alexametrics
29 C
Sidoarjo
Thursday, 19 May 2022

Warga Prambon Ngaku Anggota BIN dan Kerabat Tjahyo Kumolo

SIDOARJO – Setyo Prabowo, 55, warga Dusun Tengguli RT 03 RW 02, Desa Kajar Tengguli, Prambon, hampir babak belur menjadi bulan-bulanan warga. Dia mengaku sebagai anggota Badan Intelejen Negara (BIN) dan meminta sumbangan pada warga di Kelurahan Tambakkemerakan, Krian, Selasa sore (21/7).

Peristiwa bermula saat pelaku mendatangi rumah kos Fitri, di RT 02/RW 01 Kelurahan Tambakkemerakan, bersama istrinya Suma’inah. Kedatangannya untuk meminta sumbangan sebesar Rp 150 ribu kepada Fitri dengan imbalan akan dapat ganti yang lebih besar. “Sepertinya orang stres, sempat dipukul warga,” kata Kanit Reskrim Polsek Krian Iptu Sigit.

Fitri merasa curiga setelah memberikan uang. Dia lalu menanyakan kebenaran Prabowo sebagai anggota BIN. Saat ditanya, Prabowo terlihat gugup. Fitri lalu meminta tolong pada warga jika ada BIN gadungan. Warga lalu menangkap Prabowo. Saat diinterogasi warga, Prabowo tetap mengaku sebagai anggota BIN.

Bahkan dia juga menunjukkan kartu identitas intelijen dari LMR-RI yang masa berlakunya berakhir 24 Agustus 2012. Pelaku kemudian diamankan, dan warga pun menghubungi Polsek Krian. Tak lama anggota Polsek Krian membawa pelaku ke mapolsek untuk penyelidikan lebih lanjut.

Dikatakan Sigit, pelaku mengaku masih punya hubungan kerabat dengan Tjahjo Kumolo, yang saat ini menjabat sebagai Menpan-RB. Prabowo memiliki anak yang ingin masuk akademi kepolisian (Akpol) melalui jalur tak biasa. Namun oleh Tjahjo Kumolo diminta agar melalui prosedur yang ada.

Hal itu diduga membuat Prabowo agak sedikit terganggu pikirannya. Terlebih dia juga pernah dipecat sebagai salah satu karyawan pabrik kertas. “Ya mungkin karena itu semakin stres. Jadi saat itu sempat dipukul warga, karena sempat nunjuk-nunjuk perangkat desa juga,” paparnya. (far/nis/opi)

SIDOARJO – Setyo Prabowo, 55, warga Dusun Tengguli RT 03 RW 02, Desa Kajar Tengguli, Prambon, hampir babak belur menjadi bulan-bulanan warga. Dia mengaku sebagai anggota Badan Intelejen Negara (BIN) dan meminta sumbangan pada warga di Kelurahan Tambakkemerakan, Krian, Selasa sore (21/7).

Peristiwa bermula saat pelaku mendatangi rumah kos Fitri, di RT 02/RW 01 Kelurahan Tambakkemerakan, bersama istrinya Suma’inah. Kedatangannya untuk meminta sumbangan sebesar Rp 150 ribu kepada Fitri dengan imbalan akan dapat ganti yang lebih besar. “Sepertinya orang stres, sempat dipukul warga,” kata Kanit Reskrim Polsek Krian Iptu Sigit.

Fitri merasa curiga setelah memberikan uang. Dia lalu menanyakan kebenaran Prabowo sebagai anggota BIN. Saat ditanya, Prabowo terlihat gugup. Fitri lalu meminta tolong pada warga jika ada BIN gadungan. Warga lalu menangkap Prabowo. Saat diinterogasi warga, Prabowo tetap mengaku sebagai anggota BIN.

Bahkan dia juga menunjukkan kartu identitas intelijen dari LMR-RI yang masa berlakunya berakhir 24 Agustus 2012. Pelaku kemudian diamankan, dan warga pun menghubungi Polsek Krian. Tak lama anggota Polsek Krian membawa pelaku ke mapolsek untuk penyelidikan lebih lanjut.

Dikatakan Sigit, pelaku mengaku masih punya hubungan kerabat dengan Tjahjo Kumolo, yang saat ini menjabat sebagai Menpan-RB. Prabowo memiliki anak yang ingin masuk akademi kepolisian (Akpol) melalui jalur tak biasa. Namun oleh Tjahjo Kumolo diminta agar melalui prosedur yang ada.

Hal itu diduga membuat Prabowo agak sedikit terganggu pikirannya. Terlebih dia juga pernah dipecat sebagai salah satu karyawan pabrik kertas. “Ya mungkin karena itu semakin stres. Jadi saat itu sempat dipukul warga, karena sempat nunjuk-nunjuk perangkat desa juga,” paparnya. (far/nis/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/