alexametrics
31 C
Sidoarjo
Sunday, 26 June 2022

Tragis, Dua Pria Ditemukan Tewas di Saluran Irigasi, Polisi Temukan Miras

SIDOARJO – Warga Dusun Tempel RT 06/RW 02 Desa Balongdowo, Kecamatan Candi geger. Penyebabnya, dua pria tak bernyawa ditemukan di dalam saluran air irigasi sawah di desa setempat, Minggu (22/5) pagi.

Kedua korban berhasil diidentifikasi. Yakni, Wahyu Purnawan, 36, warga Dusun Kalitengah Selatan RT 02/RW 03 Kecamatan Tanggulangin dan Agung Mochamad Sadeli, 35, warga Desa Kendal Rejo RT 01/RW 03 Kecamatan Bagor Nganjuk.

Korban ditemukan meninggal sekitar pukul 06.00. Keduanya ditemukan tewas dalam posisi tengkurap di saluran irigasi tersebut

Informasi yang berhasil dihimpun Radar Sidoarjo, awalnya Moh Imron, salah seorang warga sekitar hendak memasang banner tebar benih di pinggir sawah sekitar lokasi kejadian. Saat itu Imron melihat motor Honda Supra X nopol W 5464 TU berada di saluran air irigasi.

“Motor tersebut ditemukan dalam keadaan terbalik. Warga yang melihat motor tersebut langsung mendekatinya untuk melihat kondisi kendaraan tersebut,” ujar Kapolsek Candi, Kompol Hari Siswo Suwarno.

Nah, saat didekati, lampu sen motor terlihat masih menyala. Saat itu juga, Imron melihat ada dua pria dalam posisi tengkurap dan diduga meninggal dunia. Imron kemudian melaporkan penemuan itu kepada ketua RT setempat dan diteruskan kepada kepada desa setempat.

Sekitar pukul 07.45, peristiwa tersebut dilaporkan ke Polsek Candi. Tak lama, anggota kepolisian tiba di lokasi. Petugas langsung melakukan pemeriksaan dan ditemukan bahwa kondisi motor dalam keadaan terbalik dengan posisi standar tengah berdiri.

“Lampu sen sebelah kanan dalam keadaan menyala. Selain itu ditemukan satu botol miras yang masih ada sisanya, dan miras oplosan terbungkus dalam plastik kresek warna hitam,” imbuhnya.

Tak hanya itu, miras tersebut dijepitkan pada bagian tengah sepeda motor tersebut. Selain itu, petugas juga berhasil menemukan satu stel jas hujan warna pink. Selain itu, di dalam salah satu celana korban diketemukan satu buah dompet berisi identitas korban Wahyu Purnawan.

Tak hanya itu, petugas juga menyita HP. Nah, saat sepeda motor dinaikkan diketahui perseneling sepeda motor masuk pada gigi tiga. Di samping itu, tebeng sebelah kiri juga terlihat pecah. Korban selanjutnya dibawa ke RSUD Sidoarjo untuk dilakukan visum et repertum (VeR). Petugas kepolisian pun langsung memeriksa beberapa saksi dan menggelar olah TKP.

Sementara dari hasil pemeriksaan tidak ada tanda tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Kami dari Unit Gakkum dan Unit Reskrim menemui pihak keluarga kedua korban di kamar jenazah RSUD Sidoarjo,” ujar Kanit Gakkum Polresta Sidoarjo, AKP Sugeng Sulistiyono.

Meski begitu, kata Sugeng, kedua pihak keluarga tak berkenan untuk dilakukan otopsi. Kedua pihak keluarga korban sudah sepakat membuat surat pernyataan tidak ingin dilaksanakan otopsi.

“Karena awalnya dari hasil olah TKP yang dilakukan tim Unit Gakkum tak menemukan adanya kecelakaan lalu lintas pada penemuan dua mayat itu,” bebernya.

Sugeng membeberkan ada beberapa alasan. Misalnya di jalan tak ditemukan adanya goresan. Posisi jatuh sepeda motor tidak sesuai dengan arah jatuhnya. Selain itu, posisi korban bersebrangan antara korban satu dengan korban dua dan luka yang dialami korban tidak menunjukkan kejadian laka lantas.

