alexametrics
28 C
Sidoarjo
Wednesday, 18 May 2022

Sembunyikan 3 Kg SS di Kardus Saklar Lampu

SIDOARJO – Petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) Juanda dan petugas gabungan berhasil menggagalkan penyelundupan sabu-sabu (SS) di Bandara Internasioal Juanda. Barang bukti yang diamankan cukup fantastis. SS asal Malaysia itu beratnya 3,045 kilogram.

Satu tersangka pun juga berhasil diamankan. Namanya Budi Hartono, pria asal Probolinggo. Pria umur 39 tahun itu tukang cor yang sudah bekerja 8 bulan di Malaysia.

Kepala KPPBC TMP Juanda Budi Harjanto menceritakan, penyelundupan itu dilakukan tersangka pada Selasa (22/9). Tepatnya sekitar pukul 10.00, penumpang pesawat penerbangan Kuala Lumpur – Surabaya itu tiba. “Kami menerima informasi suspek penumpang yang telah berinteraksi dengan jaringan SS Malaysia. Makanya kami perketat,” terangnya.

Saat di pemeriksaan X-Ray, lanjut Budi, petugas curiga dengan barang bawaan penumpang itu. Ada barang mencurigakan yang disembunyikan dalam 29 boks saklar lampu. Petugas kemudian memeriksa intensif barang itu. Hasilnya, SS seberat 3,045 kilogram ditemukan. “Tersangka kami amankan untuk pemeriksaan lanjutan,” sambungnya.

Sementara itu, tersangka mengaku jika barang haram itu adalah titipan. Yakni dari rekannya yang bernama Marsui, 38, yang tinggal di Malaysia.

Sehari sebelum penerbangan, tersangka bertemu Marsui. Dirinya berencana pulang ke Jawa Timur tapi tidak punya uang. Marsui mau membantu dengan syarat membawakan barangnya saat ke Indonesia. “Saya tidak tau kalau isinya SS. Saya diberi upah Rp 30 juta. Baru dibayar Rp 1,5 juta untuk ongkos pulang,” katanya.

Apes, saat di Bandara Juanda ternyata tersangka dibekuk petugas gabungan gegara barang haram tersebut. Saat ini, tersangka dan barang bukti juga telah dilimpahkan ke Badan Narkotika Nasional (BNN) Jawa Timur.

Kepala BNNP Jatim Bambang P menambahkan, saat ini kasus itu juga tengah dikembangkan. Petugas telah memburu tersangka lain dalam kasus tersebut. “Beberapa waktu lalu kami juga telah meringkus kasus SS di Gununganyar, Surabaya. Juga jaringan Malaysia,” terangnya. (son/nis)

SIDOARJO – Petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) Juanda dan petugas gabungan berhasil menggagalkan penyelundupan sabu-sabu (SS) di Bandara Internasioal Juanda. Barang bukti yang diamankan cukup fantastis. SS asal Malaysia itu beratnya 3,045 kilogram.

Satu tersangka pun juga berhasil diamankan. Namanya Budi Hartono, pria asal Probolinggo. Pria umur 39 tahun itu tukang cor yang sudah bekerja 8 bulan di Malaysia.

Kepala KPPBC TMP Juanda Budi Harjanto menceritakan, penyelundupan itu dilakukan tersangka pada Selasa (22/9). Tepatnya sekitar pukul 10.00, penumpang pesawat penerbangan Kuala Lumpur – Surabaya itu tiba. “Kami menerima informasi suspek penumpang yang telah berinteraksi dengan jaringan SS Malaysia. Makanya kami perketat,” terangnya.

Saat di pemeriksaan X-Ray, lanjut Budi, petugas curiga dengan barang bawaan penumpang itu. Ada barang mencurigakan yang disembunyikan dalam 29 boks saklar lampu. Petugas kemudian memeriksa intensif barang itu. Hasilnya, SS seberat 3,045 kilogram ditemukan. “Tersangka kami amankan untuk pemeriksaan lanjutan,” sambungnya.

Sementara itu, tersangka mengaku jika barang haram itu adalah titipan. Yakni dari rekannya yang bernama Marsui, 38, yang tinggal di Malaysia.

Sehari sebelum penerbangan, tersangka bertemu Marsui. Dirinya berencana pulang ke Jawa Timur tapi tidak punya uang. Marsui mau membantu dengan syarat membawakan barangnya saat ke Indonesia. “Saya tidak tau kalau isinya SS. Saya diberi upah Rp 30 juta. Baru dibayar Rp 1,5 juta untuk ongkos pulang,” katanya.

Apes, saat di Bandara Juanda ternyata tersangka dibekuk petugas gabungan gegara barang haram tersebut. Saat ini, tersangka dan barang bukti juga telah dilimpahkan ke Badan Narkotika Nasional (BNN) Jawa Timur.

Kepala BNNP Jatim Bambang P menambahkan, saat ini kasus itu juga tengah dikembangkan. Petugas telah memburu tersangka lain dalam kasus tersebut. “Beberapa waktu lalu kami juga telah meringkus kasus SS di Gununganyar, Surabaya. Juga jaringan Malaysia,” terangnya. (son/nis)

Most Read

Berita Terbaru


/