alexametrics
26 C
Sidoarjo
Tuesday, 17 May 2022

Mabuk, Tak Sadar Hendak Curi Motor, Terduga Pelaku Sempat Dimassa

SIDOARJO – Ahmad Sugiarto, 25, sempat diamuk massa. Dia diduga hendak mencuri motor di Kemendung, Desa Sidodadi, Kecamatan Taman, Kamis (17/2). Namun, ternyata pria asal Kebumen itu sedang mabuk dan jadi korban penipuan.

Kanit Reskrim Polsek Taman Iptu Aman Prasetyo mengungkapkan, peristiwa itu bermula saat Ahmad berangkat dari Kebumen ke Surabaya dengan naik bus. Niatnya untuk melamar kerja.

“Dia kenalan dengan seseorang dari media sosial,” katanya.

Dari Kebumen, Ahmad turun di Terminal Purabaya. Dia lalu bertemu dengan sejumlah orang tak dikenal. Dan diajak pesta minuman keras.

Nah, dalam kondisi mabuk, Ahmad diantar dan diturunkan di daerah Sidodadi. Di lokasi itu, Ahmad melihat motor Honda Beat nopol W 4487 NBL milik Abd Hasib.

Ahmad mengira motor bercat hitam itu miliknya. Ia pun berusaha mengendarai motor tersebut.

Apesnya, ulah Ahmad diketahui pemilik motor tersebut. Ahmad diteriaki maling dan berhasil ditangkap warga. Tak lama berselang, Ahmad juga langsung diserahkan ke Polsek Taman untuk penindakan lanjutan.

Di hadapan polisi, Ahmad mulai sadar. Ia mengaku sedang dalam kondisi mabuk lantaran dicekoki minuman keras orang tak dikenal di Terminal Purabaya.

“Ia mengira motor itu miliknya, dan pikirnya sudah ada di Kebumen,” sambung Aman.

Aman mengungkapkan, Ahmad sebenarnya juga korban penipuan. Ia ditawari kerja dari perkenalan dengan seseorang di Facebook. Tapi setelah sampai di Surabaya uang sakunya juga telah amblas tidak tahu kemana.

“Bawa uang Rp 800 ribu dari Kebumen, di tas sisa Rp 82 ribu,” tuturnya.

Setelah ini, Ahmad bakal dipulangkan ke keluarganya. Sementara pihak korban atau pemilik motor Honda Beat juga telah memaafkan Ahmad dan mencabut laporannya. (son/vga)

SIDOARJO – Ahmad Sugiarto, 25, sempat diamuk massa. Dia diduga hendak mencuri motor di Kemendung, Desa Sidodadi, Kecamatan Taman, Kamis (17/2). Namun, ternyata pria asal Kebumen itu sedang mabuk dan jadi korban penipuan.

Kanit Reskrim Polsek Taman Iptu Aman Prasetyo mengungkapkan, peristiwa itu bermula saat Ahmad berangkat dari Kebumen ke Surabaya dengan naik bus. Niatnya untuk melamar kerja.

“Dia kenalan dengan seseorang dari media sosial,” katanya.

Dari Kebumen, Ahmad turun di Terminal Purabaya. Dia lalu bertemu dengan sejumlah orang tak dikenal. Dan diajak pesta minuman keras.

Nah, dalam kondisi mabuk, Ahmad diantar dan diturunkan di daerah Sidodadi. Di lokasi itu, Ahmad melihat motor Honda Beat nopol W 4487 NBL milik Abd Hasib.

Ahmad mengira motor bercat hitam itu miliknya. Ia pun berusaha mengendarai motor tersebut.

Apesnya, ulah Ahmad diketahui pemilik motor tersebut. Ahmad diteriaki maling dan berhasil ditangkap warga. Tak lama berselang, Ahmad juga langsung diserahkan ke Polsek Taman untuk penindakan lanjutan.

Di hadapan polisi, Ahmad mulai sadar. Ia mengaku sedang dalam kondisi mabuk lantaran dicekoki minuman keras orang tak dikenal di Terminal Purabaya.

“Ia mengira motor itu miliknya, dan pikirnya sudah ada di Kebumen,” sambung Aman.

Aman mengungkapkan, Ahmad sebenarnya juga korban penipuan. Ia ditawari kerja dari perkenalan dengan seseorang di Facebook. Tapi setelah sampai di Surabaya uang sakunya juga telah amblas tidak tahu kemana.

“Bawa uang Rp 800 ribu dari Kebumen, di tas sisa Rp 82 ribu,” tuturnya.

Setelah ini, Ahmad bakal dipulangkan ke keluarganya. Sementara pihak korban atau pemilik motor Honda Beat juga telah memaafkan Ahmad dan mencabut laporannya. (son/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/