alexametrics
25 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

Perdagangkan Burung Cenderawasih Rp 4 Juta, Warga Krian Dibekuk

SIDOARJO – Anggota Satreskrim Polresta Sidoarjo berhasil meringkus seorang tersangka perdagangan satwa liar yang dilindungi. Pelakunya Cak Mar, 48, warga Perumahan Pesona Alam I blok M, Desa Sidorejo, Krian. Ada sekitar 23 ekor burung langka ikut diamankan dalam kasus tersebut.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro mengatakan, penangkapan tersangka bermula dari informasi yang dikantongi polisi. Cak Mar sangat aktif memperdagangkan satwa liar.

Berbekal dari informasi itu, polisi melakukan penyelidikan dan menggerebek rumah tersangka di Krian pada Selasa (12/10) lalu. “Tersangka ini menerima dan menjual burung langka,” katanya, Senin (18/10).

Burung Cenderawasih

Polisi dengan tiga melati di pundaknya itu menambahkan, dalam penggerebekan itu 23 ekor burung langka diamankan sebagai barang bukti. Yakni 3 ekor cenderawasih toows cemerlang, 4 cenderawasih kuning, 1 cendrawasih mati kawat, 2 cenderawasih raja, 1 cenderawasih botak, 5 betet kelapa paruh besar dan 7 nuri bayan.

“Semuanya itu burung dilindungi,” tegasnya.

Menurut Kusumo, tersangka sering mencari dan membeli burung-burung langka tersebut. Setelah itu, burung dijual secara online.
Jika pembeli sepakat, burung akan dikirim dengan jasa ekspedisi. Sebagian besar pembelinya ada di pulau Jawa. Tersangka telah melakoni bisnis ilegal tersebut sekitar 3 tahun terakhir.

Sementara itu, tersangka mengaku jika burung-burung itu dijual dengan harga variatif. Misalnya untuk cenderawasih dihargai Rp 4 juta, dan untuk burung betet Rp 1,5 juta.

“Paling mahal cenderawasih,” ucap Cak Mar. (son/vga)

SIDOARJO – Anggota Satreskrim Polresta Sidoarjo berhasil meringkus seorang tersangka perdagangan satwa liar yang dilindungi. Pelakunya Cak Mar, 48, warga Perumahan Pesona Alam I blok M, Desa Sidorejo, Krian. Ada sekitar 23 ekor burung langka ikut diamankan dalam kasus tersebut.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro mengatakan, penangkapan tersangka bermula dari informasi yang dikantongi polisi. Cak Mar sangat aktif memperdagangkan satwa liar.

Berbekal dari informasi itu, polisi melakukan penyelidikan dan menggerebek rumah tersangka di Krian pada Selasa (12/10) lalu. “Tersangka ini menerima dan menjual burung langka,” katanya, Senin (18/10).

Burung Cenderawasih

Polisi dengan tiga melati di pundaknya itu menambahkan, dalam penggerebekan itu 23 ekor burung langka diamankan sebagai barang bukti. Yakni 3 ekor cenderawasih toows cemerlang, 4 cenderawasih kuning, 1 cendrawasih mati kawat, 2 cenderawasih raja, 1 cenderawasih botak, 5 betet kelapa paruh besar dan 7 nuri bayan.

“Semuanya itu burung dilindungi,” tegasnya.

Menurut Kusumo, tersangka sering mencari dan membeli burung-burung langka tersebut. Setelah itu, burung dijual secara online.
Jika pembeli sepakat, burung akan dikirim dengan jasa ekspedisi. Sebagian besar pembelinya ada di pulau Jawa. Tersangka telah melakoni bisnis ilegal tersebut sekitar 3 tahun terakhir.

Sementara itu, tersangka mengaku jika burung-burung itu dijual dengan harga variatif. Misalnya untuk cenderawasih dihargai Rp 4 juta, dan untuk burung betet Rp 1,5 juta.

“Paling mahal cenderawasih,” ucap Cak Mar. (son/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/