalah DN, 17, NS, 17, dan  AP, 13, warga Sidoarjo. (son/vga)

 

SIDOARJO – Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro mengimbau agar sekolah dapat meningkatkan pengamanan. Hal itu menyikapi maraknya aksi pencurian yang menyasar gedung- gedung sekolah.

Kusumo menegaskan, langkah pengamanan yang dapat dilakukan adalah dengan menambah CCTV di sekolah.

“Baiknya lagi jika ada petugas keamanan,” katanya.

Selain itu, pihak sekolah juga disarankan tidak menyimpan uang tunai di sekolah. Lebih baik disimpan di bank atau jika ada tempat penyimpanan khusus seperti brankas.

Mantan Wakapolresta Banyuwangi itu juga mengingatkan kepada para orang tua agar lebih ketat mengawasi anak-anaknya. Hal itu menyikapi adanya aksi pencurian di sejumlah sekolah yang dilakukan anak-anak di bawah umur.

“Kadang anak ketika di rumah baik, tapi saat di luar rumah nakal. Tolong orang tua ikut mengawasi,” imbuhnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, polisi berhasil meringkus dua jaringan maling spesialis sekolah beberapa waktu lalu. Komplotan pertama terdiri dari empat orang. Mereka adalah Noval Mahendra, 21, warga Bringin Harapan Gang V, Sambikerep, Surabaya. Kemudian CT, 21, AMH, 21, dan MY, 17, yang juga warga Surabaya.

Komplotan kedua terdiri dari 3 orang yang masih di bawah umur. Mereka adalah DN, 17, NS, 17, dan  AP, 13, warga Sidoarjo. (son/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/