alexametrics
25 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

Sebanyak 733 Warga langar Prokes, Sidang Tipiring di GOR

SIDOARJO – Sejak pagi ratusan warga berbondong-bondong datang ke tenis indoor GOR Delta Sidoarjo Kamis (24/9). Bukan untuk berolahraga, melainkan untuk menghadiri sidang tindak pidana ringan (tipiring) operasi yustisi.

Mereka yang terjaring operasi yustisi protokol kesehatan (prokes) di wilayah kecamatan, wajib menghadiri sidang di tempat tersebut. Pemkab telah menjadwalkan sidang di tenis indoor ini berlangsung setiap hari Kamis. Selama dua pekan berturut-turut. “Tempat ini dipilih karena bisa diatur physical distancing,” kata Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Sidoarjo Djoko Supriyadi yang turut memantau jalannya sidang.

Untuk masuk ke ruang sidang tersebut peserta wajib mengantre dengan jarak minimal satu meter. Kemudian menuju ke meja sesuai kecamatan masing-masing untuk absensi kehadiran.

Dari data yang dihimpun, total 733 peserta harus menjalani sidang. Di Kecamatan Taman paling banyak terjaring pelanggar protokol kesehatan tidak pakai masker sebanyak 87 orang. Selain itu 73 orang terjaring di Gedangan dan 66 di Kecamatan Balongbendo.
Ia menegaskan, semua uang denda akan digunakan untuk percepatan penanganan pandemi Covid-19. Seperti untuk pembelian masker, disinfektan maupun alat penanganan pasien Covid-19 di rumah sakit. “Bahkan uang tersebut dapat digunakan untuk honor penggali makam korban Covid-19,” katanya.

Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji mengatakan, tipiring penerapan protokol kesehatan kali ini merupakan sidang yang terjadwal. Pelaksanaannya tiap hari Kamis di GOR Sidoarjo. Sedangkan sidang di tempat bagi pelanggar protokol kesehatan Covid-19 akan tetap dilaksanakan.

Namun titik operasinya berpindah-pindah. Pelaksanaannya sendiri dilakukan setiap hari Senin.

Sumardji mengatakan dari pelaksanaan sidang dit empat mulai tanggal 14 September sampai Kamis (24/9) sudah menjaring 345 orang pelanggar protokol kesehatan Covid-19. “Total yang kita dapatkan kurang lebih ada Rp 75 juta mulai tanggal 14 sampai dengan Kamis (24/9), belum terhitung sidang yang terjadwal seperti saat ini,” ucapnya.

Kepala Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo Mukhlis menambahkan, dalam sidang perdana pelanggar protokol kesehatan ini disiapkan dua orang hakim. Pelanggar harus membayar denda Rp 150 ribu. “Atau menjalani hukuman kurungan selama tiga hari,” pungkasnya. (rpp/vga)

SIDOARJO – Sejak pagi ratusan warga berbondong-bondong datang ke tenis indoor GOR Delta Sidoarjo Kamis (24/9). Bukan untuk berolahraga, melainkan untuk menghadiri sidang tindak pidana ringan (tipiring) operasi yustisi.

Mereka yang terjaring operasi yustisi protokol kesehatan (prokes) di wilayah kecamatan, wajib menghadiri sidang di tempat tersebut. Pemkab telah menjadwalkan sidang di tenis indoor ini berlangsung setiap hari Kamis. Selama dua pekan berturut-turut. “Tempat ini dipilih karena bisa diatur physical distancing,” kata Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Sidoarjo Djoko Supriyadi yang turut memantau jalannya sidang.

Untuk masuk ke ruang sidang tersebut peserta wajib mengantre dengan jarak minimal satu meter. Kemudian menuju ke meja sesuai kecamatan masing-masing untuk absensi kehadiran.

Dari data yang dihimpun, total 733 peserta harus menjalani sidang. Di Kecamatan Taman paling banyak terjaring pelanggar protokol kesehatan tidak pakai masker sebanyak 87 orang. Selain itu 73 orang terjaring di Gedangan dan 66 di Kecamatan Balongbendo.
Ia menegaskan, semua uang denda akan digunakan untuk percepatan penanganan pandemi Covid-19. Seperti untuk pembelian masker, disinfektan maupun alat penanganan pasien Covid-19 di rumah sakit. “Bahkan uang tersebut dapat digunakan untuk honor penggali makam korban Covid-19,” katanya.

Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji mengatakan, tipiring penerapan protokol kesehatan kali ini merupakan sidang yang terjadwal. Pelaksanaannya tiap hari Kamis di GOR Sidoarjo. Sedangkan sidang di tempat bagi pelanggar protokol kesehatan Covid-19 akan tetap dilaksanakan.

Namun titik operasinya berpindah-pindah. Pelaksanaannya sendiri dilakukan setiap hari Senin.

Sumardji mengatakan dari pelaksanaan sidang dit empat mulai tanggal 14 September sampai Kamis (24/9) sudah menjaring 345 orang pelanggar protokol kesehatan Covid-19. “Total yang kita dapatkan kurang lebih ada Rp 75 juta mulai tanggal 14 sampai dengan Kamis (24/9), belum terhitung sidang yang terjadwal seperti saat ini,” ucapnya.

Kepala Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo Mukhlis menambahkan, dalam sidang perdana pelanggar protokol kesehatan ini disiapkan dua orang hakim. Pelanggar harus membayar denda Rp 150 ribu. “Atau menjalani hukuman kurungan selama tiga hari,” pungkasnya. (rpp/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/