alexametrics
31 C
Sidoarjo
Tuesday, 24 May 2022

Awas! Bertebaran Modus Jajakan Sarung lalu Curi Burung

SIDOARJO – Masyarakat nampaknya harus lebih waspada terhadap penjual keliling. Jika tidak, barang peliharaan di rumah bisa lenyap. Seperti yang terjadi di Desa Bluru Kidul RT 02/RW 01 Kecamatan Sidoarjo. Tiga orang yang menjajakan sarung nekat mencuri burung.

Kepolsek Sidoarjo, Kompol Anggono Jaya mengatakan, tiga orang yang berpura-pura menjajakan kain sarung Toraja dan kain batik nekat mencuri burung kenari. Korbannya Suprapto, 54. Sebuah burung kenari dicuri oleh tiga orang penjajah sarung asal Pasuruan.

Yaitu M. Farid, 34, warga Desa Tamba’an RT 01/RW 02 Kecamatan Panggungrejo, M. Komarudin, 49, warga Desa Tamba’an RT 01/RW 01, Kecamatan Panggungrejo dan Abdul Rohim, 48, warga Desa Gadingrejo RT 03/RW 03 Kecamatan Gadingrejo.

“Iya, jadi modus tiga pelaku adalah dengan menjajakan sarung dan kain batik. Mereka berkeliling di Desa Bluru Kidul,” katanya, Selasa (26/1).

Anggono menuturkan, mereka berkeliling dan mencari mangsa. Jika melihat situasi perkampungan yang sepi, mereka kemudian melancarkan aksinya. Incaran para pelaku juga beragam. Mulai burung, HP, hingga barang lainnya kemudian dibawa kabur.

Aksi pelaku berakhir setelah ketahuan warga mencuri burung kenari yang berada di teras rumah milik Suprapto. Saat itu, warga yang curiga dengan gerak-gerik pelaku melakukan pengawasan. Kecurigaan warga benar dan langsung mengamankan ketiga pelaku.

“Pemilik yang mengetahui burung miliknya dicuri oleh para pelaku, kemudian berteriak maling sehingga pelaku kabur dan langsung dikejar,” ujarnya.

Ketiga pelaku kemudian berhasil diamankan warga. Ketiganya lalu dibawa ke Mapolsek Sidoarjo beserta barang buktinya. Yaitu satu buah sangkar burung lengkap dengan seekor burung kenari di dalamnya.

“Ketiganya dijerat pasal 363 tentang pencurian dan pemberatan dengan ancaman hukuman penjara tujuh tahun,” pungkasnya. (far/opi)

 

SIDOARJO – Masyarakat nampaknya harus lebih waspada terhadap penjual keliling. Jika tidak, barang peliharaan di rumah bisa lenyap. Seperti yang terjadi di Desa Bluru Kidul RT 02/RW 01 Kecamatan Sidoarjo. Tiga orang yang menjajakan sarung nekat mencuri burung.

Kepolsek Sidoarjo, Kompol Anggono Jaya mengatakan, tiga orang yang berpura-pura menjajakan kain sarung Toraja dan kain batik nekat mencuri burung kenari. Korbannya Suprapto, 54. Sebuah burung kenari dicuri oleh tiga orang penjajah sarung asal Pasuruan.

Yaitu M. Farid, 34, warga Desa Tamba’an RT 01/RW 02 Kecamatan Panggungrejo, M. Komarudin, 49, warga Desa Tamba’an RT 01/RW 01, Kecamatan Panggungrejo dan Abdul Rohim, 48, warga Desa Gadingrejo RT 03/RW 03 Kecamatan Gadingrejo.

“Iya, jadi modus tiga pelaku adalah dengan menjajakan sarung dan kain batik. Mereka berkeliling di Desa Bluru Kidul,” katanya, Selasa (26/1).

Anggono menuturkan, mereka berkeliling dan mencari mangsa. Jika melihat situasi perkampungan yang sepi, mereka kemudian melancarkan aksinya. Incaran para pelaku juga beragam. Mulai burung, HP, hingga barang lainnya kemudian dibawa kabur.

Aksi pelaku berakhir setelah ketahuan warga mencuri burung kenari yang berada di teras rumah milik Suprapto. Saat itu, warga yang curiga dengan gerak-gerik pelaku melakukan pengawasan. Kecurigaan warga benar dan langsung mengamankan ketiga pelaku.

“Pemilik yang mengetahui burung miliknya dicuri oleh para pelaku, kemudian berteriak maling sehingga pelaku kabur dan langsung dikejar,” ujarnya.

Ketiga pelaku kemudian berhasil diamankan warga. Ketiganya lalu dibawa ke Mapolsek Sidoarjo beserta barang buktinya. Yaitu satu buah sangkar burung lengkap dengan seekor burung kenari di dalamnya.

“Ketiganya dijerat pasal 363 tentang pencurian dan pemberatan dengan ancaman hukuman penjara tujuh tahun,” pungkasnya. (far/opi)

 

Most Read

Berita Terbaru


/