alexametrics
25 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

Tali Dipotong Kakaknya, Pemuda 20 Tahun Gagal Gantung Diri

SIDOARJO – Warga Desa Pepe, Kecamatan Sedati geger. Salah satu warganya Muhammad Akbar Al Farizi nyaris mati karena bunuh diri. Warga Jalan Tri Tunggal RT 24/RW 11 itu berusaha mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

Informasi yang dihimpun Radar Sidoarjo, peristiwa itu terjadi pada Senin (25/4) malam. Mulanya, korban yang masih berusia 20 tahun setelah buka puasa terlihat kesal. Ia kemudian masuk ke kamar dan menutup pintu dengan keras.

Selepas Salat Tarawih, Zefri, 30, kakak korban melihat kamar korban sudah dalam kondisi kosong. Dia kemudian mencari korban di sejumlah ruangan rumah. Namun, ia kemudian terkejut saat berada di garasi rumah.

Dia melihat adiknya sudah dalam posisi tergantung dengan seutas tali berwarna putih. Panik dengan kejadian itu, Zefri kemudian berteriak meminta pertolongan.

Dewi, 55, ibu korban langsung berlari ke garasi. Keduanya langsung berusaha menolong korban. Beruntung tali dapat cepat diputus sehingga nyawa korban masih terselamatkan.

Setelah diturunkan, korban langsung dilarikan ke Puskesmas Sedati dan kemudian dirujuk ke RSUD Sidoarjo. Sampai di RSUD, korban berangsur sadar dan membaik. Tapi kondisinya masih nampak gelisah. Di leher korban juga nampak jelas bekas jeratan tali hasil upaya bunuh diri itu.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Sedati Ipda Bambang membenarkan terkait aksi percobaan bunuh diri itu. Polisi juga telah mendatangi lokasi kejadian termasuk melihat kondisi korban di RSUD.

“Motifnya memang masih belum jelas, tapi dugaannya adalah karena depresi. Korban masih belum bisa dimintai keterangan dengan jelas,” katanya, Selasa (26/4). (son/vga)

SIDOARJO – Warga Desa Pepe, Kecamatan Sedati geger. Salah satu warganya Muhammad Akbar Al Farizi nyaris mati karena bunuh diri. Warga Jalan Tri Tunggal RT 24/RW 11 itu berusaha mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

Informasi yang dihimpun Radar Sidoarjo, peristiwa itu terjadi pada Senin (25/4) malam. Mulanya, korban yang masih berusia 20 tahun setelah buka puasa terlihat kesal. Ia kemudian masuk ke kamar dan menutup pintu dengan keras.

Selepas Salat Tarawih, Zefri, 30, kakak korban melihat kamar korban sudah dalam kondisi kosong. Dia kemudian mencari korban di sejumlah ruangan rumah. Namun, ia kemudian terkejut saat berada di garasi rumah.

Dia melihat adiknya sudah dalam posisi tergantung dengan seutas tali berwarna putih. Panik dengan kejadian itu, Zefri kemudian berteriak meminta pertolongan.

Dewi, 55, ibu korban langsung berlari ke garasi. Keduanya langsung berusaha menolong korban. Beruntung tali dapat cepat diputus sehingga nyawa korban masih terselamatkan.

Setelah diturunkan, korban langsung dilarikan ke Puskesmas Sedati dan kemudian dirujuk ke RSUD Sidoarjo. Sampai di RSUD, korban berangsur sadar dan membaik. Tapi kondisinya masih nampak gelisah. Di leher korban juga nampak jelas bekas jeratan tali hasil upaya bunuh diri itu.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Sedati Ipda Bambang membenarkan terkait aksi percobaan bunuh diri itu. Polisi juga telah mendatangi lokasi kejadian termasuk melihat kondisi korban di RSUD.

“Motifnya memang masih belum jelas, tapi dugaannya adalah karena depresi. Korban masih belum bisa dimintai keterangan dengan jelas,” katanya, Selasa (26/4). (son/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/