alexametrics
31 C
Sidoarjo
Sunday, 26 June 2022

Jadi Kurir Sudah Empat Bulan, Pasok Narkoba dari Bandung

SIDOARJO – Ilham Rusdianto, 24, warga Desa Tempel, Kecamatan Krian, rupanya sudah empat bulan menjadi kurir pil koplo, sabu-sabu (SS) dan pil ekstasi alias inex. Hal tersebut disampaikan Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, Selasa (24/5).

Mantan Wakapolresta Banyuwangi itu menjelaskan, tersangka Ilham mendapatkan ribuan pil double L, SS dan inex dari seseorang yang dikenalnya saat menonton sepak bola di Bandung. Komunikasi Ilham dengan sang bandar tersebut terjalin dengan sangat intens.

“Jadi kenal dengan sang pemasok saat menonton bola pada 2018 silam. Tersangka dan pemasok sering berkomunikasi, saling WhatsApp hingga tersangka dijadikan sebagai kurir,” ujarnya saat konferensi pers kemarin.

Ilham bertugas menjadi kurir dengan para pemesan di wilayah Sidoarjo dan beberapa daerah lain di sekitarnya seperti Mojokerto. Dia ditangkap saat hendak meranjau SS seberat 25,86 gram beserta plastik klipnya di Jalan Raya Bakalan-Tarik.

Saat ditangkap, barang bukti SS disimpan di dalam tas selempang biru hijau. Anggota Unit Reskrim Polsek Tarik lalu melakukan pengembangan ke kamar kos tersangka di Desa Kemuning Tarik. Hasilnya ditemukan barang bukti satu poket SS seberat 49,13 gram beserta plastiknya.

Selain itu, ada tiga kardus kuning yang berisi 300 bungkus plastik berisi pil berlogo LL. Setiap plastiknya berisi 1.000 butir. Selain itu ada satu kardus hitam berisi 100 botol berisi pil double L. Setiap botolnya juga berisi 1.000 butir.

Meski begitu, Kusumo mengatakan jika pihaknya belum menemukan keterkaitan tersangka dengan penemuan ribuan pil koplo di lahan kosong Desa Tempel Krian beberapa waktu lalu. Dia juga memastikan jika Ilham bukan bagian dari jaringan lapas. (far/vga)

 

SIDOARJO – Ilham Rusdianto, 24, warga Desa Tempel, Kecamatan Krian, rupanya sudah empat bulan menjadi kurir pil koplo, sabu-sabu (SS) dan pil ekstasi alias inex. Hal tersebut disampaikan Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, Selasa (24/5).

Mantan Wakapolresta Banyuwangi itu menjelaskan, tersangka Ilham mendapatkan ribuan pil double L, SS dan inex dari seseorang yang dikenalnya saat menonton sepak bola di Bandung. Komunikasi Ilham dengan sang bandar tersebut terjalin dengan sangat intens.

“Jadi kenal dengan sang pemasok saat menonton bola pada 2018 silam. Tersangka dan pemasok sering berkomunikasi, saling WhatsApp hingga tersangka dijadikan sebagai kurir,” ujarnya saat konferensi pers kemarin.

Ilham bertugas menjadi kurir dengan para pemesan di wilayah Sidoarjo dan beberapa daerah lain di sekitarnya seperti Mojokerto. Dia ditangkap saat hendak meranjau SS seberat 25,86 gram beserta plastik klipnya di Jalan Raya Bakalan-Tarik.

Saat ditangkap, barang bukti SS disimpan di dalam tas selempang biru hijau. Anggota Unit Reskrim Polsek Tarik lalu melakukan pengembangan ke kamar kos tersangka di Desa Kemuning Tarik. Hasilnya ditemukan barang bukti satu poket SS seberat 49,13 gram beserta plastiknya.

Selain itu, ada tiga kardus kuning yang berisi 300 bungkus plastik berisi pil berlogo LL. Setiap plastiknya berisi 1.000 butir. Selain itu ada satu kardus hitam berisi 100 botol berisi pil double L. Setiap botolnya juga berisi 1.000 butir.

Meski begitu, Kusumo mengatakan jika pihaknya belum menemukan keterkaitan tersangka dengan penemuan ribuan pil koplo di lahan kosong Desa Tempel Krian beberapa waktu lalu. Dia juga memastikan jika Ilham bukan bagian dari jaringan lapas. (far/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/