alexametrics
25 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

Polisi Buru Pelaku Lain Pengeroyok Anggota TNI

SIDOARJO – Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji memastikan jika pengeroyokan terhadap anggota TNI AL, Pratu Jehezkial Yusuf Sakan, Minggu (23/5) pagi, dipicu teriakan maling dari salah satu pelaku.

Sumardji mengatakan, jika hal itu terungkap berdasarkan hasil penyidikan empat pelaku, yaitu UNH, 20, Moch. RTR, 21, FCP, 21, dan YMK, 23. Menurut keterangan para pelaku, korban terlihat berputar-putar di sekitar pintu keluar bus kota sehingga mereka menganggapnya maling.

“Padahal korban ini riwa-riwi mencari hotel yang tadinya sempat disinggahi. Dikarenakan tidak ketemu karena hotelnya kecil dan juga tempatnya nyelempit,” kata Sumardji, Senin (24/5)

Saat sedang mencari hotelnya menggunakan motor itu, salah satu pelaku meneriaki korban dengan teriakan maling. Akibatnya korban pun berhenti. Sehingga para pelaku langsung mendatangi korban. Saat itu para pelaku dan korban sempat adu mulut.

“Saat cekcok, dari keterangan salah satu pelaku, ada yang memukul korban, sehingga terjadilah aksi pengeroyokan tersebut,” ujar Sumardji.

Pengeroyokan itu dilakukan oleh sekitar 10 orang. Sumardji menjelaskan, sebenarnya yang bisa diamankan ada enam orang. Tapi dua orang sebagai saksi. Karena saat itu, hanya ada di TKP dan tidak melakukan aksi pengeroyokan.

Sementara itu, empat orang sisanya sebagai pelaku utama sudah diamankan di Polresta Sidoarjo. Selain itu, ada pula saksi yang lain sebagai perekam dan yang melihat dari jauh. Pihaknya kini masih memburu pelaku yang lainnya.

“Dari hasil penyidikan terhadap empat pelaku itu, bahwa mereka tidak sedang minum atau mabuk. Jadi tidak minun alkohol. Hanya dia cangkruk-cangkruk di TKP,” bebernya.

Menurut Sumardji, mereka merupakan perkumpulan pemuda yang bergabung di kawasan Terminal Purabaya (Bungurasih). Mereka ada yang dari kelompok pengamen, ada yang antar jemput penumpang dan yang memang suka nongkrong di sekitar lokasi.

“Ya bisa dikatakan preman-preman situlah. Jadi kejadian itu spontan karena merasa ada orang yang riwa-riwi,” ungkapnya.

Sebelumnya, korban berencana hendak menuju ke hotel yang sempat disinggahinya. Korban diketahui sedang mengikuti Dikjur Brivet Taifib di Kodikmar Karangpilang Surabaya. Namun karena tidak ada izin menginap di luar, maka korban kembali ke kesatuan.

“Nah, tapi karena ada barang yang tertinggal jadi maksudnya ingin mengambil barang itu tapi lupa lokasi hotelnya, sehingga bolak-balik di sekitar terminal,” jelasnya. (far/opi)

 

SIDOARJO – Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji memastikan jika pengeroyokan terhadap anggota TNI AL, Pratu Jehezkial Yusuf Sakan, Minggu (23/5) pagi, dipicu teriakan maling dari salah satu pelaku.

Sumardji mengatakan, jika hal itu terungkap berdasarkan hasil penyidikan empat pelaku, yaitu UNH, 20, Moch. RTR, 21, FCP, 21, dan YMK, 23. Menurut keterangan para pelaku, korban terlihat berputar-putar di sekitar pintu keluar bus kota sehingga mereka menganggapnya maling.

“Padahal korban ini riwa-riwi mencari hotel yang tadinya sempat disinggahi. Dikarenakan tidak ketemu karena hotelnya kecil dan juga tempatnya nyelempit,” kata Sumardji, Senin (24/5)

Saat sedang mencari hotelnya menggunakan motor itu, salah satu pelaku meneriaki korban dengan teriakan maling. Akibatnya korban pun berhenti. Sehingga para pelaku langsung mendatangi korban. Saat itu para pelaku dan korban sempat adu mulut.

“Saat cekcok, dari keterangan salah satu pelaku, ada yang memukul korban, sehingga terjadilah aksi pengeroyokan tersebut,” ujar Sumardji.

Pengeroyokan itu dilakukan oleh sekitar 10 orang. Sumardji menjelaskan, sebenarnya yang bisa diamankan ada enam orang. Tapi dua orang sebagai saksi. Karena saat itu, hanya ada di TKP dan tidak melakukan aksi pengeroyokan.

Sementara itu, empat orang sisanya sebagai pelaku utama sudah diamankan di Polresta Sidoarjo. Selain itu, ada pula saksi yang lain sebagai perekam dan yang melihat dari jauh. Pihaknya kini masih memburu pelaku yang lainnya.

“Dari hasil penyidikan terhadap empat pelaku itu, bahwa mereka tidak sedang minum atau mabuk. Jadi tidak minun alkohol. Hanya dia cangkruk-cangkruk di TKP,” bebernya.

Menurut Sumardji, mereka merupakan perkumpulan pemuda yang bergabung di kawasan Terminal Purabaya (Bungurasih). Mereka ada yang dari kelompok pengamen, ada yang antar jemput penumpang dan yang memang suka nongkrong di sekitar lokasi.

“Ya bisa dikatakan preman-preman situlah. Jadi kejadian itu spontan karena merasa ada orang yang riwa-riwi,” ungkapnya.

Sebelumnya, korban berencana hendak menuju ke hotel yang sempat disinggahinya. Korban diketahui sedang mengikuti Dikjur Brivet Taifib di Kodikmar Karangpilang Surabaya. Namun karena tidak ada izin menginap di luar, maka korban kembali ke kesatuan.

“Nah, tapi karena ada barang yang tertinggal jadi maksudnya ingin mengambil barang itu tapi lupa lokasi hotelnya, sehingga bolak-balik di sekitar terminal,” jelasnya. (far/opi)

 

Most Read

Berita Terbaru


/