“Makanya kami langsung berkoordinasi dengan Unit Reskrim Polsek Candi. Hingga akhirnya penanganan kasus tersebut ditangani Unit Reskrim Polsek Candi,” jelas Sugeng. (far/vga)

SIDOARJO – Warga Dusun Tempel RT 06/RW 02 Desa Balongdowo, Kecamatan Candi geger. Penyebabnya, dua pria tak bernyawa ditemukan di dalam saluran air irigasi sawah di desa setempat, Minggu (22/5) pagi.

Kedua korban berhasil diidentifikasi. Yakni, Wahyu Purnawan, 36, warga Dusun Kalitengah Selatan RT 02/RW 03 Kecamatan Tanggulangin dan Agung Mochamad Sadeli, 35, warga Desa Kendal Rejo RT 01/RW 03 Kecamatan Bagor Nganjuk.

Korban ditemukan meninggal sekitar pukul 06.00. Keduanya ditemukan tewas dalam posisi tengkurap di saluran irigasi tersebut

Informasi yang berhasil dihimpun Radar Sidoarjo, awalnya Moh Imron, salah seorang warga sekitar hendak memasang banner tebar benih di pinggir sawah sekitar lokasi kejadian. Saat itu Imron melihat motor Honda Supra X nopol W 5464 TU berada di saluran air irigasi.

“Motor tersebut ditemukan dalam keadaan terbalik. Warga yang melihat motor tersebut langsung mendekatinya untuk melihat kondisi kendaraan tersebut,” ujar Kapolsek Candi, Kompol Hari Siswo Suwarno.

Nah, saat didekati, lampu sen motor terlihat masih menyala. Saat itu juga, Imron melihat ada dua pria dalam posisi tengkurap dan diduga meninggal dunia. Imron kemudian melaporkan penemuan itu kepada ketua RT setempat dan diteruskan kepada kepada desa setempat.

Sekitar pukul 07.45, peristiwa tersebut dilaporkan ke Polsek Candi. Tak lama, anggota kepolisian tiba di lokasi. Petugas langsung melakukan pemeriksaan dan ditemukan bahwa kondisi motor dalam keadaan terbalik dengan posisi standar tengah berdiri.

“Lampu sen sebelah kanan dalam keadaan menyala. Selain itu ditemukan satu botol miras yang masih ada sisanya, dan miras oplosan terbungkus dalam plastik kresek warna hitam,” imbuhnya.

Tak hanya itu, miras tersebut dijepitkan pada bagian tengah sepeda motor tersebut. Selain itu, petugas juga berhasil menemukan satu stel jas hujan warna pink. Selain itu, di dalam salah satu celana korban diketemukan satu buah dompet berisi identitas korban Wahyu Purnawan.

Tak hanya itu, petugas juga menyita HP. Nah, saat sepeda motor dinaikkan diketahui perseneling sepeda motor masuk pada gigi tiga. Di samping itu, tebeng sebelah kiri juga terlihat pecah. Korban selanjutnya dibawa ke RSUD Sidoarjo untuk dilakukan visum et repertum (VeR). Petugas kepolisian pun langsung memeriksa beberapa saksi dan menggelar olah TKP.

Sementara dari hasil pemeriksaan tidak ada tanda tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Kami dari Unit Gakkum dan Unit Reskrim menemui pihak keluarga kedua korban di kamar jenazah RSUD Sidoarjo,” ujar Kanit Gakkum Polresta Sidoarjo, AKP Sugeng Sulistiyono.

Meski begitu, kata Sugeng, kedua pihak keluarga tak berkenan untuk dilakukan otopsi. Kedua pihak keluarga korban sudah sepakat membuat surat pernyataan tidak ingin dilaksanakan otopsi.

“Karena awalnya dari hasil olah TKP yang dilakukan tim Unit Gakkum tak menemukan adanya kecelakaan lalu lintas pada penemuan dua mayat itu,” bebernya.

Sugeng membeberkan ada beberapa alasan. Misalnya di jalan tak ditemukan adanya goresan. Posisi jatuh sepeda motor tidak sesuai dengan arah jatuhnya. Selain itu, posisi korban bersebrangan antara korban satu dengan korban dua dan luka yang dialami korban tidak menunjukkan kejadian laka lantas.

“Makanya kami langsung berkoordinasi dengan Unit Reskrim Polsek Candi. Hingga akhirnya penanganan kasus tersebut ditangani Unit Reskrim Polsek Candi,” jelas Sugeng. (far/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/