alexametrics
31 C
Sidoarjo
Friday, 27 May 2022

Berbuat Onar, 59 Oknum PSHT Diamankan di Mapolresta Sidoarjo

SIDOARJO – Puluhan oknum pesilat anggota PSHT terpaksa diamankan di Mapolresta Sidoarjo, Jumat (21/8). Hal itu setelah mereka melakukan aksi onar kepada warga di pinggir jalan yang mereka lewati. Akibatnya mereka hampir saja terlibat aksi tawuran dengan warga.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji mengatakan, sedikitnya ada 59 oknum pesilat PSHT yang digiring ke Mapolresta Sidoarjo. Sebab mereka sempat mengusir warga yang makan di warung-warung yang ada di pinggir jalan. Tak hanya itu, mereka juga telah mengeroyok pengendara sepeda motor. “Sejatinya mereka adalah simpatisan yang konvoi untuk menghadiri pengesahan di Sidoarjo, sayangnya mereka mengganggu warga,” katanya.

Mereka berasal dari beberapa kabupaten dan kota yang ada di Jawa Timur. Di antaranya Gresik 36 orang, Jombang 2 orang, Surabaya 7 orang, Mojokerto 6 orang, Sidoarjo 4 orang, Lamongan 4 orang dan Jombang 4 orang. Beberapa di antaranya juga masih berumur belasan tahun.

Selain itu, salah sebanyak enam orang yang diamankan ke Mapolresta Sidoarjo dalam keadaan mabuk. Bahkan saat ditanya oleh petugas mereka sempat melawan. “Sehingga tidak mencerminkan sebagai ksatria, jadi harusnya mereka tidak demikian, itulah yang saya betul-betul kecewa,” tambahnya.

Salah satu korban yang sempat dikeroyok di kawasan Wonoayu akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Yapalis, Krian. Pasalnya korban mengalami luka retak di bagian hidung. Puluhan personel kepolisian, termasuk Brimob, dikerahkan ke Mapolresta Sidoarjo. Mereka juga melakukan pengamanan di GOR Delta Sidoarjo.

Selain itu, para oknum pesilat PSHT yang telah diamankan itu dipulangkan secara bertahap. Mereka juga dikawal petugas hingga ke kawasan perbatasan Sidoarjo. “Mereka sebelum pulang kami periksa, kami data, dan kami tanya peran mereka sebagai apa, sehingga bisa kami terus dalami,” ujar Sumardji. (far/opi)

SIDOARJO – Puluhan oknum pesilat anggota PSHT terpaksa diamankan di Mapolresta Sidoarjo, Jumat (21/8). Hal itu setelah mereka melakukan aksi onar kepada warga di pinggir jalan yang mereka lewati. Akibatnya mereka hampir saja terlibat aksi tawuran dengan warga.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji mengatakan, sedikitnya ada 59 oknum pesilat PSHT yang digiring ke Mapolresta Sidoarjo. Sebab mereka sempat mengusir warga yang makan di warung-warung yang ada di pinggir jalan. Tak hanya itu, mereka juga telah mengeroyok pengendara sepeda motor. “Sejatinya mereka adalah simpatisan yang konvoi untuk menghadiri pengesahan di Sidoarjo, sayangnya mereka mengganggu warga,” katanya.

Mereka berasal dari beberapa kabupaten dan kota yang ada di Jawa Timur. Di antaranya Gresik 36 orang, Jombang 2 orang, Surabaya 7 orang, Mojokerto 6 orang, Sidoarjo 4 orang, Lamongan 4 orang dan Jombang 4 orang. Beberapa di antaranya juga masih berumur belasan tahun.

Selain itu, salah sebanyak enam orang yang diamankan ke Mapolresta Sidoarjo dalam keadaan mabuk. Bahkan saat ditanya oleh petugas mereka sempat melawan. “Sehingga tidak mencerminkan sebagai ksatria, jadi harusnya mereka tidak demikian, itulah yang saya betul-betul kecewa,” tambahnya.

Salah satu korban yang sempat dikeroyok di kawasan Wonoayu akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Yapalis, Krian. Pasalnya korban mengalami luka retak di bagian hidung. Puluhan personel kepolisian, termasuk Brimob, dikerahkan ke Mapolresta Sidoarjo. Mereka juga melakukan pengamanan di GOR Delta Sidoarjo.

Selain itu, para oknum pesilat PSHT yang telah diamankan itu dipulangkan secara bertahap. Mereka juga dikawal petugas hingga ke kawasan perbatasan Sidoarjo. “Mereka sebelum pulang kami periksa, kami data, dan kami tanya peran mereka sebagai apa, sehingga bisa kami terus dalami,” ujar Sumardji. (far/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/