alexametrics
27 C
Sidoarjo
Tuesday, 24 May 2022

Biar Kuat, Driver Ojol Doping Pakai Sabu-Sabu

SIDOARJO – Moch Reza Yuniarta nekat mengkonsumsi sabu-sabu (SS) sebagai doping. Akibatnya, pria yang kos di Desa Sadang, Kecamatan Taman itu harus menjalani rangkaian persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo.

Pria yang sehari-hari sebagai driver ojek online (ojol) itu menjalani sidang secara virtual di PN Sidoarjo, Selasa (22/3). Dalam kesempatan itu. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Andi Nurbaeti menghadirkan seorang saksi dalam perkara tersebut. Yakni Afif, anggota polisi yang ikut menggerebek terdakwa.

Di hadapan Ketua Majelis Hakim Leba Max Nandoko Rohi, Afif menerangkan jika terdakwa digerebek di kamar kosnya pada 19 Oktober 2021 lalu. Saat itu polisi menggeledah kamar kos terdakwa dan menemukan satu dompet warna merah.

Di dalam dompet itu tersimpan satu poket SS dengan berat sekitar 0,493 gram. “Di simpan di lemari,” sambungnya.

Afif menambahkan, penggerebekan itu juga berdasarkan informasi yang dikantongi polisi sebelumnya. Bahwa terdakwa itu kerap terlibat penyalahgunaan SS.

Sementara itu, terdakwa juga tidak mengelak keterangan saksi yang dihadirkan JPU. Ia mengaku membeli barang terlarang itu dari rekannya yang bernama Celeng.

“Untuk dikonsumsi sendiri yang mulia,” katanya.

Terdakwa mengaku jika baru dua kali menhkonsumsi narkotika jenis SS tersebut. “Untuk doping driver online,” akunya. (son/vga)

 

SIDOARJO – Moch Reza Yuniarta nekat mengkonsumsi sabu-sabu (SS) sebagai doping. Akibatnya, pria yang kos di Desa Sadang, Kecamatan Taman itu harus menjalani rangkaian persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo.

Pria yang sehari-hari sebagai driver ojek online (ojol) itu menjalani sidang secara virtual di PN Sidoarjo, Selasa (22/3). Dalam kesempatan itu. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Andi Nurbaeti menghadirkan seorang saksi dalam perkara tersebut. Yakni Afif, anggota polisi yang ikut menggerebek terdakwa.

Di hadapan Ketua Majelis Hakim Leba Max Nandoko Rohi, Afif menerangkan jika terdakwa digerebek di kamar kosnya pada 19 Oktober 2021 lalu. Saat itu polisi menggeledah kamar kos terdakwa dan menemukan satu dompet warna merah.

Di dalam dompet itu tersimpan satu poket SS dengan berat sekitar 0,493 gram. “Di simpan di lemari,” sambungnya.

Afif menambahkan, penggerebekan itu juga berdasarkan informasi yang dikantongi polisi sebelumnya. Bahwa terdakwa itu kerap terlibat penyalahgunaan SS.

Sementara itu, terdakwa juga tidak mengelak keterangan saksi yang dihadirkan JPU. Ia mengaku membeli barang terlarang itu dari rekannya yang bernama Celeng.

“Untuk dikonsumsi sendiri yang mulia,” katanya.

Terdakwa mengaku jika baru dua kali menhkonsumsi narkotika jenis SS tersebut. “Untuk doping driver online,” akunya. (son/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/