alexametrics
25 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

Hendak Ambil Uang di ATM, Rp 62 Juta Justru Lenyap

SIDOARJO – Seorang wanita, RR, warga Pondok Jati, Kelurahan Pagerwojo Kecamatan Buduran harus kehilangan uangnya sebesar Rp 62 juta. Peristiwa itu terjadi saat korban hendak mengambil uang di ATM yang berada di dalam minimarket di Pondok Jati.

Informasi yang berhasil dihimpun Radar Sidoarjo, korban datang ke ATM yang berada di dalam minimarket Pondok Jati. Namun sayangnya, ATM BCA korban tak dapat masuk. Seperti terganjal sesuatu. Saat akan pergi, tiba-tiba ada seorang laki-laki datang.

Laki-laki yang berpakaian hitam dengan topi hitam itu lalu terlihat memasukkan ATM BCA warna hitam. Namun juga tidak bisa karena seperti terganjal sesuatu. Selang beberapa menit, ada lelaki datang membawa kartu ATM BCA biru dan mengaku bisa bertransaksi.

Pria yang mengenakan baju biru muda itu kemudian mengatakan kepada korban jika kemungkinan kartu ATM korban sudah kedaluwarsa. Namun korban mencoba cek kartu ATM miliknya, dan ternyata kedaluwarsanya masih 2022. Korban akhirnya penasaran.

Korban akhirnya masukkan kartu ATM dan tetap tidak bisa. Lalu pria yang mengenakan baju biru muda yang sebelumnya berada di sebelah kiri korban, pindah ke sebelah kanan korban. Pria itu meminta kartu ATM korban dan dimasukkan ke dalam ATM.

Setelah masuk, korban lalu memasukkan PIN ATM korban. Rupanya PIN yang sudah dimasukkan selalu salah. Korban kemudian tak jadi mengambil uang di ATM. Korban akhirnya pergi menuju ATM BCA di sebuah minimarket yang masih berada di Pondok Jati.

Saat perjalanan, korban berusaha melihat saldo ATM melalui M-Bangking. Rupanya ada transaksi dari ATM BCA korban ke ATM BCA lain atas nama FHH. Tak hanya itu juga ada transaksi ke rekening Bank Niaga atas nama SS. Akibat kejadian itu korban harus mengalami kerugian Rp 62 juta.

Kasatreskrim Polresta Sidoarjo Kompol Wahyudin Latif mengatakan, pihaknya sudah mendapat laporan terkait kasus pencurian uang tersebut. Saat ini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan petugas. “Laporan sudah kami terima dan masih dalam penyelidikan,” katanya. (far/opi)

SIDOARJO – Seorang wanita, RR, warga Pondok Jati, Kelurahan Pagerwojo Kecamatan Buduran harus kehilangan uangnya sebesar Rp 62 juta. Peristiwa itu terjadi saat korban hendak mengambil uang di ATM yang berada di dalam minimarket di Pondok Jati.

Informasi yang berhasil dihimpun Radar Sidoarjo, korban datang ke ATM yang berada di dalam minimarket Pondok Jati. Namun sayangnya, ATM BCA korban tak dapat masuk. Seperti terganjal sesuatu. Saat akan pergi, tiba-tiba ada seorang laki-laki datang.

Laki-laki yang berpakaian hitam dengan topi hitam itu lalu terlihat memasukkan ATM BCA warna hitam. Namun juga tidak bisa karena seperti terganjal sesuatu. Selang beberapa menit, ada lelaki datang membawa kartu ATM BCA biru dan mengaku bisa bertransaksi.

Pria yang mengenakan baju biru muda itu kemudian mengatakan kepada korban jika kemungkinan kartu ATM korban sudah kedaluwarsa. Namun korban mencoba cek kartu ATM miliknya, dan ternyata kedaluwarsanya masih 2022. Korban akhirnya penasaran.

Korban akhirnya masukkan kartu ATM dan tetap tidak bisa. Lalu pria yang mengenakan baju biru muda yang sebelumnya berada di sebelah kiri korban, pindah ke sebelah kanan korban. Pria itu meminta kartu ATM korban dan dimasukkan ke dalam ATM.

Setelah masuk, korban lalu memasukkan PIN ATM korban. Rupanya PIN yang sudah dimasukkan selalu salah. Korban kemudian tak jadi mengambil uang di ATM. Korban akhirnya pergi menuju ATM BCA di sebuah minimarket yang masih berada di Pondok Jati.

Saat perjalanan, korban berusaha melihat saldo ATM melalui M-Bangking. Rupanya ada transaksi dari ATM BCA korban ke ATM BCA lain atas nama FHH. Tak hanya itu juga ada transaksi ke rekening Bank Niaga atas nama SS. Akibat kejadian itu korban harus mengalami kerugian Rp 62 juta.

Kasatreskrim Polresta Sidoarjo Kompol Wahyudin Latif mengatakan, pihaknya sudah mendapat laporan terkait kasus pencurian uang tersebut. Saat ini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan petugas. “Laporan sudah kami terima dan masih dalam penyelidikan,” katanya. (far/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/